Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Domino Perekat Sosial di Pergantian Tahun

Posted by Mahmuddin pada Januari 2, 2008

dsc02278.jpg 

Malam bergerak perlahan, langit bertabur bintang, di balik bukit tampak awan kemerahan disorot pancaran cahaya bara slake yang sedang dituang di kawasan Plant Site PT. Inco. Sungguh malam  yang indah apalagi di saat menikmati suasana pergantian tahun, seperti yang dilakukan oleh komunitas penghuni Villa Danau Matano (VDM) Soroako. Suasana malam pergantian tahun di Soroako memang sangat berbeda dengan malam-malam yang lain. Hampir di setiap sudut jalanan dan perumahan terdapat orang-orang yang berkumpul sambil bikin acara makan-makan dengan ikan bakar dan ayam bakar. Bahkan acara pergantian tahun yang dipusatkan di Campsite nanti kelihatan ramai setelah pukul 21.30 Wita, di mana warga berdatangan untuk menyaksikan pesta kembang api pada saat pergantian tahun.

Di VDM momen pergantian tahun 2007 –  2008 dirayakan dengan makan malam bersama yang dilanjutkan dengan pertandingan domino.  Acara ini merupakan kolaborasi RT dalam  kompleks  yang disponsori oleh Pengembang VDM dan CV. Farhan yang bermarkas di VDM. Pertandingan domino melibatkan penghuni dan para tukang yang bekerja dalam proyek pengembangan VDM. “kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan silaturahmi tanpa melihat status sosial, sehingga dapat menciptakan keharmonisan dan meningkatkan kerukunan dalam kehidupan masyarakat” ungkap Usman kepala RT1 yang sekaligus koordinator kegiatan. Pertandingan domino diikuti oleh 15 pasangan dengan menggunakan sistem pertandingan setengah kompetisi. Pemain di kelompokkan dalam 3 pool, juara dan runner up masing-masing pool selanjutnya berkompetisi untuk menentukan peringkat juara.  Pasangan Kasim (tukang) dan Agus (penghuni) berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dan meraih juara pertama. Panitia menyerahkan hadiah hiburan berupa baju kaos kepada 5 pasangan dengan nilai tertinggi.

dsc02290.jpg

Meskipun pertandingan domino hanya diikuti oleh kaum lelaki/bapak-bapak, tidak berarti bahwa kaum perempuan/ibu-ibu tidak terlibat. Di bawah koordinasi Ibu Wardoyo (Ketua RT2), para kaum ibu sibuk menyiapkan menu makan malam sejak sore hari serta menyiapkan snack berupa gorengan dan sarabba sebagai penganan yang menghangatkan sampai acara selesai. Beberapa diantara mereka bahkan baru berkenalan dan langsung berakrab ria dalam acara ini. 

Domino sebagai perekat sosial

Sistem permainan yang mudah dipahami sehingga domino dapat dimainkan oleh  semua umur (anak-anak sampai orang tua) menjadikan permainan ini begitu populer bagi masyarakat. Bagi masyarakat di Sulawesi Selatan khususnya di daerah bugis, permainan domino merupakan salah satu wadah yang dapat meningkatkan hubungan silaturahmi.

Dulu, dalam setiap hajatan keluarga (aqiqah, sunatan, pindah rumah, pernikahan, dan lainnya) di kampung-kampung pasti diadakan event pertandingan domino. Informasi tentang adanya even pun menyebar secepat angin dari mulut ke mulut ke seluruh masyarakat bahkan ke kampung lain. Dan masyarakat yang mengetahui even tersebut akan berduyung-duyung datang ke rumah keluarga yang berhajat dengan berjalan kaki di kegelapan malam. Mereka tidak pernah memikirkan nilai hadiah yang diperebutkan. Suasana dalam keramaian menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat kampung yang sehari-hari disibukkan dengan pekerjaan di sawah, kebun atau melaut. Bertemu dengan orang banyak merupakan situasi yang menyenangkan untuk bercengkrama dengan kawan-kawan lama, bertukar pengalaman, dan berdiskusi kecil-kecilan tentang berbagai masalah-masalah sosial. Apalagi tuan rumah pasti menyediakan minimal kue-kue “pasauh” serta minuman kopi/teh yang menambah hangatnya suasana.

 dsc02286.jpg

Bagi keluarga yang punya hajatan, mereka dengan senang hati melayani para tetamu yang datang pada acara domino. Menciptakan suasana yang menghadirkan banyak orang dan menyenangkan hatinya, memberikan nilai sosial dan psikologis tersendiri bagi keluarga bersangkutan. Menurut para orang tua yang memahami tradisi ini, rasa senang dan bahagia yang dirasakan oleh setiap orang yang hadir dalam pertandingan domino tersebut dapat memberikan “Sennu-sennuang” yang baik bagi kesuksesan hajatan keluarga.

Dalam kehidupan sehari-hari, domino digunakan sebagai hiburan yang tidak membosankan. Petugas Kamling yang berjaga di malam hari, mahasiswa yang sering begadang sampai orang yang berpuasa di bulan ramadhan pun banyak yang mengisi waktu dengan bermain domino agar tidak bosan. Di era sekarang, masyarakat semakin kreatif untuk menciptakan event pertandingan domino. Misalnya saja dalam acara pergantian tahun, peringatan 17-an, atau perayaan-perayaan lainnya biasanya dimanfaatkan sebagai momen untuk bermain domino. Bahkan para politisi yang akan ikut Pilkada pun, seringkali menjadikan even pertandingan domino sebagai ajang untuk berkampanye. Betapa tidak, hadiah menarik yang disediakan pasti akan menggiurkan banyak warga dan umumnya yang hadir adalah mereka yang memiliki hak pilih.

Disadari atau tidak, domino dapat menciptakan even yang memiliki dampak sosial yang sangat baik bagi kedamaian masyarakat. Pertandingan Domino merupakan salah satu even kompetisi yang tidak pernah berakhir dengan pertikaian atas hasilnya. Artinya, domino memberikan pembelajaran sportivitas yang tinggi bagi pemainnya. Sehingga domino dapat menjadi alternative dalam upaya menciptakan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

10 Tanggapan to “Domino Perekat Sosial di Pergantian Tahun”

  1. sultanhabnoer said

    Domino ini sebetulnya bagus buat tambah-tambah penghasilan…

  2. mahmuddin said

    he..he…he… maksudnya bisa dipake berjudi???

  3. N-dee said

    Setuju…!!! Domino bisa buat nambah penghasilan (dalam bentuk barang / hadiah)…
    Terbukti, dulu setiap acara arisan kantor kami, diadakan pertandingan domino bagi bapak-bapak.
    Ternyata ada teman kami yg rutin juara sehingga kami mengambil kesimpulan bahwa “Domino juga bisa buat nambah penghasilan”… He…he…he…

  4. daengrusle said

    hehehe
    domino bis ajadi prasarana sosial untuk membantu merekatkan yg renggang di masyarakat
    jadi jangan buru2 berprasangka buruk dgn domino..:)

  5. Mas Budi said

    wah saya jadi inget waktu masih di pontada [1998-2004]…..inilah aktifitas yang dimainkan para bujangan YPS

  6. Sudah saatnya kita tinggalkan hal2 yang sia-sia seperti domino, meskipun hal itu katanya sih sebagai perekat sosial, tapi saya kira justru menjadi ajang judi nantinya jika sudah bosan dengan main-main biasa saja…ingat itu, pasti suatu saat bosan kalo tidak ada sesuatu yang menggiurkan untuk dilakukan minimal ada duit yang dihasilkan….. ok ?

    • prodomino said

      Santai ajalah, koq hidup jadinya serba serius, ntar cepet tua loh hehe, kalo memang mentalnya judi mah apa aja bisa jadi alat berjudi dan main kartu seperti domino nggak identik dengan berjudi hehehe… peace ah!!!

  7. Mahmuddin said

    Saya setuju Kesia-siaan mutlak ditinggalkan. Namun, terkadang diperlukan dalam kadar terukur, asalkan kesia-siaan tersebut bukanlah menjadi subtansi. Kalau sudah menuju ke hobby apalagi pencaharian, harus dibrantas.

  8. ken said

    domino o.k juga tuh. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: