Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Metabolisme dan Cekaman pada Tubuh Makhluk Hidup

Posted by Mahmuddin pada September 30, 2009

Kehidupan makhluk hidup merupakan suatu sistem yang terbuka. Suatu organisme adalah sebuah contoh, di mana suatu tubuh organisme melakukan interaksi transformasi materi dan energi dengan lingkungannya. Lingkungan organisme meliputi organisme lain dan faktor-faktor tak hidup lainnya.

Dengan demikian, suatu organisme membutuhkan penyediaan materi dan energi yang tetap dari lingkungannya agar dapat tetap hidup. Bagi tumbuhan, materi dan energi dapat diserap dari lingkungan melalui proses sintesis biokimiawi yang bersifat khusus. Sedangkan bagi sejumlah besar organisme, penyediaan materi dan satu-satunya penyediaan energi berasal dari molekul organik yang dimakannya. Nutrisi yang seluruhnya tergantung pada molekul organik yang telah terbentuk sebelumnya disebut hterotrofik dan organisme yang memanfaatkan makanan jenis ini disebut heterotrof (Kimball, 2001).

Sebuah contoh, suatu tumbuhan memiliki akar yang menyerap air dan mineral dari tanah, dan kemudian daunnya mengambil karbondioksida dari udara. Energi matahari yang diserap klorofil, memicu fotosintesis, yang mengubah air dan karbondioksida menjadi gula dan oksigen. Tumbuhan kemudian melepas oksigen ke udara. Baik organisme maupun lingkungannya terpengaruh oleh interaksi yang terjadi di antara tumbuhan mereka. Banyaknya interaksi antara organisme dan lingkungannya ini, sehingga terjalin membentuk susunan dari suatu ekosistem. Menurut Campbell (2002), pertukaran energi antara organisem dan lingkungannya meliputi transformasi dari satu bentuk ke bentuk energi lain.

Organisme memiliki kemampuan mengambil energi yang berguna dari molekul-molekul bahan bakar seperti gula. Sel-sel tubuh organisme dapat menguraikan molekul tersebut dalam serangkaian reaksi kimiawi yang sangat teratur. Menurut Campbell (2002), pengaturan reaksi-reaksi kimiawi dalam sel terpusat pada molekul-molekul protein yang disebut enzim. Enzim memiliki peran sebagai katalisator yang dapat mempercepat reaksi kimiawi yang dihasilkan oleh sel.  Banyak proses biologi berjalan dengan sendirinya, bekerja melalui suatu mekanisme “umpan balik”, di mana keluaran atau produk dari sebuah proses mengatur kembali prose situ.

Secara keseluruhan, metabolisme dikaitkan dengan pengaturan sumber daya materi dan energi dari sel. Beberapa jalur metabolisme membebaskan energi dengan cara merombak molekul-molekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana (jalur katabolik). Proses utama katabolisme adalah respirasi seluler, di mana gula glukosa dan bahan organik lainnya dirombak menjadi karbondioksida dan air. Setelah itu, energi yang tersimpan dalam molekul organik dapat digunakan untuk aktivitas sel. Kebalikan dari hal tersebut adalah proses memakai energi untuk membangun molekul kompleks dari molekul-molekul yang lebih sederhana yang disebut anabolisme.

Lingkungan merupakan faktor pengontrol dan pembatas secara alamiah bagi makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya. Keberadaan faktor lingkungan yang tidak dapat dikendalikan oleh makhluk hidup dapat bersifat sebagai cekaman bagi kehidupan. Misalnya, Tumbuhan sebagai organisme autotrof memiliki faktor ketergantungan yang sangat tinggi tehadap cahaya, air dan karbondioksida untuk fotosintesis. Sehingga kehidupan tumbuhan maupun hewan dipengaruhi oleh faktor abiotik dan biotic lainnya secara kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: