Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Akibat Sebuah Dosa

Posted by Mahmuddin pada November 23, 2011

Dalam Kitab Tuhfah al Asyraf, jilid satu halaman 145, Kitab yang
memuat kalam Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman
As-Seqqaf, yang ditulis oleh muridnya Habib Ahmad bin ‘Alwi al-Jufri,
yang disadur oleh Ustadz Naufal Muhammad al-‘Aidarus Abu ‘Abdillah
al-Husaini, dalam buku berjudul “Kisah dan Hikmah dalam Kalam Habib
Muhammad Bin Hadi Assegaf, penerbit Pustaka Zawiyah, cetakan ke-6 tahun 2008
halaman 46-47 dan disadur kembali dengan oleh Khadim Milis
Majelis Rasulullah Saw Danang Yogisworo, di sana diceritakan sebuah kisah peristiwa yang terjadi pada masa kenabian Musa a.s. di mana suatu ketika terjadi kemarau yang berkepanjangan melanda wilayah Bani Israil.

Pada suatu hari di masa itu, Nabiyullah Musa Al-Kalim ‘alaihis salam, keluar untuk
memohon hujan bagi Bani Israil. ini adalah yang ketiga kalinya beliau
memohon, namun hujan tak kunjung datang.

“Ya Allah, kali ini jangan jatuhkan namaku di kalangan Bani Israil, aku
adalah Kalim-Mu”.

“Ya Musa, bagaimana aku dapat menurunkan hujan, sedangkan di antara
kalian ada seorang pendosa”.

“Ya Allah, beritahu aku siapa dia, akan kukeluarkan dia dari kelompokku.

“Tidak, tapi umumkanlah kepada mereka, “wahai lelaki yang suka
bermaksiat, keluarlah kau dari kelompokku, karena kaulah hujan tidak
turun”.

“Ya Allah, bagaimana mereka dapat mendengar suaraku, sedang jumlah
mereka sangat banyak”.

“Tugasmu hanya berseru, Aku (Allah Ta’ala) nanti yang akan menyampaikan
suaramu ke telinga mereka”. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hikmah, Uncategorized | Dengan kaitkata: , | 5 Comments »

Jurus Jitu Hypnosis Anak

Posted by Mahmuddin pada Februari 1, 2011

Banyak rekan dan sahabat mengeluh bagaimana mengatasi perilaku anak mereka, seakan-akan anak merupakan bumerang bagi orang tuanya, loh.. kok bisa tanya saya? “Iya, saya bilang jangan lari-lari, eh.. malah lari” keluh bapak Kodir. Tentunya banyak teman atau saudara kita yang memiliki anak kecil yang mengalami hal serupa. Ada beberapa hal yang tidak diketahui oleh orang tua, bagaimana seorang anak memproses informasi yang dia peroleh. Otak yang berada pada diri anak kecil sangatlah jauh berbeda dengan otak yang ada di kepala orang dewasa, loh.. apa bedanya?

Bedanya, seorang anak terutama usia 5 tahun ke bawah memiliki daya serap informasi yang sangat tinggi, mudah sekali mempelajari segala sesuatu. Bahkan beberapa ahli mengatakan usia 0-3 tahun adalah Golden Age. Baiklah, ada beberapa cara ampuh untuk memodifikasi perlaku anak (dibawah 12 tahun), yang bisa saya bagikan.

A. Beritahu Langsung (Direct Suggestion)

Tehnik ini sungguh mudah dan gampang, Anda hanya perlu memegang kedua bahu atau ke dua tangan sambil mata melihat ke anak anda dengan tatapan datar, tidak bermaksud memarahi ataupun bercanda, dan mengatakan hal yang Anda inginkan misal “mulai besok dan seterusnya belajar adalah kegiatan yang menyenangkan”, katakan dengan nada yang tegas (bukan di bentak), sambil mata orang tua dan anak saling bertatapan. Ulang saja kata tersebut tiga kali setelah itu biarkan anak Anda melakukan aktivitasnya kembali, mudah bukan? Hanya tingal panggil anak Anda, pegang kedua bahu atau kedua tangannya (pertanda Anda mengajaknya berbicara secara serius) dan ucapkan kalimat saktinya “makin hari kamu makin…”. Satu hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan tehnik ini yaitu penggunaan kalimat negatif. Penjelasan penggunaan kalimat negatif akan saya jelaskan pada jurus ke 2, Bioskop Ajaib. Baca entri selengkapnya »

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , | 12 Comments »

Pengaruh Lingkungan terhadap Efektivitas Pembelajaran

Posted by Mahmuddin pada Februari 18, 2010

Kepribadian merupakan paduan dari faktor genetika dan faktor lingkungan tempat seseorang dibesarkan. Namun, Judith Harris (1998) dalam Given (2007) mengemukakan bahwa pengaruh orang tua lebih kecil ketimbang pengaruh teman sebaya atau saudara kandung. Dapat dikatakan bahwa pengaruh genetika memiliki peran yang kurang dominan dari pada faktor lingkungan. Dengan demikian, penting bagi orang tua dan guru memperhatikan lingkungan yang kondusif tempat interaksi anak  dalam melewati masa-masa perkembangannya.

Dalam hal ini, jika reaksi sosial anak sebagian besar dibangun sebagai respon terhadap interaksi teman sebaya, maka budaya sekolah berpengaruh sangat kuat terhadap perkembangan anak-anak dalam menginterpretasikan dan merespon situasi dan kondisi. Menurut Jackendoff (1994) dalam Given (2007), anak-anak tidak diajari pola budaya dan pemahaman sosial melalui penyampaian aturan. Namun mereka menyerap, membuat interpretasi, dan bertindak berdasarkan konsepsi yag mereka buat sendiri berdasarkan masukan yang diterima dari seluruh budaya.

Menurut Given (2007), setengah dari keluarga Amerika Serikat, tidak lagi menganggap kewajiban bagi mereka untuk mewarsikan nilai-nilai dari generasi ke generasi. Akan tetapi, tanggung jawab tersebut dilakukan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Jika sekolah gagal memikul tanggug jawab ini, mereka percaya bahwa sebagaimana kita tidak memiliki orang dewasa yang lemah dalam menulis dan sains, kita akan mendapati orang dewasa yang tidak memiliki watak dan nilai-nilai yang  dibutuhkan untuk menjadi anggota komunitas yang baik, atau pegawai yang baik, atau serdadu yang baik. Baca entri selengkapnya »

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , | 11 Comments »

Produktivitas Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Posted by Mahmuddin pada September 9, 2009

Ekosistem yang berbeda sangat bervariasi dalam produktivitasnya. Hutan hujan tropis merupakan salah satu ekosistem terrestrial yang paling produktif. Di samping karena  hutan hujan tropis menutupi sebagian besar bumi dan memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi, besarnya volume biomassa tumbuhan persatuan luas pada hutan hujan tropis, sehingga memberi kesan produktivitas yang sangat tinggi dan lahan yang sangat subur. Patandianan (1996) dalam Wiharto (2007) menyatakan, bahwa sifat tanah hutan hujan tropis adalah miskin hara sehingga tidak mampu mendukung produktivitas tumbuhan yang sangat tinggi. Namun, produktivitas yang sangat tinggi pada kawasan ini terjadi karena ekosistem hutan hujan tropis memiliki sistem daur hara yang sangat ketat, tahan kebocoran, dan berlangsung cepat (Resosoedarmo et al., 1986 dalam Wiharto, 2007).

Produktivitas primer merupakan laju penambatan energy yang dilakukan oleh produsen.  Menurut Campbell (2002), Produktivitas primer menunjukkan Jumlah energy cahaya yang diubah menjadi energy kimia oleh autotrof suatu ekosistem selama suatu periode waktu tertentu. Total produktivitas primer dikenal sebagai produktivitas primer kotor (gross primary productivity, GPP). Tidak semua hasil produktivitas ini disimpan sebagai bahan organik pada tubuh organisme produsen atau pada tumbuhan yang sedang tumbuh, karena organisme tersebut menggunakan sebagian molekul tersebut sebagai bahan bakar organik dalam respirasinya. Dengan demikian, Produktivitas primer bersih (net primary productivity, NPP) sama dengan produktivitas primer kotor dikurangi energi yang digunakan oleh produsen untuk respirasi (Rs). Baca entri selengkapnya »

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , | 18 Comments »