Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Soal Ujian Nasional 2011 Bocor???

Posted by Mahmuddin pada April 1, 2011

Ujian nasional telah menjadi agenda tahunan dunia pendidikan di Republik ini. Bahkan oleh beberapa daerah menganggapnya sebagai hajatan besar. Oleh karena telah menjadi hajatan maka segala upaya dapat dilakukan untuk kesuksesannya. Betapa tidak, ujian nasional telah menjadi momok bagi siswa dan orang tua dalam beberapa tahun terakhir ini. Ujian nasional seolah menjadi penentu masa depan dan satu-satunya indikator kompetensi yang dimiliki Anak setelah mengikuti proses pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Oleh karena itu, setiap kali penyelenggaraan ujian nasional terjadi penyelewangan dan kecurangan. Mulai dari aksi individual guru sampai aksi terorganisir di sekolah atau di tingkat rayon bahkan tingkat kabupaten. Mulai dari aksi contek-contekan di kelas sampai aksi memburu bocoran kunci jawaban. Bagi aksi yang terorganisir di kalangan praktisi pendidikan, tentu sangat mencoreng dan mematikan kredibilitas lembaga pendidikan dan pola pikir generas. Sementara itu, aksi memburu bocoran kunci jawaban selama ini banyak diragukan. Akan tetapi, tidak jarang anak juga mengatakan bahwa kunci jawaban itu benar adanya.

Andai saja kunci jawaban itu benar, bagaimana mungkin?? bukankah pemerintah telah melakukan proses preparasi yang sangat ketat?? atau mungkinkah keteledoran dapat saja terjadi dalam hal ini???

Al faqir (alfaqirilmi@yahoo.com) menulis sebuah resume dalam sebuah milis pada tanggal 30 Maret 2011 tentang “Soal Ujian Nasional Jatim Terancam Bocor”.  Adapun isinya sebagai berikut:

RESUME:

Pengadaan soal Ujian Nasional untuk Jawa Timur yang dikerjakan oleh PT. Mecosuprin Grafia, asal Jakarta, disinyalir tidak memenuhi standarisasi (SOP) dari BSNP keamanan dan pengamanan.
——————————

Berikut paparan dan temuan indikasi:
A. DATA LAPANGAN
Pada tanggal tanggal 27 Maret 2011, telah dilakukan peninjauan di lokasi percetakan naskah ujian nasional. Petugas yang melakukan peninjauan:
  1. Drs Zaenal Arifin MA (Sekretaris Pelaksanana UN Provinsi Jatim)
  2. Prof. Ali Mufi (Koordinator Perguruan Tinggi dari Universitas Negeri Surabaya)
  3. AKBP Ria Damayanti SH MM. (Kasubdit Kerma Ditbinmas Polda Jatim)
  4. Kompol I Wayan Susana (Kasubbag Renops Roops Polda Jatim)
  5. AKP Ruben Tuati (Panit 3 Subdit III Dit Intelkam Polda Jatim)
PT Mecosuprin Grafia bertempat di Jl.PAM Kampung Baru RT 001 /07 Cakung Barat / Jalan Minipam samping Pam Jaya Cakung Jakarta Timur.  NPWP: 01.369.310.6-007.000 sebagai pemenang tender dengan harga Rp 14.768.472.044,70. Berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomer: 020.80/1870/103.02/2011 tanggal 18 Maret 2011. Sumber dana/ biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan keputusan ini dibebankan pada APBN tahun anggaran 2010. DIPA Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional No: 0515/ 023-11.1.1101/00/2010 tanggal 20 Desember 2010.
B. TEMUAN LAPANGAN:
Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan beberapa kerawanan dan hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP dari BSNP antara lain: 

  1. Letak pabrik di kelilingngi perkampungan / pemukiman warga dan terminal peti kemas.
  2. Hasil ranjangan / penghancuran sampah naskah UN diletakkan di depan dan di samping tempat karantina serta di samping pos satpam dalam. Area terbuka sehingga semua orang dapat melihat dengan jelas.
  3. Sistem keamanan tidak sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan, yang mana para petugas keamanan baik dari Polda Metro Jaya maupun satpamperusahaan tidak teliti dalam melaksanakan penggeledahan badan terhadap karyawan maupun tamu yang keluar masuk lokasi percetakan.
  4. Terdapat banyak hasil cetak soal yang rusak, namun masih bisa dibaca dengan jelas berserakan di dalam lokasi pabrik dan tidak dihancurkan.
  5. Tempat penyimpanan master soal masih digabung dengan ruang personalia dan hanya dibatasi dengan pintu, yang tidak terkunci. Begitu pula kunci brankas penyimpanan master soal hanya dipegang oleh pihak perusahaan dan perguruan tinggi.
  6. Ruangan penggandaan naskah soal UN tidak ditutup dengan baik bahkan hanya menggunakan terpal yang bagian bawahnya masih terbuka cukup lebar30 cm. Begitu pula sambungan terpal tersebut tidak dijahit, sehinggaorang dengan mudah dapat keluar masuk melewati sambungan-sambunganterpal yang terbuka tersebut. Begitu pula pembatas antara tempat cetaknaskah UN dan cetakan umum lainnya hanya dibatasi dengan tutupan terpal dan juga bagian bawah maupun sambungannya tetap terbuka.
  7. Di sekitar tempat pelipatan naskah UN yang berada di lantai dua,dinding masih banyak terdapat lobang tembus yang tidak ditutup dandisegel, sehingga memudahkan orang untuk melemparkan/ mengeluarkan sesuatu barang dari lubang lubang tersebut.
  8. Di tempat percetakan maupun tempat pelipatan naskah UN banyak ditemukan karyawan yang merokok sambil bekerja sehingga sangat rawanuntuk terjadi kebakaran, begitu pula tidak tersedia peralatan pemadam kebakaran yang memadai.
  9. Karyawan yang bekerja semuanya menggunakan pakaian berkantong/sakusehingga tingkat kerawanan untuk membawa naskah UN keluar ruang penggandaan sangat tinggi.
  10. Pada saat pergantian shiff karyawan petugas keamanan tidak melakukan penggeledahan dengan baik terhadap karyawan yang keluar dan masuk bahkan karyawan putri tidak dilakukan penggeledahan karena tidak ada satpam perempuan.
  11. Karyawan karantina yang selesai bekerja dan keluar area penggandaan langsung mengambil barang barang di loker termasuk telp/ HP guna berkomunikasi dengan kerabat/ keluarganya.
  12. Karyawan karantina yang baru saja keluar area penggandaan langsung dapat menemui keluarganya yang sudah menunggu di luar pagar pintu masuk area perusahaan, bahkan keluarganya ada yang langsung dapat masuk ke dalam area perusahaan dengan menggendong anak dan langsung dapat bercengkrama dengan karyawan karantina / keluarganya.
  13. Pada saat karyawan karantina bertemu dengan keluarganya dan menyerahkan pakaian kotor yang terbungkus plastik dengan maksud agar baju dicuci di rumah, petugas keamanan tidak melakukan pemeriksaan maupun menegur bahkan membiarkan karyawan tersebut bertemu sesuka hati dengan keluarga mereka.
C. KESIMPULAN
Bahwa dari hasil temuan tersebut PT Mecosuprin Grafia selaku pemenang tender/ lelang penggandaan naskah soal UN untuk Provinsi Jawa Timur tahun pelajaran 2010/2011 TIDAK LAYAK sebagai pemenang. Patut diduga ada permainan / rekayasa dari panita pengadaan barang dan jasa Diknas Prov Jatim karena masih banyak persyaratan yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam peraturan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Nomer: 0002/P/BSNP/II/2011 tanggal 22 Pebruari 2011 dan Nomer: 0003/P/BSNP/II/2011 tanggal 22 Pebruari 2011.
Berdasarkan resume kasus penggandaan soal ujian nasional Jatim di atas, kondisi yang sama dapat saja terjadi pada proses penggandaan soal ujian nasional untuk propinsi lain. Jika situasi ini benar terjadi, maka soal ujian nasional 2011 memang sangat berpotensi mengalami kebocoran. Jika situasi ini sejak dulu, maka ujian nasional memang telah bocor dari tahun ke tahun sejak dulu. Atau jangan-jangan memang ada jaringan ‘mafia’ ujian nasional yang bekerja di republik ini.

25 Tanggapan to “Soal Ujian Nasional 2011 Bocor???”

  1. teguh said

    mudah-mudahan UN bisa berjalan dengan lancar…
    mudah-mudahan saya lulus UN🙂

  2. peserta unas said

    bocor?
    Emang pemerintah ngasi kuncinya juga? Ato soal doang?

  3. notfamousboy said

    saya yakin yang membocorkan soal UN dari tahun ke tahun adalah fihak percetakan. dan yang membuat saya lebih yakin tentang opini di atas, ketika saya membaca posting ini.
    jangan menyalahkan sang guru pembuat soal. saat mereka membuat soal di LPMP, mereka dijaga super ketat. handphone musti di “sita” untuk sementara, penggledahan yang amat ketat, dan soal-soal yang mereka buat belum tentu semua yang akan ditampilkan di soal UN.
    bukannya saya berfihak kepada pembikin soal karena ayah saya juga salah satu dari mereka (tim penyusun soal UN). tapi saya merujuk fakta, bahwa percetakan lah yang dibalik semua ini!
    So, lain kali, Kementerian Pendidikan Nasional menyetak mandiri saja soal-soal UN tersebut, supaya tidak bakal ada kejadian seperti ini lagi. Semoga!

    • Mahmuddin said

      Semoga saja. Pencetakan soal UN mesti dilakukan oleh pihak ketiga krn salah satu alsanya anggaranya besar. Karena anggarannya besar, maka proyek UNpun akan selalu ada tiap tahun. Satu hal yg kita harapkan, bhw Bangsa ini hanya akan bermartabat kalo rakyat, pemerintah dan pihak yang bermitra dg pemerintah, memiliki integritas yang baik.

  4. agus said

    mendingan di cetak ke tukang sablon ajo ..bro..lebih aman

  5. ardian said

    UAn hnyalah politisasi ornag-orang atas saja,brdlih bhwa UAN untk pninjauann acuan kwalitas dan kwantitas pndidikn msing2 wilayah,namun knyataanya peningktan kwalitas dan kwalitaspun engaann di lksnakn pemrintahh,
    UAN hnya mnjdi virus yang mematkn untk gnerasii pljar ,,trlalu picik untuk mnentukn skolah selma 3 thun hnya dgn 4 atau 5 harii,,,
    pemerintah berintrospksilah

  6. sapta said

    UAN adalah teroris yang menghantui generasi muda dan dunia pendidikan pada umumnya, UAN adalah proyek fiktif para petinggi yang berkedok memajukan pendidikan yang nyatanya semakin mudur, UAN adalah upaya pemerintah memonopoli dunia pendidikan

  7. mas carany bagi mana kalo saya mau mekuti sembatar lagi kau mau ujian sekolah kalo Lulus bagi mana mas bantu saya yah TOLONG KAU KALO ENGAK LULUS

  8. djoko said

    mhn maaf, setelah saya baca dri awal pak … saya punya pertanyaan

    1. prosentase kebenaran dri tulisan ini?
    2. sumber sumber data yang akurat apakah bisa dipertanggungjawabkan?
    3. bahasa yang anda smpaikan adalah bahasa opini, blm tentu faktanya?
    4, bgmn kesimpulan yang anda buat?

    bagi saya, apapun itu tetap brpikiran positif(artinya pemerintah juga pasti ingin anak didik pintar dan negara qta semakin maju, dengan tetap mendukung apa yg dilaksanakan keputusan pemerintah…

    • Mahmuddin said

      Pak Djoko, jawaban atas pertanyaan Bapak:

      1. Persentasi kebenaran tak perlu diuji 2. Sumber data terdapat dalam naskah tulisan 3. Bahasanya memang opini, karna gunakan datanya tersier. 4. Kesimpulannya, kalo temuan itu benar dan tidak ditindaklanjuti brarti soal UN 2011 berpotensi bocor. Kalo hal ini telah terjadi setiap tahun, brarti wajar kalo ada kunci jawaban yg beredar.

      Bagaimanapun UN sah dan berkekuatan hukum, sehingga kita mesti mengikuti dan mendukungnya. Karna itu, kita pun mesti melakukannya secara elegan dan bermartabat.

  9. lucy said

    Saya ibu 3 anak, 2 anak saya mengikuti ujian nasional (smp dan sd). saya mempersiapkan mereka 9 bulan lamanya dengan membelikan buku2 latihan unas dan mengajari mereka setiap malam. mereka tmsk 5 besar di kelasnya… nilai unasnya menurut saya sdh sangat bagus 35,90 (smp)tp kalah jauh dgn “mereka” yg melakukan kecurangan. Tapi saya tetap berkomitmen pd anak2 saya bahwa itu bukan HASIL AKHIR untuk menjadi orang yg berhasil dan sukses kelak. Marilah kita bersama menyatukan hati, pikiran dan perilaku kita baik sebagai ortu, pendidik dan anak2 kita untuk melatih KEJUJURAN dalam setiap langkah dan perbuatan kita…

  10. kedepannya semoga tidak ada lagi kebocoran soal….biar ujian lebih kompetitif dan sesuai dengan kemampuan peserta ujian…

    http://www.leftflipflop.blogspot.com

  11. amanda pratiwi said

    kalo soal UN yang sering keluar untuk smp ada gak ?

  12. Ainun Najib said

    Mungkin ada yang melihat para guru di Indonesia masih kurang percaya diri untuk membimbing anak2nya untuk sukses UN. Makanya perlu dibantu walo dengan cara nggak bermutu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: