Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Authentic Happines (Kebahagiaan Sejati)

Posted by Mahmuddin pada September 1, 2010

Dirimu, sama seperti semua orang di seluruh alam raya, berhak atas cinta dan kasih sayangmu.–BUDDHA

Semua orang mencari kebahagiaan dalam hidupnya. Kebahagiaan pun ditemukan dalam berbagai bentuk. Namun, seringkali kebahagiaan yang dirasakan oleh kita hanya bersifat sementara, dan selanjutnya berganti dengan kegelisahan dan kegundahan. Oleh karena itu,  beberapa peneliti terkemuka di bidang psikologi positif—antara lain Sonja Lyubomirsku, Ed Diener, dan Martin Seligman—telah menemukan formula kebahagiaan yang dirumuskan sebagai berikut:

H = S + C + V

Menurut para peneliti itu, ada tiga faktor spesifik yang menentukan kebahagiaan (H, happiness) yaitu Pertama, S (set point); kedua, C (conditions of living.); dan ketiga, V (voluntary activities). Kebahagiaan adalah akumulasi dari ketiga faktor spesifik tersebut.

  1. S atau titik awal terkait dengan otak. “Orang yang tidak bahagia memiliki mekanisme otak yang cenderung menafsirkan berbagai situasi sebagai masalah. Sebaliknya, orang yang bahagia memiliki mekanisme otak yang menafsirkan situasi yang sama sebagai peluang.” Yang mengejutkan, titik awal ini sebagian bersifat genetis (keturunan).
  2. C atau kondisi kehidupan terkait dengan peristiwa-peristiwa yang dialami seseorang. Bagaimana kemampuan seseorang beradaptasi dengan keadaan lingkungan dan peristiwa yang dialaminya sangat menentukan tingkat kebahagiaannya. “Hal buruk bisa terjadi kepada siapa pun, namun kemampuan beradaptasilah yang menentukan apakah hal buruk itu dapat membawa ke arah kebahagiaan atau penderitaan.” Yang menarik, di ranah ini ada istilah “eustress”—stres yang diakibatkan oleh pengalaman yang menyenangkan (mendapat lotere, misalnya).
  3. V atau kegiatan sukarela—biasanya bersifat sosial. “Hampir 50% formula kebahagiaan ini bergantung pada faktor ketiga atau V ini. Ini merupakan kegiatan yang kita pilih untuk kita lakukan setiap hari. Jika kita memilih kegiatan yang dapat membahagiakan orang lain, itu berarti kita telah memilih jalur cepat menuju kebahagiaan sejati.”

Menurut para peneliti kebahagiaan, bagi siapapun yang menghendaki pencapaian kebahagiaan, mulailah mengakumulasikan hal-hal tersebut di atas. Semakin tinggi nilai akumulasinya, semakin tinggi taraf kebahagiaan yang akan kita rasakan.

Namun, bagi kita sebagai muslim apatahlagi dalam bulan ramadhan ini, terdapat 2 kebahagiaan yang telah dijanjikan Tuhan kepada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Pertama, kebahagiaan atas nikmat yang dirasakan saat berbuka puasa; kedua, kebahagiaan saat kita bertemu dengan Tuhan.

Setiap hari, kebahagiaan yang pertama telah dapat kita rasakan. Tetapi, untuk mendapat kebahagiaan yang kedua kita hanya mungkin mendapatkan melalui dua cara yaitu pertama, mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah yang ikhlas dan khusyu’; kedua, mati.

Kebahagiaan atas ibadah yang ikhlas dan khusyu’ hanya dapat diperoleh dengan keimanan. Dan, kebahagiaan atas kematian yang kita alami pun sangat ditentukan oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan. Bagi orang yang mencapai predikat taqwa, jelaslah janji Allah bagi manusia hanya Surga Firdauz yang pantas baginya. Segala kenikmatan yang dimiliki oleh Allah kelak akan disajikan dalam Surga Firdauz.

Formulasi kebahagiaan yang dikonstruksi oleh para peneliti psikologi tersebut sangat sesuai dengan kebahagiaan dalam konsep keislaman. Oleh karena itu, mencari kebahagiaan yang sejati (authentic happines) kita harus kembali kepada diri sendiri. Mengaktualisasi hakikat kemanusiaan kita sebagai makhluk paling mulia yang diciptakan Allah, yang menjadi khlifatullah di permukaan bumi dan menjadi Rahmatan Lil alamin.

Insya Allah………..!!

Tulisan di atas sebagian dikutip dari tulisan Hernowo”Ramadhan 22″

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: