Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

FITNA bukan FITNAH

Posted by Mahmuddin pada April 4, 2008

 

aksi.jpg

 

 

Ketika Geert Wilders – Sang Atheis dan salah seorang anggota parlemen Belanda dari partai kebebasan – meluncurkan karya film documenter “FITNA” melalui internet, muncul gejolak penolakan. Penolakan berasal kalangan politisi, kelompok masyarakat dan terutama dari kalangan tokoh umat beragama. yang menganggap film tersebut sebagai karya provokatif yang dapat memicu ketegangan global. Puncaknya Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB mengesahkan resolusi yang mengecam penistaan terhadap agama. Dewan HAM PBB juga meminta pemerintahan masing-masing negara melarang penggunaan media yang tidak toleran serta diskriminatif terhadap Islam dan agama lainnya.

Film FITNA yang berdurasi 15 menit tersebut, berisikan adegan teror berupa pengeboman, pembakaran dan pembunuhan kaum kulit putih, dan Yahudi yang menurutnya  dilakukan oleh umat Islam dalam berbagai moment. Diawali dengan sampul kitab suci Al Quran, setelah itu menampilkan karikatur Muhammad yang kepalanya berupa Bom (karya orang Denmark). Dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al Quran surah 8 ayat 60 yang disambung dengan cuplikan pengeboman WTC New York, 11 September 2001 dan adegan-adegan selanjutnya yang sangat provokatif.

FITNA merupakan sebuah karya publikasi yang sangat berani. Ketika dunia berjuang menormalisasi situasi global yang cenderung mendeskreditkan Islam sebagai teroris dan identik dengan kekerasan, Wilders malah merilis karya yang dapat memicu ketegangan bahkan konflik yang lebih meluas. Wilders sendiri menganggap bahwa karyanya merupakan bentuk “keprihatinan” yang mendalam atas kekejaman yang dilakukan orang islam di dunia saat ini. Bahkan Wilders menyebutkan bahwa film FITNA sebagai peringatan terakhir sebelum Belanda dan Eropa dikuasai Islam. 

Kekhawatiran dunia yang paling besar saat ini adalah reaksi secara global yang kemungkinan dapat dilakukan oleh kelompok ekstrimis islam sebagai bentuk balas dendam atas FITNA. Gejala ini semakin terasa, ketika pemimpin nomor 2 kelompok AlQaeda menyampaikan kabar bahwa Osama Bin Laden dalam keadaan sehat. Berita ini seolah-olah menyatakan bahwa Al Qaeda akan segera melakukan serangan balas dendam. Yang boleh jadi, Belanda dan segala yang berhubungan dengannya akan menjadi target.

Sebagai umat islam yang awam, saya melihat FITNA sebagai fakta. Rekaman dokumentasi peristiwa yang dimuat adalah kenyataan yang ada saat ini. Entah itu dilakukan oleh orang yang benar-benar islam atau bukan, yang pasti bahwa berbagai kasus yang dianggap sebagai terror di dunia saat ini, banyak dilakukan oleh orang-orang dan kelompok yang mengatasnamakan islam. Adapun ayat-ayat di setir sebagai dalil dalam FITNA merupakan interpretasi yang dilakukan secara sewenang-wenang oleh Widers. Pemahaman yang dangkal dan keliru, dia gunakan untuk membuat justifikasi sendiri terhadap karyanya.

Terlepas dari niat “baik” Wilders bagi Belanda dan Bangsa-bangsa Eropa namun menyakiti hati Umat Islam dunia, FITNA adalah sebuah realitas yang harus diakui dan disadari oleh umat islam. FITNA lahir dari persepsi yang terbentuk dari berbagai situasi yang dibaca oleh Wilders. FITNA dan Wilders hanyalah satu dari sekian banyak persepsi terhadap Islam di dunia saat ini. Dan hal tersebut merupakan situasi yang diciptakan sendiri oleh kita sebagai umat Islam.

Islam bukan untuk Islam tapi Islam untuk semua. Islam sebagai Rahmatan Lil Aalamiin. Maka menjadi tanggung jawab umat islam dunia, untuk menyampaikan islam terutama kepada seluruh ummat manusia termasuk Wilders. Islam dengan pemahaman yang benar, bukan pemahaman yang terbentuk oleh fakta yang menyakitkan. Agar alam semesta dapat merasakan bukti kekhalifaan manusia di muka bumi.

Apa yang anda telah lakukan untuk menyampaikan Islam yang benar kepada Dunia????

Satu aksi nyata yang benar jauh lebih berharga dari pada sejuta kata.

 

 

5 Tanggapan to “FITNA bukan FITNAH”

  1. Landy said

    “ Ya Allah dzat yang membolak-balikan hati , tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, Ya Allah tampakanlah pada kami kebenaran sebagai kebenaran, dan anugerahkanlah pada kami untuk mengikutinya, serta tampakkan pada kami kebatilan itu sebagai kebatilan dan anugerahkan pada kami untuk menjauhinya. Ya Allah teguhkanlah kami sebagaimana kau teguhkan Musa as, ya Allah tolonglah kami sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya kau tolong, Ya Allah berilah hidayah pada kami, keluarga kami, anak keturunan kami dan kepada seluruh Ummat Nabi Muhammad saw. Jadikanlah dakwah sebagai maksud hidup kami, dan matikanlah kami dalam dakwah, Ya Allah, lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam, ” amien…amien…amien.”

  2. dwi s adhi said

    saya tidak mau diam saya sudah subtitle-kan film tersebut dalam bahasa indonesia dan serta sdh saya beri komentar ayat mana juga yang harus di baca berkaitan dengan ayat yang difitnah oleh wilders hal tersebut saya tujukan bagi penonton non muslim agar lebih subjektif….untuk sementara film tersebut hanya saya berikan ekslusif pada rekan2 saya saja…..

  3. menggugat said

    Umat Islam sebaiknya menelaah dulu apa yang datang padanya. Sebenarnya “Geert Wilders” yang emosional ingin menayangkan bahwa Islam adalah terorisme, melalui potongan ayat Al Quran yang di artikan secara gegabah dan tanpa kajian yang benar. Maka apakah kita hadapi dengan emosi pula. Tapi bagaimana dengan sikap kita semestinya, apa tetap saja menerima apa adanya, sebagaimana yang sama sekali tidak faham dan tidak bisa membedakan mana itu agama dan yang bukan.

    Kekhawatiran demi kekhawatiran telah tumbuh dari siapapun orangnya, bila kita tidak waspada maka akan tergilas oleh kekhawatiran itu sendiri.

    Seperti yang digambarkan oleh Joe dalam bognya http://diary.satchdesign.com/?p=50

    khawatir akan tumbuhnya sikap kejam dan anarkis olah kebodohan ummat Islam, sesuai dengan surat an-Nisa’: 140 yang tertera diatas. Bahkan dia mengibaratkan kalau ada yang memakinya, coba kita simak saja tulisan Joe:

    “Joe, kampret kowe! Jadi manusia, kok, bisanya cuma misuh aja? Mulut nggak ditata! Mau jadi apa kamu nanti kalo sudah diwisuda?!”

    Maka aku pun menjawab, “Heh! Laknat kowe! Berani-beraninya kamu ngomong kayak gitu, dasar anak haram! Apa buktinya, babi?! Ngomong itu dipikir dulu, kadal bercula! Mbahmu salto, berani-beraninya bilang aku suka misuh. Dasar anak lonte, nenekmu perek, adikmu sundal, bapakmu germo! Anjing sampeyan! Biawak! Telek kecoak! Bunglon bunting! Muka kayak gorila beraninya nuduh aku yang bukan-bukan. Dasar kuda nil, monyet sinting, komodo, dinosaurus, masthodon, pterodactyl, triceratops, harimau sabretooth, tyranosaurus-rex!!!”

    Demikian kekhawatiran Joe pada orang Islam, bila ada yang mengusiknya maka secara spontan akan latah dan bahkan akan bersikap melebihi dan tanpa kontrol.

    Masalah kekhawatinan, Syeh Muhammad Abduhpun khawatir dengan pernyataannya bahwa ”al-islam mahjub bi al muslimin” , bahwa rusaknya Islam oleh orang muslim sendiri (karena kebodohannya).

    Kekhawatiran Rasulullah SAW pada nasib orang Islam yang akan terpecah menjadi 73 golongan dan semua golongan itu akan masuk neraka (lantaran kebodohannya). Kecuali yang mau mengkaji Islam dan mau mengikutinya.

    Wassalam

  4. heuuu…nama saya disebut2 di sini, kekekekeke😛

  5. pak Mahmudin artikel2 berbobot ya bacanya harus serius nih blognya oke….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: