Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Asal Usul Kelompok Hewan (Perkembangan Evolusi Mamalia)

Posted by Mahmuddin pada Agustus 27, 2012

Mamalia memiliki karakteristik dengan adanya rambut, kelenjar mamae, otak yang lebih besar bila dibandingkan dengan vertebrata lain dengan ukuran yang sama, diferensiasi geligi. Mamalia berkembang dari leluhur reptilia lebih awal dari burung. Fosil tertua diyakini merupakan mamalia berumur 220 juta tahun, masa Trias.

Leluhur mamalia merupakan salah satu di antara hewan terapsida, yang merupakan bagian dari cabang sinapsida dari filogeni reptilia. Terapsida menghilang saat dinosaurus berlimpah, tetapi mamalia yang berasal dari terapsida hidup berdampingan dengan dinosaurus selama zaman Mesozoikum. Sebagian besar mamalia zaman Mesozoikum berukuran kecil dan sebagain besar mungkin merupakan pemakan serangga. Beragam bukti, seperti ukuran lubang mata, menyiratkan bahwa mamalia kecil adalah hewan nokturnal.

 

Gambar 1. Filogenetik primata

 Setelah kepunahan massal di masa Kretasesus, saat zaman Senozoikum datang, mamalia sedang melakukan radiasi adaptif besar-besaran. Keanekaragaman itu diwakili oleh tiga kelompok utama, yaitu monotrema (mamalia bertelur), marsupial (mamalia berkantung), dan mamalia eutheria (mamalia berplasenta).

Primata pertama kemungkinan diturunkan dari insektivora. Dua sub kelompok primate modern adalah anggota Prosimian (lemur) dan Anthropoid. Fosil tertua mirip manusia yang telah ditemukan diberi nama Ardipithecus ramidus, primate penghuni hutan Afrika yang berumur 4,4 juta tahun di Afrika. Postur berdiri tegak dievolusikan sebelum pembesaran otak pada hominid. Spesies pertama Homo habilis, berumur sekitar 2,5 juta tahun,  hidup berdampingan dengan hominid yang berotak lebih kecil yang merupakan anggota genus Australopithecus. Homo erectus merupakan keturunan H. habilis mungkin merupakan hominid pertama yang berkelana keluar daerah tropis dan masuk ke daerah beriklim lebih dingin. Homo erectus menjadi versi primitive Homo sapiens yang beraneka ragam sesuai daerah masing-masing termasuk Neanderthal.

Menurut model multiregional, manusia modern berkembang di beberapa lokasi Neanderthal dan Homo sapiens primitive lain. Sebaliknya, model monogenesis memandang semua percabangan sebagai garis evolusi yang berujung buntu, kecuali Homo sapiens primitif di Afrika. Menurut model ini, penyebaran yang relative baru (100.000 tahun silam) manusia Afrika modern menyebabkan keanekaragaman manusia saat ini. Beberapa peneliti lebih menyukai model intermediat, bahwa manusia modern diturunkan dari migrasi dari Afrika dan mendapatkan beberapa gen dari kelompok primitif non Afrika. Evolusi kultural manusia ditandai dengan adanya manusia pemburu dan pengumpul kemudian berkembang menjadi bidang pertanian, dan akhirnya mencapai revolusi industri, yang sampai saat ini masih terus berlangsung sebagai perubahan teknologi yang semakin cepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: