Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Mengelola Pembelajaran melalui Kemitraan Sekolah-Orangtua-Masyarakat

Posted by Mahmuddin pada Februari 22, 2008

Keterlibatan masyarakat dan lembaga swasta dalam pendidikan di sekolah dapat memberikan konstribusi terhadap pembentukan keterampilan hidup (life skill) bagi anak. Kavita Mittapalli for Edvantia (2005) melaporkan adanya hubungan positif antara adanya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak di sekolah dengan prestasi siswa.  Siswa memiliki nilai rata-rata dan skor ujian standar yang lebih tinggi, skor nilai matematika, membaca dan menulis lebih tinggi, sikap positif terhadap sekolah dan kehadiran yang lebih baik, rendahnya persentasi siswa yang menerima layanan pendidikan khusus, perilaku lebih baik, dan siswa lebih berpartisipasi dalam berbagai aktivitas.

Membangun hubungan antara sekolah, orangtua dan masyarakat membutuhkan waktu dan energi tambahan, sensitivitas, komintmen dan persistensi. Hubungan harus dimulai dengan anak. Jika orang tua percaya terhadap ketulusan perhatian sekolah terhadap anak mereka, dan sekolah dapat berkomunikasi dengan para orang tua dan masyarakat yang ingin membantu anak mereka sukses di sekolah, maka hal tersebut merupakan sebuah dasar untuk sebuah hubungan positif yang dapat dibangun. Sekolah harus memberikan perhatian yang baik kepada anak dan respek terhadap orang tua untuk memulai bekerja membangun hubungan kerjasama.

Kekuatan hubungan antara sekolah, orang tua dan masyarakat  terletak pada skill komunitas sekolah dalam berhubungan dengan orang tua anak dan masyarakat.  Sekolah perlu memiliki mengetahui latar belakang pendidikan, status sosioekonomi, demografis, suku/etnik dan budaya atau kultur yang dimiliki oleh orang tua siswa dan masyarakat. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah kepala sekolah, guru dan semua komunitas sekolah harus menjadi bagian dari masyarakat.

Komunitas sekolah hendaknya berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, berpartisipasi dalam setiap event dan memperbanyak teman/relasi. Pendekatan lain dapat dilakukan terhadap tokoh-tokoh masyarakat, pemimpin organisasi pemerintah dan lembaga-lembaga swasta seperti perusahaan. Tokoh masyarakat dapat berperan sebagai informan tentang kultur masyarakat dan penasehat tentang bagaimana melayani anak-anak mereka. Sedangkan pemimpin organisasi pemerintah dan swasta dapat menjadi partner yang sinergis dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas bagi anak.

O’Hearn Elementary School di Boston, membangun hubungan dengan orang tua anak dan masyarakat melalui berbagai aktivitas dan program khusus yang didesain untuk mendatangkan mereka ke sekolah. Staff sekolah bekerja keras dalam momen tersebut untuk mendata bagi mereka yang dapat berkontribusi dalam pembinaan anak. Kontribusi orang tua dapat dalam bentuk membantu anak belajar membaca di rumah, menyumbangkan buku ke perpustakaan sekolah, atau berperan aktif dalam pengelolaan sekolah.

Joyce Epstein (1997), mengidentifikasi enam tipe kerja sama yang dapat dilakukan antara sekolah, orang tua, dan organisasi masyarakat lainnya dalam pengembangan pendidikan anak. Tipe kerja sama tersebut meliputi: (1)   parenting, sekolah menyiapkan informasi dan training bagi orang tua tentang tahap-tahap perkembangan anak dan bagaimana mendukung kematangan pertumbuhan anak mereka. (2)   communicating, sekolah memberikan kepada orang tua informasi tentang program sekolah dan kemajuan anak. Beberapa sekolah mengembangkan komunikasi melalui e-mail dan sistem telepon interkatif. (3)   volunteering, kehadiran keluarga dan masyarakat sebagai relawan di sekolah yang bekerja mendukung pembelajaran menunjukkan kepada anak bahwa pendidikan penting. (4)   learning at home,  guru membantu orang tua memahami metode efektif untuk memantau kemajuan akademik anak mereka. Anak memiliki aktivitas yang beragam ketika di rumah, beberapa anak dapat membantu orang tua mereke dalam bisnis kecil, memasak kue, menjaga adiknya, atau ikut dalam program seni tradisional. (5)   decision making, sekolah memberikan kepada orang tua aturan dalam proses pengambilan keputusan sekolah, pelatihan dan informasi di mana mereka perlu berkontibusi.(6)   collaborating with the community, sekolah membantu orang tua mendapatkan akses bagi tawaran dukungan  layanan dengan agen lain dan bekerja dengan anak berkontribusi kepada masyarakat.

Di dalam setting pembelajaran yang melibatkan orang tua dan masyarakat, guru harus memiliki perencanaan yang komprehensif. Momen-momen keterlibatan orang tua dan masyarakat dijabarkan secara detail dan dikomunikasikan dengan tepat, sehingga setiap peran dipastikan dipahami dengan benar. Jika keterlibatan orang tua dan masyarakat harus menggunakan panduan, form isian, atau form penilaian maka  semuanya harus disiapkan oleh guru. Hal ini penting, bagi mereka dalam memudahkan memberikan bantuan kepada anak, dan bagi guru dapat mengevaluasi dan melaporkan kemajuan belajar anak.     

About these ads

5 Tanggapan to “Mengelola Pembelajaran melalui Kemitraan Sekolah-Orangtua-Masyarakat”

  1. Willy Ediyanto said

    Pertmax.
    Wuih. Ngerinya, masyarakat sudah terlanjur memercayakan pendidikan pada sekolah. Padahal sekolah hanyalah formalisme pendidikan. Tidak meyakinkan mampu membuat perubahan berarti.
    Buktinya hasil pendidikan formal tidak terlalu banyak yang jadi manusia soleh dan unggul.
    Saya sebagai guru sering merasa ngeri dengan kondisi ini. Tapi tangan tak mampu mengubahnya. Hanya bisa dalam hati dan dalam blog di http://willyedi.wordpress.com/

  2. Anang said

    hmmm…pemikiran yang serius tuh

  3. Hanim said

    Wah…. Baik sekali kalau hal di atas dapat diwujudkan .

  4. munawar said

    wah lumayan juga tuh idenya kalau memang enam tipe itu bisa di jalankan dengannbsss

  5. Raidjan P said

    Idealnya seperti itulah peran masing=masing dalam pertanggungjawaban kita mendidik anak=anak bangsa ke depan, kalau ky berkomitmen untuk merubah kondisi sekarang kearah yang lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: