Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Archive for the ‘Evolusi’ Category

Penggunaan Filogeni dalam Biosistematika

Posted by Mahmuddin pada Agustus 27, 2012

Pengelompokan mahluk hidup (biosistematika) dilakukan atas dasar dengan memiliki ciri-ciri / keunikan yang sama. Misalnya, kucing dikelompokan bersama kucing, yang disebut sebagai spesies kucing. Lalu, kelompok kucing ini dikelompokan lagi bersama dengan kelompok anjing dan kelompok beruang yang kemudian disebut sebagai ordo caniformia, atau kelompok hewan pemakan daging. Proses pengelompokan ini disebut sebagai “klasifikasi”. Sedangkan hubungan filogenetik/kekerabatan adalah hubungan antara suatu mahluk hidup dengan orang-tuanya, seperti hubungan silsilah. Jika dirunut silsilah hingga ke masa silam, dapat dicapai nenek-moyang suatu mahluk hidup. Jika terus dirunut sedemikian jauh ke masa silam, mungkin bisa merunut seluruh mahluk hidup/kelompok besar mahluk hidup (seperti berbagai jenis hewan), dan mencapai/menginferensi nenek moyangnya. Hubungan antara klasifikasi dan filogenetik akan dijelaskan dibawah.

Pengklasifikasian mahluk hidup umumnya menggunakan beberapa parameter yang dijadikan sebagai “penanda” kemiripan anggota dalam kelompok tersebut. Penanda tersebut umumnya berupa ciri-ciri yang dapat dilihat dari luar, meliputi bentuk tubuh/morfologi, fisiologi, tingkah laku, habitat, dan lain-lain. Contohnya, dalam kelompok kucing kita melihat adanya taring, kuku yang bisa ditarik masuk, suara mengeong, dan sebagainya.

Dalam biologi kontemporer, seringkali untaian DNA juga dipakai sebagai penanda pengklasifikasian. Dalam setiap mahluk hidup pasti terdapat DNA, yang merupakan zat pembawa keturunan. Karena setiap mahluk hidup itu berasal dari nenek-moyang yang sama, seringkali banyak dijumpai gen yang sama pada mahluk yang berbeda. Misalnya, gen pax6 ditemukan pada lalat, tikus, dan manusia, dan bahkan mempunyai fungsi yang sama dalam pembentukan mata. Walaupun nenek-moyangnya sama dan gen yang sama digunakan, akan tetapi karena waktu berevolusinya sudah sangat lama/terpisah jauh, tetap saja akan terdapat mutasi-mutasi dalam gen tersebut (khususnya pada bagian yang tidak krusial) yang menyebabkan untaian DNA-nya berbeda. Perbandingan gen-gen inilah yang digunakan sebagai penanda dalam pengklasifikasian mahluk hidup metode pengklasifikasian makhluk hidup dengan menggunakan penanda untaian DNA disebut marker molekuler. Baca entri selengkapnya »

Posted in Evolusi | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 4 Comments »

Pelacakan Filogeni Makhluk Hidup

Posted by Mahmuddin pada Agustus 27, 2012

Filogeni berasal dari bahasa Yunani yaitu phylon yang berarti suku, dan genesis yang berarti asal mula. Secara terminologi, filogeni diartikan sebagai sejarah evolusi spesies atau kelompok spesies yang berkerabat dekat (Campbell dkk., 2003). Dalam upaya pengkajian asal-usul spesies makhluk hidup para ilmuan mengacu pada asumsi berdasarkan hasil temuan baik dalam bentuk fosil maupun dalam bentuk molekuler.

Makroevolusi adalah kriteria yang mengisahkan peristiwa-peristiwa utama dalam sejarah kehidupan sebagaimana diperlihatkan oleh catatan fosil. Evolusi pada skala yang sangat besar ini mencakup asal mula rancangan baru, seperti rahang vertebrata, postur tegak pada manusia, peningkatan ukuran otak pada mamalia, ledakan diversifikasi kelompok organisme tertentu setelah beberapa terobosan evolusi, dan kepunahan massal. Untuk mempelajari urutan-urutan perkembangan yang ada, para ilmuan biologi melakukan penelusuran terhadap filogeni makhluk hidup yang ada saat ini dan saling berkerabat dekat.

Pada awalnya para ilmuwan melakukan pelacakan filogeni dalam bentuk catatan fosil (fossil record) dengan karakteristik morfologi. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi pelacakan filogenetik dapat dilakukan dengan teknik pemeriksaan molekul (mollecular marker). Baca entri selengkapnya »

Posted in Evolusi | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Filogeni dan Penggunaannya dalam Biosistematik

Posted by Mahmuddin pada Agustus 27, 2012

Evolusi merupakan fenomena yang kontroversi dalam dunia biologi. Pemahaman yang beragam menjadikan teori ini semakin diperdebatkan sampai saat ini. Perdebatan dan pengkajiannya menjadi semakin popular sejak Darwin pada tahun 1859 menerbitkan buku The Origin of Species. Teorinya kemudian berkembang sampai saat ini. Fenomena evolusi ini menjadi lebih besar, setelah kelompok-kelompok tertentu menjadikannya sebagai komoditas ideologi. Namun, evolusi dalam konteks ilmu pengetahuan tetaplah sebuah bidang kajian yang merajut asal-usul makhluk hidup serta kemungkinan arah perkembangannya saat ini.

Makluk hidup yang ada saat ini memiliki keragaman yang sangat tinggi. Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Namun, perubahan lingkungan yang sangat ekstrim dalam sejarah evolusi menyebabkan makhluk hidup mengalami kematian massal. Kondisi ini menjadi tantangan alami yang memicu terjadinya penyesuaian yang lebih ekstrim pula bagi makhluk hidup. Penelusuran dan penemuan fosil-fosil diklaim sebagai fakta ilmiah yang menjadi bahan justifikasi bagi penguatan dalam penyusunan teori evolusi. Baca entri selengkapnya »

Posted in Evolusi | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »