Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Cinta Allout

Posted by Mahmuddin pada Januari 4, 2008

furqan.jpg 

Orang tua mana yang tidak merasa senang dan bahagia melihat anaknya lincah dan cerdas. Apalagi diusia anak yang masih balita dan menunjukkan kemajuan yang sangat baik. lucu dan menggemaskan, itulah kata yang sering diucapkan oleh para pencinta anak.

Betapa besarnya tanggung jawab sebagai orang tua. Anak merupakan titipan amanah dari Allah, sekaligus menjadi harapan penerus generasi. Secara materil, segala kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya harus dapat dipenuhi. dan Secara psikologis anak membutuhkan kasih sayang dan cinta yang tulus. Mereka butuh bimbingan untuk memudahkan belajar dan mengenal lingkungan, butuh figur yang dapat menjadi panutan hidup.

Demikian halnya dengan kami, kedua putra kami (Rahmat & Furqan) kian hari menunjukkan perkembangan pengetahuan yang seringkali membuat kami kagum dan kaget. Kami kagum atas pencapaian daya belajar, tapi kadang membuat kami kaget karena tidak menyangka akan hal yang dicapainya. Rahasia Tuhan memang sangat nyata pada bayi.

Mereka seolah menyadari akan hak-hak yang dimiliki pada orang tuanya. mereka menuntut perhatian, menuntut kebersamaan yang lebih banyak, menuntut kasih sayang yang tulus dari kami. Tetapi kenyataannya, kami sebagai orang sangat disibukkan oleh pekerjaan kantor. Saya yang punya jam kerja pukul 07.30 – 15.30 praktis hanya bisa bersama mereka sebelum tidur malam dan setelah bangun pagi. Itupun seringkali membawa pekerjaan kantor untuk diselesaikan di rumah. Sementara itu, istri saya yang juga Guru di sekolah negeri akhir-akhir ini lebih banyak waktunya untuk mengurus administrasi keuangan sekolah karena jabatannya sebagai bendahara. Dan karena fasilitas sekolah belum memadai, maka semua pekerjaan tersebut harus diselesaikan di rumah. Belum lagi rasa lelah dan beban pikiran yang ditimbulkannya. Kapan waktu buat Anak???

Saya kemudian menyadari atas situasi yang tidak dikehendaki oleh anak-anak kami ini. Kami tidak lagi bisa bebas bercengkrama bersama karena lebih disibukkan oleh pekerjaan kantor. Setelah merengungkan berbagai alternatif, saya sampai pada kesimpulan bahwa hak anak harus kami penuhi, kasih sayang dan cinta kami harus allout buat mereka. Setiap momen kebersamaan kami harus bermakna buat mereka. Dan sebagai ayah, saya tidak lagi boleh membawa pekerjaan kantor untuk diselesaikan di rumah, kecuali Emergency. (pake kecuali lagi!!!)

Kami sangat mencintaimu anakku….!!!

4 Tanggapan to “Cinta Allout”

  1. pank said

    wahh..jd pengen nikah cepat pak..dgr ceritax…

  2. ivanbatara said

    Assalamu’alaikum Pak Mahmuddin

    Barakallahu fikum.
    ada mi anak tak pak, Bee,padahal dulu kita ketemu masih bujang.
    kita’ ingat kak pak??? pasti tidak.

    kita dulu pernah sampingan kamar di desingel.halah, padahal cuma jagain t4nya P’ Ja’far. ituloh pak yang tiga sekawan yang jaga rumahnya P’Ja’far, yang kita’ juga akhirnya pergi. dan kita jajh mi juga kamar tak di desingel. pokoke saya kenal ki (maksa).

    semoga cepat nambah anaknya pak, dan tumbuh menjadi anak-anak yang berbakti kepada kedua Orang Tua, dan menjadi anak yang Shaleh. Amin

  3. mahmuddin said

    iya… pastinya saya tetap ingat sama Ivan dkk. ada jejak kamu di PC saya tapi sayangnya hardisknya sudah tidak bisa terbaca karena serangan virus. udah hebat skarng yah??? jangan lupa untuk slalu memberi kabar. salam teman2 untuk yang lain.

  4. daengrusle said

    iya, saya juga takjub dgn perkembangan anak kecil

    di usinya yg masih 2 tahun lebih dikit, Mahdi-ku sudha bisa menghapal nama2 sepupu, dan sudah bisa mengingat waja orang..

    luar biasa…!

    Allah, Maha Besar Engkau!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: