Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Sorowako Purnama di Satu Muharram

Posted by Mahmuddin pada Januari 14, 2008

Bulan di langit ufuk barat tampak seperti sabit tipis, muncul bersamaan di saat tenggelamnya matahari. Namun pada esok hari, di Sorowako bulan seolah tampak purnama di siang hari. Cahaya ilahi terik terasa oleh aura positif dari refleksi keimanan dan ketaqwaan di momen penting bersejarah. “Jika anda ingin menciptakan perubahan yang berarti bagi kehidupanmu, maka kamu harus hijrah. Berhijrahlah dari cara hidupmu saat ini, menunju cara hidup yang sesuai dengan tuntunan kebenaran dan keridhoan sang Khalik” pesan mubaliq.

Perjalanan waktu merupakan salah satu Sunnatullah. Detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun terus berjalan tanpai jedah. Tidak pula pernah akan kembali berulang, saat-saat di mana momen kisah hidup tercipta dan misteri hari esok tersingkap satu demi satu. Hingga di penghujung akhir tahun, membuat kita tenggelam dalam renungan akan makna satu tahun kehidupan yang telah dilewati. Setahun yang penuh dosa dan maksiat, terpisah dari kehidupan spiritual yang memuliakan. Akankah pengalaman hidup itu tertobatkan oleh dirinya dengan tekad menuju kebenaran atau malah jadi citra diri yang “dibanggakan”. Pilihan akan menentukan biografi yang akan terskenario dalam perjalanan hidup di tahun dan masa yang akan datang.

Pada abad 6 Masehi (sekitar 1429 tahun yang lalu), Muhammad SAW telah mengambil sebuah keputusan yang sangat monumental yaitu ber-HIJRAH. Bersama dengan keluarga dan para pengikutnya, mereka berhijrah dari Mekkah ke Medinah untuk membangun basis perjuangan misi kenabian dan kerasulan. Dengan kegigihan dan kesabarannya, dia berhasil mengubah peradaban dunia hingga akhir hidupnya. Simbol bulan sabit menunjukkan persentasi dunia yang telah mendapatkan pencerahan oleh perubahan yang diwariskan. Dengan harapan bulan sabit akan tumbuh dan berkembang menjadi purnama yang menerangi bumi dengan cahaya ilahi. Inilah harapan mereka yang tetap dapat dirasakan oleh sebagian dari mereka yang meyakininya sampai saat ini bahkan hingga di akhir zaman.

Begitu besar efek positif yang ditimbulkan oleh keputusan hijrah tersebut, sehingga momentum kehijrahan dijadikan sebagai dasar penamaan tahun oleh para intelektual saat itu. Disebutlah dengan nama tahun hijriah/tahun kamariah. Sistem penanggalan dalam tahun ini, menggunakan perputaran bulan mengelilingi bumi sebagai dasar penanggalan, di mana satu kali edar membutuhkan waktu 29,5 hari atau dibulatkan jadi 30 hari. Sehingga jumlah hari dalam setiap bulan dalam tahun hijriah, terdiri atas 29 atau 30 hari. Sedangkan jumlah bulan sama dengan tahun masehi yaitu 12 bulan/tahun.

Tahun Hijriah hanya digunakan oleh umat islam sehingga tahun hijriah juga dikenal dengan tahun islam. Islam menggunakan penanggalan dalam tahun ini sebagai dasar dalam pelaksanaan berbagai syariat agama. Misalnya berpuasa di bulan ramadhan, berhaji di bulan zulhijjah, dan lain sebagainya.

Islam menganjurkan perayaan atau peringatan hari-hari tertentu dengan memberikan makna dan nilai-nilai khusus yang dicapai dalam momentumnya. Demikian halnya, islam tidak menganjurkan melakukan perayaan atau peringatan pada waktu-waktu yang tidak disunnahkan. Misalnya, perayaan malam pergantian tahun hijriah bukan termasuk yang disunnahkan. Namun, setiap orang dapat saja menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan perenungan dan refleksi diri terhadap perjalanan waktu dan usia yang telah dilewatinya. Sehingga dapat menyiapkan tekad baru perubahan-perubahan dalam kebaikan untuk menyambut hari esok dan masa depan.

Serbuan budaya barat telah terinfiltrasi dalam dari setiap muslim. Disadari atau tidak, dalam pelbagai aktivitas telah menimbulkan pengaruh yang dahsyat terutama bagi generasi muda. Hal inilah yang dijadikan dasar oleh tokoh agama islam di Sorowako akan pentingya melekatkan identitas aqidah dan akhlak mulia pada diri generasi muda islam. Setiap anak harus tahu dan faham akan syariat agamanya. Sehingga dalam situasi dan kondisi apapun, tetap konsisten dan istiqamah dengan keimanannya.

Pada momentum tahun baru 1 Muharram 1429 Hijriah yang bertepatan dengan 10 Januari 2008, Sorowako disemarakkan dengan berbagai aktivitas baik yang dikoordinir oleh Yayasan Pendidikan Rohani Islam (YPRI Ikhwanul Ummah) maupun yang oleh Organisasi Rohani Islam (Rohis SMP YPS). Kegiatan yang dilakukan oleh YPRI pada kali ini dipusatkan di mesjid Al Fath Pontada. Di mana pada malam 1 Muharram, kegiatan dilakukan dalam bentuk makan malam bersama dan ceramah agama dengan menghadirkan ustadz/mubaliq dari Makassar.

Pada hari esoknya, kegiatan dilakukan dalam bentuk pawai keliling, pertandingan dan lomba olahraga antar KKM. Di antaranya volley, tarik tambang, futsal, lari kelereng, dan lainnya. Kegiatan ini melibatkan anak-anak, wanita dan orang dewasa dari KKM se Sorowako. Kegiatan di akhiri dengan pemotongan kambing dan makan bersama. Semua yang hadir merasakan kegembiraan dan keakraban dalam kebersamaan.

Sementara itu, di Sorowako tampak aktivitas semarak dengan pawai keliling jalan utama dalam pemukiman yang dilakukan oleh siswa-siswa SMP YPS. Rombongan barisan pawai mendapatkan pengawalan mobil polisi dari Polsek Nuha. Bahkan corong mobil polisi sekaligus dimanfaatkan sebagai pengeras suara oleh Guru Pembina dalam menyampaikan pesan-pesan moral awal tahun kepada masyarakat Sorowako. Berbagai kegiatan positif lainnya dilakukan oleh siswa di dalam lingkungan sekolah. Terdiri atas empat yaitu lomba puitisasi Al Quran, Lomba Menyusun Ayat, Lomba Pidato dan Lomba Kaligrafi yang diikuti oleh semua siswa.

“Pergantian tahun berarti bertambahnya usia kita dan semakin dekatnya kita akan kematian, sehingga momen tahun baru hijriah ini mari kita mengintrospeksi akan amalan dan ibadah yang telah kita lakukan. Gapailah keuntungan yang hidup dengan menciptakan hari esok yang lebih baik. Mari tingkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan beramar ma’ruf dan nahi mungkar’’. Demikian pesan yang disampaikan oleh salah seorang siswa peserta lomba pidato pergantian tahun.

Satu Tanggapan to “Sorowako Purnama di Satu Muharram”

  1. daengrusle said


    Pergantian tahun berarti bertambahnya usia kita dan semakin dekatnya kita akan kematian, sehingga momen tahun baru hijriah ini mari kita mengintrospeksi akan amalan dan ibadah yang telah kita lakukan
    ..

    amin,
    iya ini adalah momen introspeksi daeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: