Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Archive for the ‘Manajemen’ Category

NEW VENTURE CREATION (Review BAB 2); PROSES KEWIRAUSAHAAN

Posted by Mahmuddin pada Oktober 19, 2010

Kewirausahaan adalah  suatu cara berpikir, menelaah, dan bertindak yang didasarkan pada peluang bisnis, pendekatan holistik, dan kepemimpinan yang seimbang. Oleh karena itu, proses kewirausahaan menuntut kemauan untuk mengambil resiko yang telah diperhitungkan, sehingga dapat mengatasi rintangan menuju kesuksesan secara konstan, atau menyeimbangkan risiko dengan imbalan yang akan diperoleh. Wirausahawan membawa cita-cita, motivasi, komitmen, semangat, keuletan, integritas, semangat kerja sama, dan visi ke dalam perusahaan. Timmons dan Spinelli menggambarkan bahwa kewirausahaan bukan lagi seperti perusahaan pemula yang masih mentah, dimulai dengan ide usaha yang kemudian berkembang menjadi suatu perusahaan besar. Akan tetapi kewirausahaan berkaitan dengan menciptakan peluang bisnis baru, mengambil resiko yang sudah diperhitungkan, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Dengan demikian, kewirausahaan tidak lagi bersifat fisik tetapi lebih bersifat pada karakter.

Seorang wirausahawan memiliki daya improvisasi cepat dan mampu menciptakan hal baru. Dunia kewirausahaan dan proses kewirausahaan memiliki kompleksitas dan dinamika dalam menyeimbangkan risiko dan imbalan serta mental yang harus dihadapi. Bagaikan permainan golf, membutuhkan fisik yang kuat, tetapi juga lembut, mental juara, sabar, disiplin, dan menguasai emosi, melelahkan tetapi juga memuaskan. Wirausahawan seperti konduktor orkes simfoni, yang harus menyatukan dan menyeimbangkan orang dengan kepribadian, talenta, dan kemampuan berbeda menjadi suatu tim yang indah. Keterampilan wirausahawan bagaikan seorang pemain acrobat yang berusaha menjaga bola-bola tetap berputar di udara sambil dia melompat pada trampolin. Baca entri selengkapnya »

Posted in Entrepreneurship, Manajemen, Pendidikan | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

The 7 Habits of Highly Effective People

Posted by Mahmuddin pada Agustus 28, 2009

Karakter kita pada dasarnya adalah gabungan dari kebiasaan-kebiasaan kita. “Taburlah gagasan, tuailah perbuatan; taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan; taburlah kebiasaan, tuailah karakter; taburlah karakter, tuailah nasib,” begitu bunyi pepatah. Kebiasaan adalah faktor yang kuat dalam hidup kita. Karena konsisten, dan sering merupakan pola yang tak disadari, maka kebiasaan secara terus menerus, setiap hari, mengekspresikan karakter kita dan menghasilkan efektivitas kita atau ketidakefektivan kita.

Kebiasaan didefiniskan sebagai titik pertemuan dari pengetahuan, keterampilan dan keinginan. Pengetahuan adalah paradigma teoritis, apa yang harus dilakukan dan mengapa. Keterampilan adalah bagaimana melakukannya. Dan keinginan adalah motivasi, keinginan untuk melakukan. Agar sesuatu bisa menjadi kebiasaan dalam hidup kita, kita harus mempunyai ketiga hal tersebut.

Tujuh kebiasaan memberikan pendekatan yang meningkat, berurutan, dan sangat terpadu bagi perkembangan efektivitas pribadi dan antarpribadi. Kebiasaan-kebiasaan ini mengingkatkan secara progresif pada kontinum kematangan dari ketergantungan (paradigma kamu) menuju kemandirian (paradigma saya) hingga kesalingtergantungan (paradigma kita). Tujuh kebiasaan merupakan kebiasaan efektivitas. Karena didasarkan atas prinsip, ketujuh kebiasaan ini memberi hasil jangka panjang yang menguntungkan secara maksimum. Ketujuh kebiasaan itu menjadi dasar dari karakter seseorang, menciptakan pusat dari peta yang benar yang memberi kekuatan dari mana seorang individu dapat memecahkan masalah, memaksimumkan peluang, terus menerus belajar, dan memadukan prinsip-prinsip lain dalam spiral pertumbuhan meningkat secara efektif. Efektivitas terletak dalam keseimbangan produksi dan kemampuan produksi (keseimbangan P/KP). Adapun tujuh kebiasaan tersebut, sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

Posted in Manajemen | 4 Comments »

Sukses melalui Manajemen Kinerja

Posted by Mahmuddin pada Mei 28, 2008

Semua leader menghendaki organisasi yang dipimpinnya sukses mencapai target. Namun, tak jarang pula dalam akhir term evaluasi malah kegagalan yang didapatkan. Dalam kondisi gagal, Kambing yang paling hitam untuk disalahkan adalah kinerja bawahan/anggota team yang tidak optimal. Sebagai anggota team, yah… terima sajalah kenyataan “hitam” yang diberikan!!!. Padahal secara obyektif, mungkin penyebab kegagalan disebabkan oleh leader yang kurang ahli mengoptimalkan potensi anggotanya.

Ketika ditelusuri lebih mendalam, sesungguhnya ada beberapa alasan yang menjadi penyebab anggota team tidak berkinerja sebagaimana yang diharapkan. Alasan tersebut antara lain, Mereka tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan, bagaimana melakukannya, dan mengapa mereka harus melakukannya. Halangan-halangan di luar kendali team dibiarkan atau diabaikan, tidak yakin apa yang dilakukan itu penting atau akan berhasil. Persepsi cara lama mereka lebih baik, tidak termotivasi, merasa tidak cukup waktu dan tidak mampu. Ataukah struktur kerja yang tidak jelas dan tidak ada feedback. Bahkan masalah pribadi anggota team, kadang menjadi penyebab utama rendahnya kinerja team.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Manajemen | Dengan kaitkata: , , , , , , | 5 Comments »