Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Posts Tagged ‘Anabolisme’

Kemosintesis

Posted by Mahmuddin pada Oktober 1, 2009

Kemosintesis merupakan reaksi anabolisme selain fotosintesis. Kemosintesis adalah konversi biologis satu molekul karbon atau lebih (biasanya karbon dioksida atau metana), senyawa nitrogen dan sumber makanan menjadi senyawa organik dengan menggunakan oksidasi molekul anorganik (contohnya, gas hidrogen, hidrogen sulfida) atau metana sebagai sumber energi. Kemosintesis adalah anabolisme yang menggunakan energi kimia. Energi kimia yang digunakan pada reaksi ini adalah energi yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia, yaitu reaksi oksidasi. Organisme autotrof yang melakukan kemosintesis disebut kemoautotrof.

Menurut Campbell et al. (2002), prokariota paling awal adalah organisme kemoautotrof yang mendapatkan energi dari bahan kimia anorganik dan menghasilkan energinya sendiri dan bukannya menyerap ATP. Hal ini disebabkan Hidrogen sulfide (H2S) dan senyawa besi (Fe2+) sangat berlimpah di bumi purbakala, dan sel-sel primitive kemungkinan mendapatkan energi dari reaksi melibatkan senyawa tersebut. Beberapa arkhaea modern saat ini dapat bertahan hidup pada sumber mata air panas yang mengandung sulfur dan melakukan reaksi kimia yang membebaskan energi. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Ekologi | Dengan kaitkata: , , , | 23 Comments »

Fotosintesis

Posted by Mahmuddin pada Oktober 1, 2009

Fotosintesis merupakan penyedia makanan bagi hampir seluruh kehidupan di dunia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Organisme memperoleh senyawa organik yang digunakan untuk energi dan rangka karbon dengan cara autotrofik atau heterotrofik. Organisme autotrof menyediakan makanan bagi dirinya secara total tanpa memakan atau menguraikan organisme lain. Sedangkan organisme hetereotrof memenuhi kebutuhan materi organik dari organisme lain dengan cara memakan organisme lain, menguraikan sisa tubuh organisme yang telah mati (Campbell et al., 2002).

Fotosintesis dapat dilakukan oleh organisme yang memiliki pigmen klorofil pada sel tubuhnya. Ada empat kelompok organisme yang memiliki klorofil yaitu tumbuhan, ganggang, protista uniseluler dan prokariota fotosintetik. Klorofil pada tumbuhan terdapat di dalam kloroplas sedangkan pada organisme uniseluler subtansi klorofil terdapat di dalam sitoplasma. Dengan klorofil Organisme tersebut mampu menangkap energi matahari untuk menyintesis molekul-molekul organik kaya energi dari prekursor anorganik yaitu air (H2O) dan karbondioksida (CO2). Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekologi | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 7 Comments »

Anabolisme pada Makhluk Hidup

Posted by Mahmuddin pada Oktober 1, 2009

Anabolisme adalah proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.

Selain dua macam energi di atas, reaksi anabolisme juga menggunakan energi dari hasil reaksi katabolisme, yang berupa Adenosin triposfat (ATP). Agar asam amino dapat disusun menjadi protein, asam amino tersebut harus diaktifkan terlebih dahulu. Energi untuk aktivasi asam amino tersebut berasal dari ATP. Agar molekul glukosa dapat disusun dalam pati atau selulosa, maka molekul itu juga harus diaktifkan terlebih dahulu, dan energi yang diperlukan juga didapat dari ATP. Proses sintesis lemak juga memerlukan ATP. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekologi | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

Metabolisme dan Cekaman pada Tubuh Makhluk Hidup

Posted by Mahmuddin pada September 30, 2009

Kehidupan makhluk hidup merupakan suatu sistem yang terbuka. Suatu organisme adalah sebuah contoh, di mana suatu tubuh organisme melakukan interaksi transformasi materi dan energi dengan lingkungannya. Lingkungan organisme meliputi organisme lain dan faktor-faktor tak hidup lainnya.

Dengan demikian, suatu organisme membutuhkan penyediaan materi dan energi yang tetap dari lingkungannya agar dapat tetap hidup. Bagi tumbuhan, materi dan energi dapat diserap dari lingkungan melalui proses sintesis biokimiawi yang bersifat khusus. Sedangkan bagi sejumlah besar organisme, penyediaan materi dan satu-satunya penyediaan energi berasal dari molekul organik yang dimakannya. Nutrisi yang seluruhnya tergantung pada molekul organik yang telah terbentuk sebelumnya disebut hterotrofik dan organisme yang memanfaatkan makanan jenis ini disebut heterotrof (Kimball, 2001).

Sebuah contoh, suatu tumbuhan memiliki akar yang menyerap air dan mineral dari tanah, dan kemudian daunnya mengambil karbondioksida dari udara. Energi matahari yang diserap klorofil, memicu fotosintesis, yang mengubah air dan karbondioksida menjadi gula dan oksigen. Tumbuhan kemudian melepas oksigen ke udara. Baik organisme maupun lingkungannya terpengaruh oleh interaksi yang terjadi di antara tumbuhan mereka. Banyaknya interaksi antara organisme dan lingkungannya ini, sehingga terjalin membentuk susunan dari suatu ekosistem. Menurut Campbell (2002), pertukaran energi antara organisem dan lingkungannya meliputi transformasi dari satu bentuk ke bentuk energi lain. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekologi | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »