Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Filogeni dan Penggunaannya dalam Biosistematik

Posted by Mahmuddin pada Agustus 27, 2012

Evolusi merupakan fenomena yang kontroversi dalam dunia biologi. Pemahaman yang beragam menjadikan teori ini semakin diperdebatkan sampai saat ini. Perdebatan dan pengkajiannya menjadi semakin popular sejak Darwin pada tahun 1859 menerbitkan buku The Origin of Species. Teorinya kemudian berkembang sampai saat ini. Fenomena evolusi ini menjadi lebih besar, setelah kelompok-kelompok tertentu menjadikannya sebagai komoditas ideologi. Namun, evolusi dalam konteks ilmu pengetahuan tetaplah sebuah bidang kajian yang merajut asal-usul makhluk hidup serta kemungkinan arah perkembangannya saat ini.

Makluk hidup yang ada saat ini memiliki keragaman yang sangat tinggi. Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Namun, perubahan lingkungan yang sangat ekstrim dalam sejarah evolusi menyebabkan makhluk hidup mengalami kematian massal. Kondisi ini menjadi tantangan alami yang memicu terjadinya penyesuaian yang lebih ekstrim pula bagi makhluk hidup. Penelusuran dan penemuan fosil-fosil diklaim sebagai fakta ilmiah yang menjadi bahan justifikasi bagi penguatan dalam penyusunan teori evolusi.

Keanekaragaman makhluk hidup memicu daya intelektual manusia untuk memahami setiap makhluk hidup secara lebih detail. Proses ini pun melahirkan beragam sistem pengelompokan makluk hidup dengan mengacu pada persamaan dan perbedaan pada struktur tubuh. Salah satu sistem pengelompokan yang ada saat ini adalah mengacu pada sejarah perkembangan evolusi. Di mana dengan mengetahui sejarah evolusi, makhluk hidup dapat diketahui hubungan kekerabatannya. Contohnya, perkembangan embrio semua vertebrata memperlihatkan keseragaman yang mencolok. Hal ini terlihat jelas pada fase pembelahan zigot, morfogenesis, dan tahap diferensiasi awal.

Perkembangan biologi molekuler ternyata telah menghasilkan fakta-fakta yang mendukung penyediaan informasi bagi penelusuran sejarah evolusi makhluk hidup. Fakta-fakta tersebut digunakan menginferensi adanya kesamaan nenek moyang beberapa kelompok makhluk hidup yang memiliki hubungan kekerabatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: