Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Soal UN Foto Copian, Beberapa Item Soal Tidak Tampak

Posted by Mahmuddin pada April 22, 2013

Ketika soal ujian nasional yang didistribusikan ke sekolah penyelenggara tidak cukup, maka salah satu solusi terbaik yang ditempuh panitia adalah dengan memfotocopy naskah soal yang ada. Naskah soal master dapat menggunakan naskah soal di sekolahnya jika ada, atau jika kekurangan untuk satu sekolah maka naskah master dapat menggunakan dari sekolah lain.

Kenyataan inilah yang dilakukan oleh panitia Rayon Kabupaten Luwu Timur pada ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia hari ini (senin, 22/4/2013). Keputusan untuk mencopy naskah ujian ditempuh ketika kemarin (minggu, 21/4/2013) naskah soal UN bahasa indonesia yang tiba di kantor dinas pendidikan Kab.  Luwu Timur tidak ada untuk dua sekolah yaitu SMAN 1 Towuti dan SMAN 1 Burau. Proses copy dan pengepakan soal UN dilakukan di kantor dinas pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olah raga Kab. Luwu Timur di bawah koordinasi langsung kepala dinas dengan pengawasan dari pihak perguruan tinggi. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam, dari pukul 12.00 s.d. 24.00 wita.  Selanjutnya distribusi soal dilanjutkan tepat setelah selesai menunju kantor polsek yang telah ditentukan.

Penggunaan soal copian ternyata menimbulkan dampak yang berkepanjangan sampai pada proses pemindaian. Problem pertama dirasakan oleh siswa peserta ujian nasional, di mana lembar jawaban yang digunakan bukan lembar jawaban asli tapi lembar jawaban sementara. Problem kedua yang dirasakan oleh peserta adalah beberapa soal yang menggunakan tabel dengan baris atau kolom yang diberi shade atau theme colors menjadi tidak tampak karena hanya tampak hitam. Isi kolom/baris menjadi tidak diketahui atau tidak dapat terbaca.

Problem ini menjadi tidak bisa terbantu karena master soal yang orisinil tidak terdapat dalam satu sekolah, sehingga dapat dipastikan semua peserta ujian tidak bisa menjawab soal secara pasti dengan kondisi tersebut. Hal ini terjadi pada soal bahasa indonesia dengan jenis kode samping dengan garis datar rangkap (=). Temuan ini ada pada soal ini ada pada nomor 11 dan 12, dan nomor 22 dan 23. Bisa jadi soal dengan kode yang sejenis juga mengalami kondisi yang sama.

Lalu bagaimanakah solusinya agar tidak merugikan siswa?

Sebagai pengawas hal ini harus dituliskan pada lembar berita acara. Tapi apakah tenaga teknisi pemindai LJUN dapat dipastikan akan memeriksa berita acara pengawas ruangan UN? Kalau terdeteksi tenaga pemindai, maka peserta yang mengalami kondisi tersebut harusnya mendapat bonus jawaban benar pada soal yang bermasalah.

semoga saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: