Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Soroako Rawan Sakit

Posted by Mahmuddin pada Agustus 13, 2009

Beberapa minggu terakhir ini, Soroako menjadi terasa “panas”. Setidaknya ada dua isu penting yang menjadi penyebab meningkatnya suhu atmosfer kehidupan di Soroako yang sedang aktual yaitu, isu PHK karyawan oleh PT. Inco dan perubahan cuaca lokal yang menyebabkan terjangkitnya penyakit pada banyak penduduk.

Isu PHK karyawan telah direspon oleh masyarakat asli Soroako dengan melakukan aksi demonstrasi selama 2 minggu. Aksi demonstrasi ini menjadi pilihan negosiasi, oleh karena banyaknya anggota komunitas yang terancam terkena PHK. Beberapa hal lain juga menjadi akumulasi tuntutan yang bagi terciptanya lingkungan yang kondusif bagi perkembangan kehidupan komunitas di Soroako. Namun, berkat negosiasi yang alat antara kedua pihak, akhirnya berhasil mendapatkan keputusan yang berterima bagi semua pihak. 

Sedangkan isu perubahan cuaca lokal, isu yang  sesungguhnya ingin menjadi fokus dalam tulisan ini menjadi kabar yang meresahkan bagi seluruh komunitas di Soroako sampai saat ini. Mungkinkah perubahan cuaca lokal ini terkait dengan adanya efek penyimpangan iklim global? So.. sedikit banyaknya pasti ada kaitannya. Namun yang terpenting adalah apa sesungguhnya yang terjadi??

Secara ekologis, setiap perubahan yang terjadi pada lingkungan pasti berpengaruh pada organisme (termasuk manusia). Organisme akan merespon perubahan sesuai dengan kemampuannya untuk tetap survive. Perubahan diterima sebagai stimulus, selanjutnya diinterpretasikan dan diputuskan tanggapan atau respon yang harus dilakukan. Karena setiap organisme memiliki lingkungan yang spesifik bagi dirinya maka Respon yang diberikan terhadap setiap perubahan juga bersifat spesifik bagi setiap organisme.

Sebagai contoh, ada mikroorganisme yang hidup pada suhu optimum 37 C, ketika terjadi penambahan atau pengurangan suhu dapat berakibat pada terhambatnya metabolisme selulernya. Sehingga mikroorganisme ini, harus meresponnya dengan membentuk pelindung diri dan mungkin saja ada yang inaktif. Ketika suhu kembali pada suhu optimum, dia bisa aktif kembali. Dengan aktifnya kembali dari kondisi inaktif, maka aktivitas dan pertumbuhan populasi akan kembali membentuk kurva zigmoid. Jika proses ini terjadi pada tubuh manusia, di mana pada saat yang sama sedang melakukan penyesuaian lingkungan maka sangat mungkin menyebabkan terjadi sakit bagi tubuh.

Perubahan cuaca lokal di Soroako akhir-akhir ini, memang sangat terasa seperti pancaroba di mana kondisi udara secara fisik terasa tidak stabil seperti biasanya. Pagi hari rasanya sangat dingin, siang hari terasa panas dan malam hari terasa pengab. Perubahan lingkungan secara fisik ini, telah memicu respon fisiologi pada tubuh. Seperti, proses metabolisme untuk menghasilkan energi dan kalor. Respon fisiologi ini membutuhkan energi dan katalisator yang cukup bagi proses metabolisme yang frekuensi dan intensitasnya meningkat. Ssehingga proses ini membutuhkan suplay bahan dasar dan zat pengatur yang cukup. Ketika proses dankebutuhan tidak berimbang, maka bisa berefek pada menurunnya kemampuan tubuh untuk merespon secara tepat. Kondisi seperti ini, biasanya menjadi titik kritis bagi proses integrasi kuman pada tubuh dan pada tahap tertentu mampu melakukan intervensi yang membahayakan bagi tubuh.

Minggu pertama Agustus yang lalu seolah menjadi puncak dari kurva zigmoid perkembangan kuman pada tubuh. Dalam data kesiswaan di SMP YPS Singkole, tercatat siswa yang sakit pada awal pekan mencapai angka 70-an orang. Kabar yang lebih, disampaikan oleh mereka yang datang berobat ke rumah sakit PT. Inco di Soroako (RS. PTI) bahwa pasien yang mengantri untuk berobat sangat banyak. Sehingga ruang tunggu dan lorong-lorong rumah sakit penuh pasien menunggu giliran bertemu dokter. Penyakitnya hampir semua sama yaitu, panas dingin. Kabar lain juga diketahui, bahwa banyak pasien yang tidak dapat ditangani di RS. PTI sehingga harus dirujuk dan dikirim ke Makassar untuk berobat.

Sakit

Sepertinya kondisi ini masih berlangsung, sehingga membutuhkan perhatian dan kewaspadaan bagi seluruh komunitas di Soroako. Perubahan apapun yang terjadi pada lingkungan, kiranya dapat direspon secara tepat, arif dan bijaksana. Hal ini, kiranya juga dapat menjadi pelajaran bagi komunitas ini agar bersikap lebih arif  terhadap lingkungan hidup yang secara pasti memberi dukungan total abgi  kehidupan di permukaan bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: