Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Pelaksanaan Penilaian Keterampilan Proses Sains

Posted by Mahmuddin pada April 10, 2010

Bagian Ke-4 dari 4 seri artikel Penilaian Keterampilan Proses Sains:

  1. Pengantar
  2. Pentingnya penilaian keterampilan proses sains
  3. Komponen penilaian keterampilan proses sains
  4. Pelaksanaan penilaian keterampilan proses sains

4. Pelaksanaan Penilaian Keterampilan Proses Sains

Penilaian merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran. Penilaian dalam pembelajaran sains dapat dimaknai sebagai membawa konten, proses sains dan sikap ilmiah secara bersama-sama. Penilaian dilakukan terutama untuk menilai kemajuan siswa dalam pencapaian keterampilan proses sains.

Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:

  1. Pretes dan postes.  Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
  2. Diagnostik. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
  3. Penempatan kelas. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
  4. Pemilihan kompetisis siswa. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
  5. Bimbingan karir. Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina.

Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan menggunakan instrumen yang disesuaikan dengan materi  dan tingkat perkembangan siswa atau tingkatan kelas (Rezba, 1999). Oleh karena itu, penyusunan instrumen penilaian harus direncanakan secara cermat sebelum digunakan.  Menurut Widodo (2009), penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai.
  2. Merumuskan indikator untuk setiap jenis keterampilan proses sains.
  3. Menentukan dengan cara bagaimana keterampilan proses sains tersebut diukur (misalnya apakah tes unjuk kerja, tes tulis, ataukah tes lisan).
  4. Membuat kisi-kisi instrumen.
  5. Mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan proses sains berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Pada saat ini perlu mempertimbangkan konteks dalam item tes keterampilan proses sains dan tingkatan keterampilan proses sains (objek tes)
  6. Melakukan validasi instrumen.
  7. Melakukan ujicoba terbatas untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas empiris.
  8. Perbaikan butir-butir yang belum valid.
  9. Terapkan sebagai instrumen penilaian keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains.

Pada langkah-langkah penyusunan instrument di atas, pencarian validitas dan reabilitas empiris terutama dilakukan untuk penilaian keterampilan proses sains yang beresiko tinggi. Penilaian yang beresiko tinggi yang dimaksud adalah penilaian dalam penelitian, penilaian dalam skala besar atau penilaian untuk tujuan tertentu.

Pengukuran terhadap keterampilan proses siswa, dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen tertulis. Pelaksanaan pengukuran dapat dilakukan secara tes (paper and pencil test) dan bukan tes. Penilaian melalui tes dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis (paper and pencil test). Sedangkan penilaian melalui bukan tes dapat dilakukan dalam bentuk observasi atau pengamatan. Menurut Bajah (2000), penilaian dalam keterampilan proses agak sulit dilakukan melalui tes tertulis dibandingkan dengan teknik observasi. Namun demikian, menggunakan kombinasi kedua teknik penilaian tersebut dapat meningkatkan akurasi penilaian terhadap keterampilan proses sains.

Penilaian keterampilan proses melalui tes tertulis

Penilaian secara tertulis terhadap keterampilan proses sains dapat dilakukan dalam bentuk essai dan pilihan ganda . Pertanyaan yang disusun dalam bentuk pertanyaan konvergen  dan pertanyaan divergen. Penilaian dalam bentuk essai memerlukan jawaban yang berupa pembahasan atau uraian kata-kata. Jawaban yang dituliskan oleh siswa akan lebih bersifat subjektif, yang berarti menggambarkan pemahaman yang lebih indiviualistik.

Sebuah contoh konstruksi instrument penilaian secara tertulis dalam bentuk tes essai, sebagai berikut:

Sebuah percobaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Setelah dilakukan pengukuran dalam selama tujuh hari, diperoleh data sebagai berikut:

Hari Ke-

Tinggi tanaman (cm)

Disiram air setiap hari

Tidak disiram air

1

5

5

2

7

6

3

8,5

6,5

4

11

6,9

5

12,8

7,2

6

14

7,3

7

15,9

7,3

Pertanyaan:

  1. Tuliskan rumusan masalah pada percobaan di atas! (skor 2)

             ________________________________________________________

  1. Buatlah kesimpulan berdasarkan data hasil percobaan di atas! (skor 2)

              ________________________________________________________

Pengukuran keterampilan proses yang dilakukan melakui tes yang dikontruksi dalam bentuk pertanyaan pilihan ganda, kemungkinan jawaban atas pertanyaan sudah disiapkan dan biasanya terdiri atas empat atau lima pilihan. Penilaian yang diperoleh dengan menggunakan pilihan jawaban dapat memberikan hasil yang lebih obyektif, sebab jawaban atas masalah yang ada telah ditetapkan.  Menurut Arikunto (2009), penilaian dalam bentuk pilihan ganda, lebih representative mewakili isi dan luas bahan atau materi. Selain itu, dalam proses pemeriksaan dapat terhindar dari unsur-unsur subjektivitas. Namun demikian, penggunaan penilaian model ini, cenderung mengungkapkan daya pengenalan kembali dan banyak memberi peluang tebakan. Hasil yang diperoleh pun dapat berbeda dengan kondisi siswa yang sesungguhnya.

Smith dan Welliver telah mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah. Instrumen tes tertulis disusun dalam bentuk pertanyaan pilihan ganda. Untuk menjawab soal ini, siswa terlibat dalam pemecahan masalah dan mengharuskan menerapkan keterampilan proses yang tepat untuk setiap pertanyaan.

 

Penilaian keterampilan proses melalui bukan tes

Penilaian melalui keterampilan proses sains melalui bukan tes dapat dilakukan dalam bentuk observasi atau pengamatan. Pengamatan dalam penilaian ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Selama proses kegiatan pembelajaran sains dilaksanakan, guru dapat melakukan penilaian dengan mengamati perilaku siswa secara langsung dalam menunjukkan kemampuan keterampilan proses sains yang dimiliki. Selain itu, hasil-hasil pekerjaan tugas siswa atau produk hasil belajar siswa juga dapat diamati untuk menilai keterampilan proses siswa secara integrative.

Menurut Sumiati dan Asra (2008), Arikunto (2009) dan Widyatiningtyas (2010), penilaian keterampilan proses dengan melalui bukan tes diperlukan lembar pengamatan yang lebih rinci untuk menilai perilaku yang diharapkan. Lembar pengamatan ini dapat berupa rubrik, daftar chek atau skala bertingkat. Menilai siswa dengan menggunakan rubrik, dapat mendeterminasikan kemampuan siswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Rubrik penilaian memuat kriteria esensial  terhadap tugas atau standar keterampilan proses sains serta level unjuk kerja yang tepat terhadap setiap kriteria.

Sebuah contoh rubrik penilaian untuk mengukur kegiatan percobaan laboratorium dapat disajikan, sebagai berikut:

Tabel 1. Rubrik Percobaan Laboratorium

Kriteria

Skor

4

(sangat baik)

3

(baik)

2

(cukup)

1

(kurang)

Tujuan percobaan Mengidentifikasi tujuan dan cirri khusus Mengidentifikasi tujuan Mengidentifikasi sebagian tujuan Salah mengidentifikasi tujuan
Alat dan Bahan Melist semua alat dan bahan Melist semua bahan Melist beberapa bahan Salah melist bahan
Hypotesis Memprediksi dengan benar fakta dan membuat hipotesis Memprediksi dengan benar fakta Memprediksi dengan beberapa fakta Menebak-nebak
Prosedur Melist semua tahap dan detail-detail khusus Melist semua tahap Melist beberapa tahap Salah melist tahap
Hasil Data direkam, diorganisir, dan digrafiskan Data direkam, diorganisir Data direkam Hasil salah atau tidak betul
Simpulan Tampak memahami konsep dan membuat hipotesis baru untuk aplikasi pada situasi lain. Tampak memahami konsep yang telah dipelajari Tampak memahami beberapa konsep Tidak ada kesimpulan atau tampak miskonsepsi

 

Sebagaimana pada contoh di atas, sebuah rubric memuat dua komponen, yaitu kriteria dan level unjuk kerja (performance). Pada setiap rubrik terdiri atas minimal dua criteria dan dua level unjuk kerja. Criteria biasanya ditempatkan pada kolom paling kiri, sedangkan level unjuk kerja ditempatkan pada baris paling atas dalam tabel rubrik. Untuk memudahkan dalam penggunaannya, level unjuk kerja terdiri atas level kuantitatif berupa angka (1, 2, 3, dan 4) dan level kualitatif.

Dalam rubrik biasanya juga disertai dengan deskriptor. Dekriptor menyatakan harapan kondisi siswa pada setiap level unjuk kerja untuk setiap criteria. Pada contoh rubrik, dapat dilihat adanya perbedaan diskriptor antara tujuan kegiatan yang dirumuskan dengan sangat baik dan tujuan kegiatan yang dirumuskan dengan baik. Pada descriptor, siswa dapat melihat syarat unjuk kerja untuk mencapai sebuah level kriteria. Bagi guru, descriptor dapat membantu guru untuk memberikan penilaian secara konsisten pada hasil kerja siswa.

Dalam implementasinya, penilaian melalui observasi dengan menggunakan rubrik penilaian memiliki beberapa keunggulan. Ketika rubrik penilaian ini dikomunikasikan kepada siswa di awal pembelajaran, ekspektasi terhadap pencapaian level keterampilan proses dapat diidentifikasikan dan dipahami secara baik oleh siswa. Observasi dapat menghasilkan penilaian yang konsisten dan obyektif. Selain itu, hasil penilaian dapat menghasilkan umpan balik (feedback) yang lebih baik. Hasil penilaian dapat menunjukkan level khusus performans siswa selanjutnya yang harus dicapai oleh siswa. Dalam hal ini, guru dan siswa dapat mengetahui secara pasti, area kebutuhan siswa yang perlu pengembangan.

Dengan demikian, perihal rencana penilaian yang dilakukan untuk mengukur keterampilan proses sains dapat dikomunikasikan secara pasti kepada siswa sebelum pelaksanaan pembelajaran. Siswa sebagai subyek pembelajaran dapat menentukan target yang harus dicapai selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian pun dapat mencapai tujuan sebagaimana mestinya.

Waktu dan Subjek Penilaian

Selain perihal instrumen penilaian yang penting dirumuskan sebagai bagian terintegrasi dari rencana penilaian pembelajaran, waktu dan subyek penilaian juga harus direncanakan. Pelaksanaan penilaian keterampilan proses sains, dapat dilakukan di awal pembelajaran sebagai pretes, di akhir pembelajaran sebagai postes, atau selama pelaksanaan pembelajaran sebagai penilaian proses (on going assessment). Waktu pelaksanaan penilaian ini bersifat relative, dan sangat ditentukan oleh aspek keterampilan proses sains yang diukur dan tujuan penilaian itu sendiri. Jika penilaian dimaksudkan untuk melihat kemajuan perkembangan keterampilan proses sains yang dicapai siswa selama pembelajaran, maka penilaian dapat dilakukan dengan cara pretes/postes. Sedangkan penilaian keterampilan proses yang dimaksudkan untuk mengukur secara langsung detail-detail pencapaian keterampilan proses sains, maka penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi atau rubrik penilaian.

Perihal subyek penilaian dalam keterampilan proses sains juga dapat disesuaikan dengan tujuan penilaian dilakukan. Pelaksanaan penilaian keterampilan proses sains dapat dilakukan dalam bentuk tiga arah yaitu penilaian guru, penilaian sebaya dan penilaian diri. Keterampilan proses sains umumnya dilakukan penilaiannya oleh guru pengampuh mata pelajaran. Dalam hal ini, penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh guru. Namun, untuk tujuan tertentu penilaian keterampilan proses sains dapat melibatkan siswa sebagai subyek penilaian.

Penilaian yang melibatkan siswa terhadap siswa lain dapat dilakukan dalam sebuah kelompok. Selama proses belajar berlansung, siswa bekerja dalam kelompok untuk sebuah percobaan. Keberadaan siswa dalam kelompok, tentu memiliki peran tersendiri sehingga masing-masing memberikan konstribusi sebagai tim. Aktivitas siswa selama bekerja dalam kelompok dan kontribusinya dalam mendukung hasil kerja dapat dirasakan dan diamati secara persis oleh setiap anggota kelompok. Dalam situasi ini, penilaian teman sebaya dapat digunakan sebagai data pembanding yang dapat diekuilibrasikan dengan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru. penilaian dengan melibatkan teman kelompok, dapat memberikan efek positif dalam perkembangan sikap ilmiah siswa. Secara korelasional hal ini diharapkan dapat meningkatkan peran siswa dalam kelompok sehingga berpengaruh kepada perkembangan keterampilan proses sains siswa.

Sementara itu, penilaian keterampilan proses sains yang melibatkan siswa dalam menilai dirinya dapat digunakan untuk memberikan bahan refleksi langsung bagi siswa. Dalam proses ini, siswa akan mengevaluasi kemampuan yang telah dicapainya, dan secara sportif memberikan pengakuan terhadap diri sendiri. Proses ini memiliki dampak psikologis yang diharapkan dapat memicu motivasi intrinsik siswa untuk terus mengembangkan keterampilan proses sains yang telah dicapai. Namun demikian, penilaian keterampilan proses sains yang melibatkan siswa hanya dapat dilakukan secara sinergis dan optimal jika instrumen penilaian disiapkan dengan kriteria yang jelas dan telah ditetapkan guru.

About these ads

38 Tanggapan to “Pelaksanaan Penilaian Keterampilan Proses Sains”

  1. kardono berkata

    terima kasih atas tulisan anda,
    mohon untuk yang bab 1 sampai dengan 3 dapat ditampilkan
    atau
    jka berkenan mohon dikirim ke email saya
    matur nuwun
    salam dari jogja

  2. kamriantiramli berkata

    kirim ke emailku kak….butuh banget sekalian dengan daftar pustakanya.

  3. RINA berkata

    terimakasih kak.. sangat komplit sekali… saya butuh banget daftarpustaka untuk referensi.. salam dari solo..

    • Mahmuddin berkata

      Ow.. Daftar pustaka ada pada tulisan seri KPS terakhir. Kalo tidak ditemukan, nanti dikiriim via mail. terima kasih dan salam

  4. bungong_desa@rocketmail.com berkata

    Thanks pak buat tulisannya,,,bermanaat banget buat saya,,,

  5. bungong_desa@rocketmail.com berkata

    maksudnya bermanfaat,,,,sorry,lanjutkan pak

  6. sultan berkata

    Pak artikelnya bagus, boleh saya minta daftar pustakanya dan kirimi ke alamat email saya.terima kasih.

  7. erie berkata

    mohon mnta artikel lengkap n dapus ny..mhon krim k mail krna sangat penting

  8. rini berkata

    untuk mengukur keterampilan proses sains pada praktikum bagus ga yah pke asesmen kinerja? mhon tanggapannya,,,terimakasih

  9. tika berkata

    boleh minta daftar pustakanya buat referensi?

  10. ekha berkata

    untuk mengukur KPS bisa gak pakai tes pilihan ganda aja,,,trimaksh pak

    • Mahmuddin berkata

      Tes KPS dengan pilihan ganda, Bisa. Malah untuk tes standar umumnya menggunakan tes pilihan ganda. Untuk analisis yang lebih subyektif (spesifik) dan lebih terbuka dapat meggunakan uraian. Terima kasih atas kunjungannya.

  11. afnidar berkata

    saya bingung lho pak, saya sedang melakukan riset, dalam membuat instrumen tes dalam penilaian ketrampilan proses sains di lab, boleh pak minta dikirimkan contoh instrument nya…
    klo bapak bersedia bisa dikirimkan ke email Afnidar.amri@gmail.com. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih

  12. afnidar berkata

    klo bapak tidak keberatan saya minta laporan lengkap bapak di kirimkan ke email saya…
    karena saya sangat membutuhkan saat ini..
    terima kasih…

  13. irin berkata

    Wah benar-benar artikel yang bagus pak. Boleh saya melihat contoh instrumen lengkapnya dan dapus? Mohon dikirim ke email ya pak. Saya ingin sekali mempelajarinya secara lebih detail

  14. irin berkata

    Saya seorang guru dan ingin sekali mengevaluasi kps para siswa. Namun saya belum mengerti benar cara membuat instrumenya agar dpt mengukur secara tepat. Kalau tdk keberatan saya mohon bantuan bapak untuk menunjukan instrumennya, dan dapus lengkap untuk saya pelajari kembali. Terimakasih. Mohon dikirim via email

  15. rimma hasiana nasution berkata

    makasih infonya, pak…
    sangat membantu saya…

  16. ayu berkata

    terimakasih y pak,bagus sekali,,,minta di kirim ke email untuk daftar pustaka,,,,

  17. me berkata

    tulisan Bapak bermanfaat sekali. Terima kasih.
    kalau boleh saya ingin brtanya:
    “jika saya ingin menganalisis KPS (saya menerapkan sebuah model pembelajaran dan menganalisis KPS yang muncul di model pembelajaran tersebut) indikator KPS mana yang harus saya analisis, bolehkah saya hanya mengambil beberapa indikator dari basic KPS kemudian beberapa lagi dari integrated KPS? (saya bingung basic dan integrated itu boleh digabung atau tidak)”

    • Mahmuddin berkata

      Dear Enda, Penerapan KPS dlm pembelajaran memang harus disesuaikan dg konsep/konten/materi atau tujuan pembelajaran, tdk boleh dipaksakan untuk diterapkan secara keseluruhan. Penerapan secara keseluruhan dpt dilakukan melalui pembelajaran praktik atau eksperimen.

  18. Anonymous berkata

    Assalamu’alaykum. Kalau boleh, saya mau bertanya pak. Ada buku tentang keterampilan proses yang bapak tau yang isinya ada pengkategorian tentang keterampilan proses. Begini pak, skarang sya teliti 3 keterampilan proses trus sy mau kategorikan misalnya siswa memperoleh skor 80%-100% untuk ketermpilan mengkomunikasikan trus mau sy kategorikan tinggi, tapi harus ada panduan sy. Mohon bantuannya pak…. trimakasih

  19. marchilia berkata

    terima kasih informasinya pak, sangat bermanfaat.

  20. lina berkata

    tq infonya pak,bermanfaat sekali.sy lg bikin tesis mau mengevaluasi kps siswa,namun masih bingung membuat instrumennya .Mohon bantuan bapak untuk menunjukan instrumennya, dan dapus lengkap untuk saya pelajari kembali. Terimakasih. Mohon dikirim via email

  21. Herie bachtiar berkata

    Assalamu’alaikum Pak Mahmudin, Saya ingin bertanya, alasan instrumen KPS dengan pilihan ganda?
    Terima Kasih, di tunggu jawabannya Pak!

    • Mahmuddin berkata

      Pak Heri, penilaian KPS pilihan ganda dilakukan untuk memudahkan bagi penguji. Tapi pembuatan instrumennya dibutuhkan kecermatan agar jawaban benar-benar menguji pemahaman. Jenis instrumen tes sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Jika membutuhkan gambaran KPS yang lebih deskriptif, lebih baik menggunakan soal uraian atau terbuka.

  22. septi berkata

    assalamualaiku…
    bapa artikelnya cukup membantu…
    boleh saya meminta referensi terbarunya?

  23. Assalamualaikum wr wb iyaa pak,tulisannya sangat bagus.. boleh saya mintak daftar pustaka dan referensi terbaru tentang KPS ini pak?

  24. Cherly Unawekla berkata

    thnks yach…tulisanya…membantu banggetttt…. buat tugas kampus…!!!!!

  25. Yandi Syukri berkata

    mksh banyak pak, tulisan yg sangat membantu
    mhn link daftar pustakanya pak,
    salam dari bengkulu

  26. yuyun berkata

    assalamualaikum wr.wb.
    terima kasih bpk atas tulisannya .
    sy ingin bertanya mengenai KPS, sy sedang mengerjakan skripsi mengenai kps, disini sy bingung utk menentukan kps yg muncul pd pembelajaran dg model inkuiri terbimbing, selain itu sy jg bingung dg pembagian keterampilan dasar & terpadu menurut bbrp ahli, jika bpk berkenan pula bolehkah sy meminta referensi yg bpk gunakan dlm tulisan ini? sy telah mencari-cari buku rustaman, indrawati dan conny semiawan, namun tdk sy dapatkan .
    sebelumnya terima kasih pak .

  27. La Rapati berkata

    Assalam ‘alaikum Pak. Bolehkah saya minta dikirimkn daftar pustakanya.

  28. Anonymous berkata

    bagus sekali artikelnya..mohon email dapusnya pak..terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: