Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Kompetensi Pedagogik Guru Indonesia

Posted by Mahmuddin pada Maret 19, 2008

sipakainge.jpg

 

Kompetensi Guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru, dinyatakan bahwasanya  kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi Guru tersebut bersifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang satu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung.Kompetensi pedagogik yang dimaksud dalam tulisan ini yakni antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak. Sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Menurut Peraturan Pemerintah tentang Guru, bahwasanya kompetensi pedagogik Guru merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:

1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan.

 Guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan intelektual. Merujuk pada sistem pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran), guru seharusnya memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina. Selain itu, guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. Secara otentik kedua hal tersebut dapat dibuktikan dengan ijazah akademik dan ijazah keahlian mengajar (akta mengajar) dari lembaga pendidikan yang diakreditasi pemerintah.

 2. Pemahaman terhadap peserta didik

Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak, sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak. Selain itu, Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak, sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat.

3. pengembangan kurikulum/silabus

Guru memiliki kemampuan mengembangkan kurikulum pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lingkungan sekolah.

 4. Perancangan pembelajaran

Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang memamfaatkan sumber daya yang ada. Semua aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir telah dapat direncanakan secara strategis, termasuk antisipasi masalah yang kemungkinan dapat timbul dari skenario yang direncanakan.

 5. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis

Guru menciptakan situasi belajar bagi anak yang kreatif, aktif dan menyenangkan. Memberikan ruang yang luas bagi anak untuk dapat mengeksplor potensi dan kemampuannya sehingga dapat dilatih dan dikembangkan.

 6. Pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Dalam menyelenggarakan pembelajaran, guru menggunakan teknologi sebagai media. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan menggunakan teknologi informasi. Membiasakan anak berinteraksi dengan menggunakan teknologi.

7. Evaluasi hasil belajar

Guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan meliputi perencanaan, respon anak, hasil belajar anak, metode dan pendekatan. Untuk dapat mengevaluasi, guru harus dapat merencanakan penilaian yang tepat, melakukan pengukuran dengan benar, dan membuat kesimpulan dan solusi secara akurat.

8. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya

Guru memiliki kemampuan untuk membimbing anak, menciptakan wadah bagi anak untuk mengenali potensinya dan melatih untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas, berbasis pada perencanaan dan solusi atas masalah yang dihadapi anak dalam belajar. Sehingga hasil belajar anak dapat meningkat dan target perencanaan guru dapat tercapai. Pada prinsipnya, Kesemua aspek kompetensi paedagogik di atas senantiasa dapat ditingkatkan melalui pengembangan kajian masalah dan alternatife solusi.

 

About these ads

248 Tanggapan to “Kompetensi Pedagogik Guru Indonesia”

  1. rini rilianita said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada. terimakasih

  2. Mahmuddin said

    To Rini: sudah dikirim via Japri, semoga bermanfaat.

  3. Anonymous said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.

  4. Anonymous said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya sumadi_1986@yahoo.com
    terima kasih

  5. Jasmansyah said

    GURU YANG PROFERSIONAL HARUS MEMILIKI MULTI KOMPETENSI….
    WAJIB………..

    • Anonymous said

      Bagaimana guru nya maui profesional dan kopetensi
      sedangkan sarana dan prasarana nya tidak menunjang!!!!!!!!!
      seharus nya mendiknas itu mengerti akan kbutuhan GURU….
      Thanks……

      • Anonymous said

        itulah guru harus bisa dan siap dri semua kondisi walaupun sarana dan prasarana kurang lengkap 1001 cra guru kreatif

  6. hidayaturrahman said

    saya juga ingin membutuhkan artikiel standar-standar kompetensi guru berdasarkan UU sisdiknas pasal 8 tentang kompetensi pedagodig, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional..adakah artikel tersebut????
    jika ada saya mohon kirimkan ke alamat email saya…rahmanhidayat@ymail.com
    dan saya juga ingin minta contoh aspek penilaian kompetensi pedagodig, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi propesional…kalau ada…tolong juga kirimkan……..
    terimakasih…saya tunggu jawabannya…..

  7. Mohamad Husni said

    saya sedang menyusun skripsi dan saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya molavible@yahoo.com

  8. guru yang profesional ya harus bisa dalam segala hal yang berhubungan dengan pengelolaan pembelajaran

  9. wahyu dewi said

    saya ingin mengetahui cara mengevaluasi kompetensi pedagogik,variabelnya apa saja.kalo ada tolong dibalas diemaik saya wahyudewiw@yahoo.com

  10. Anonymous said

    Aku Angel.Aku seneng bgt bisa buka makalah ini,karna aku pengen bisa tambah pengetahuan ttg kmpetensi pedagogik

  11. hasanuddin said

    saya membutuhkan informasi secara lebih detil tentang indikator-indikator kompetensi pedagogik. sebagai rujukan skripsi saya.

  12. Anonymous said

    Assalamu’alaikum.
    Boleh minta penjelasan mendetail tentang Kompetensi Guru.
    Terima Kasih.
    Kundratr@yahoo.com

  13. terima kasih artikelnya!

  14. FATMAWATY said

    TRIMS INFO TENTANG KOMPETENSINYA. INFO INI BUAT PERSIAPAN BAGI SAYA MENGHADAPI LOMBA GURU BERPRESTASI DI MAKASSAR

  15. Anonymous said

    sangat menarik berbicara tentang perkembangan maka dari saya sangat tertarik untuk memepelajari tentang hal itu dan saya bapak dapat membantu saya dalam hal ini.yang menjadi pertanyaan saya yang paling mendasar adalah bagaimana cara menmpelajari entang karakter anak anak yang jelasnya diantara sepuluh kepala anak itu berbeda….jadi gimana cara mengenali mereka secara spesifikasi mohon petunjuknya…..trimah kasih sebelumnya….

  16. Anonymous said

    saya sedang mencari perbedaan antara kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional

  17. ek@ said

    aq butuh pemhasan ttg apa itu pedangik dan konsep” yg dterakn dlm pedagokik dan jg ahli” pedagogik

  18. Barik said

    Saya sedang mengerjakan skripsi yg bertemakan kompetensi profesional dan pedagogik guru, adakah artikel yg membahas tentang 2 kompetensi tersebut dan bagaimana cara mengevaluasi 2 kompetensi tersebut, variabelnya apa saja? klo ada tlong krim ke email saya barikfidaroin@rocketmail.com terimakash..

  19. hamidah said

    Askum. Sekarang saya lg dlm proses pembuatan skripsi, mhon bntuanya jika Anda mempunyai artikel yang membahas tentang Kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian beserta indikator2nya, mohon dikirim ke midahalkhoir@yahoo.co.id .terima kasih.

  20. sri suar said

    terimakasih

  21. putri kurniasari said

    saya juga membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya: putri.elfikri.kurniasari@gmail.com
    tolong dikirimkan sebelum tanggal 14 Februari 2010, karena mendesak.
    terima kasih

  22. habibie said

    saya minta tolong jika ada dikirimkan “kompetensi pedagogik” indikator dan instrumennya. saya kesulitan menyusun instrumen penelitian untuk kompetensi pedagogik. terimakasih. jika berkenan kirik ke alamat saya habibique@yahoo.co.id. terimakaih ya

    • Amud said

      To Habibie: Terima kasih telah berkunjung di weblog ini. Permintaan anda telah saya kirim via email di atas. semoga bermanfaat, salam.

      • putri said

        pak terima kasih atas informasinya,,
        boleh minta tolong pak,saya membutuhkan indikator dan instrumen tentang kompetensi pedagogik untuk melengkapi kebutuhan pengerjaan skripsi saya, terimakasih sebelumnya.

      • Mahmuddin said

        oke, terkirim via email

  23. Ahmad Yahdiani said

    Assalamualaikum wr wb. Saya sedang menyusun skripsi tentang kompetensi pedagogik, tepatnya masalah pengelolaan pembelajaran. Saya butuh artikel tentang indikator-indikator dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Saya juga lagi mencari buku Taksonomi Pembelajaran karangan Anderson, adakah info tentang buku tersebut? Kirim ke email saya di Yahdilampard_87@yahoo.co.id. Terimakasih.

  24. Anonymous said

    Tlg dikrmkn indikator dan instrumen kompetensi pedagogik guru,serta teknik pengumpulan datanya.siapakah yg lebih cocok menilai kompetensi pedagogik guru? apakah bisa mahasiswa sbg peneliti menilai kompetensi pedagogik guru? krm ke email ayu_nishazahra@yahoo.com

  25. Nurul Saila said

    saya sedang menyusun tesis tentang kompetensi guru, tolong dikirim artikel ini ke email saya, bolehkan? trims

  26. Mila said

    Waduh…mau donk..sy juga dikirimin tentang indikator dan instrumen ttg kompetensi pedagogik… makasih banget klo kirimannya bs segera sy terima by my email, sy bnr2 kesulitan menyusun instrumennya..

  27. LILYANA APRILIYANTI said

    AMAT SANGAT BERGUNA BAGI KOE, KALAU BOLEH DAN BISA TOLONG ARTIKEL TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SERTA URAIANYA DIKIRIM KE E-mail koe, terima kasih buanyaak ya……………

  28. LILYANA APRILIYANTI said

    AMAT SANGAT BERGUNA BAGI KOE, KALAU BOLEH DAN BISA TOLONG ARTIKEL TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SERTA URAIANYA DIKIRIM KE E-mail koe, terima kasih buanyaak ya……………apriliyanti_lilyana@yahoo.com

  29. Anonymous said

    Bisa kirimkan kompetensi pedagogik untuk guru SD??

  30. Arie hamzah said

    Bisa krimkan kompetensi pedagogik untuk guru SD?????

  31. R. Eryanto said

    mohon ijin untuk menggunakan (beberapa bg) artikel ini. tks

  32. ZULFAKAR said

    mohon minta untuk bahan materi kuliah

  33. mfathoni said

    mohon ijin untuk menggunakan beberapa bagian dari artikel ini, trims. semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dunia akhirat, amin.

  34. Anonymous said

    bila berkenan dan diizinkan mohon saya di kirimi artikel ini tentang kompetensi pedagogik beserta indikator dan instrumennya sbagai bahan penulisan karya tulis,ke email dwiratnawati54@yahoo.co.id. terima kasih sebelumnya semoga Tuhan membalas kebaikan anda.Amin..

  35. himus said

    saya lagi mencoba penelitian untuk skripsi nih…
    mohon bantuan tentang kompetensi pedagogik guru.

  36. Anonymous said

    bagus sekali tulisannya, saya ingin tahu jug tentang indikator kompetensi pedagogik

  37. ary said

    saya juga membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya: ary.anggraeny@gmail.com

    terima kasih

  38. Nur awaliah said

    saya juga sedang dalam tahap penulisan skripsi mengenai kompetensi pedagogik, mohon saya di kirimi artikel ini tentang kompetensiini beserta indikator dan instrumennya sbagai bahan penulisan karya tulis,ke email Nurawaliah@rocketmail.com. terima kasih sebelumnya semoga Allah membalas kebaikan anda.Amin…

    • Mahmuddin said

      Artikelnya silahkan dicopy saja langsung. Indikator dan instrumennya sudah saya kirimkan lewat email. semoga bermanfaat.

      salam Mahmuddin

  39. azwar said

    Blog yg sangat bagus bisa membatu kalangan dunia pendidikan,sekalian promo aja kalau dari pembaca blog ini ada yg mencari atau membutuhkan aplikasi untuk Pendidikan,dan didalamnya juga sudah ada penilaian kopentensi untuk tenaga pendidik disamping modul2 lainnya yg sangat lengkap dan mudah dipergunakan.

    untuk info http://www.logidik.com

    trims

  40. terima kasih atas tulisannya tp klo bisa di tulis lagi artikel yang lebih banyak tentang kompetensi pedagogik untuk pembuatan skripsi

  41. wahid said

    terima kasih artikelnya pak smoga bermanfaat

  42. wahid said

    terima kasih artikelnya pak smoga bermanfaat.amiiin

  43. sasmito said

    Guru Profesional adalah guru yang kenal dengan profesinya, baik itu guru SD, SLTP, SLTA/SMK ato PT……….! ( Back To Basic )

  44. HERU UTOMO said

    permohonan saya sama pak, berkenaan dg artikel sebagaimana yg sudah disampaikan rekan di kolom 1,3, 6 dan lainya,mhn bantuan bisa dikirim ke email saya.terimakasih.

  45. yudianto said

    saya butuh definisi pedagogis menurut para ahli..
    balas ke e-mail saya donk..
    thank’s

  46. Ichfa said

    Asslm.
    Akhi,
    Sy lg butuh indikator2,deskriptor srta instrumen2 dlm penilaian kompetensi pedagogik guru. Tlg kirimkan ke e-mail sy ya akh!
    ich_fauzi@yahoo.com
    syukron

  47. Ni'mah LS said

    artikelnya bagus..apa saya bisa minta lebih lengkap lagi tentang kompetensi pedagogik beserta indikator dan instrumennya sejelas-jelasnya? saya dalam proses skripsi mohon bantuan transfer ilmunya..jika berkenan silahkan di kirim ke email saya nick_much11@yahoo.co.id

  48. Tony said

    Bagus euy!

  49. ary... said

    makasih ya…. saya sgt terbantu…

  50. dwi setyorini said

    saya memerlukan contoh-contoh kompetensi pedagogik,sosial,kepribadian dan profesional. kalau ada,tolong kirimkan ke email saya dwisetyorini11@gmail.com.terima kasih

  51. dwi setyorini said

    maaf,alamat email yg saya kirim salah.seharusnya dsetyorini11@gmail.com. terima kasih

  52. faiz prissy said

    kerennn ibi.pak guru

  53. Tomi Desputra said

    saya juga ingin membutuhkan artikiel standar-standar kompetensi guru berdasarkan UU sisdiknas pasal 8 tentang kompetensi pedagodig, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional..adakah artikel tersebut????
    jika ada saya mohon kirimkan ke alamat email saya
    dan saya juga ingin minta contoh aspek penilaian kompetensi pedagodig,kalau ada…tolong juga kirimkan……..
    terimakasih…saya tunggu jawabannya…..
    alamat email saya elfattah_31@yahoo.com
    terima kasih

  54. mardiansyah said

    saya membutuhkan artikel tentang KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDEKATAN KETELADANAN ada g??? harap dimuat ya,,,,,tks

  55. sri wiryanti said

    Selamat pagi p Mahmudin,salam kenal ,bisa saya mohon dikirim ke email saya “s.wiryanti@yahoo.com” indikator dan intrumen tentang kompetensi pedagogik untuk melengkapi penyusunan tesis saya sekarang ini,terimakasih ,salam sukses.

  56. Anonymous said

    Assalamulaikaaum, wr, wb. salam kenal pak,, mohon kirimkan saya artike lstandar kompetensi guru (email Sy : lala_difa@yahoo.com) terima kasih..

  57. anexs said

    artikelnya sangat membantu saya dalam nyusun skripsi.. :) tx a lot…

  58. sangat berguna sekali bagi perkembangan guru kedepanya…

    - http://www.leftflipflop.blogspot.com -

  59. christine said

    Pak saya mohon bantuannya unk mengirimi ke e-mail saya penjelasan ttg kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

    • Mahmuddin said

      Dear Christine, Terima kasih atas kunjungannya. Permintaan Anda telah saya kirimkan via email, Semoga bermanfaat dlm membantu tugas Anda.

      Salam,

  60. Anonymous said

    saya juga membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya: adi_alya@yahoo.co.id

    terimakasih

  61. Anonymous said

    assalamualaikum wr.wb pak seblm nya salm kenal n salam maaf saya law merepotkan kembali saya juga ingin mendapatkan materi dan membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosiall dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya nurc74@yahoo.co.id
    terima kasih banyak semoga selalu bertambah manfaat amien.

  62. nurcholis said

    assalamualaikum wr.wb pak seblm nya salm kenal n salam maaf saya law merepotkan kembali saya juga ingin mendapatkan materi dan membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosiall dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya nurc74@yahoo.co.id
    terima kasih banyak semoga selalu bertambah manfaat amien.

  63. M hazairin said

    Sangat bermanfaat

  64. Amir said

    Assalamu’alaikum…
    Artikelnya bagus pak…. kami minta dikirim mengirimi ke e-mail saya penjelasan ttg kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Terima kasih atas jawaban dan kiriman emailnya. Oh iya ini alamat emailnya… kangghozi@gmail.com
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  65. Deni said

    Mlem PAK,,Sya minta artikel tentang Bitir” kompetensi guru(pedagogik,kepribadian,profesional,sosial)Buat menyelesaikan tugas dari TuTor pak,, , Plizzz mohon bantuanNya

  66. info bagus sekali ni, terutama buat saya yang guru hanya lulusa D3 Teknik yang kurang modal untuk kompetensi pendagogik, izi nyimak n repost buat dipelajari

  67. amir said

    Pak, mohon maaf sebelumnya. saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    Terima kasih atas jawabannya

  68. amir said

    maaf lupa alamat emailnya
    kangghozi@gmail.com

  69. yusdi yacob said

    artikelnya bagus..apa saya bisa minta lebih lengkap lagi tentang kompetensi pedagogik beserta indikator dan instrumennya sejelas-jelasnya? saya dalam proses skripsi mohon bantuan transfer ilmunya..jika berkenan silahkan di kirim ke email saya info.yusdi

  70. Saif said

    Pak, mohon maaf sebelumnya. saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    Terima kasih atas jawabannya

  71. Anonymous said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada. terimakasih

    Balas ya pak saya butuh pertolongan segera !

  72. Supriyo said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada. terimakasih

  73. indy said

    Mohon dikirim tentang kompetensi pedagogik secara lengkap, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, UU sisdiknas terbaru, dan hal-hal yang berkaitan dengan keprofesionalan guru di indonesia seperti materi pembelajaran, penelitian tindakan kelas, dll. Terima kasih atas jawabannya…

  74. mamang said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada. terimakasih

    Balas ya pak saya butuh pertolongan segera kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya apongrosmiati@yahoo.co.id
    terima kasih banyak semoga selalu bertambah manfaat amien.

  75. lilis said

    Sy mhn informasi ttg materi2 yg berkaitan dgn kompetensi pedagogik dan kompetensi lainnya. Mhn dikrm ke email saya. Thx

  76. sri setijasih said

    Pak Mahmuddin Yth, saya juga membutuhkan artikel tentang kompetensi pedagogik dan lain – lain, sama seperti yang lainnya. kalau boleh kirim di email saya : sriset07@yahoo.co.id . terima kasih banyak atas bantuannya……

  77. sumartina.diansyah said

    tolong kirim ke email saya mengenai kompetensi pedagogik karena saya sangat memerlukannya untuk tes sertifikasi

  78. Lisnowati said

    mohon maaf,
    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada.
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via email lisnowati@gmail.com

  79. amelia said

    Assalamualaikum
    Nama saya amelia, saya sedang mempersiapkan diri tuk test kompetensi awal sergur 2012 dan plpg. Mohon bantuannya tuk mengirimkan 4 kompetesi guru profesional dan penjelasan detail ttg hal tsb. Lalu kira2 materi apalagi ya yg harus saya persiapkan? Mohon bapak berkenan utk mengirimkan artikelae tsb ke email saya. Syukron atas bantuan bapak, semoga Allah yg membalasnya.

  80. Anonymous said

    terimakasih sangat membantu artikelnya ,bisa kirimin artikel tentang kompetensi pendidikan smp ke koh_tio@yahoo.com gk?

    tx sbelumnya…

  81. Saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada.
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via smk_st.bonaventura2@yahoo.co.id terima kasih

  82. Kadir,S.Pd said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada. terimakasih

  83. Refendi Tampubolon said

    Trima kasih atas artikel yang sudah dimuat oleh Pak Mahmuddin saya minta dikirimi artikel .Saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada.
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via endi_tbln092469@yahoo.com. Trima kasih banyak sebelumnya Pak sukses selalu.Dan kebetullan saya sedang mempersiapkan diri tuk test kompetensi awal sergur 2012 dan plpg. Mohon bantuannya tuk mengirimkan 4 kompetesi guru profesional dan penjelasan detail ttg hal tsb. Lalu kira2 materi apalagi ya yg harus saya persiapkan? Mohon bapak berkenan utk mengirimkan artikelae tsb ke email saya. Syukron atas bantuan bapak, semoga Allah yg membalasnya. Dari saya R.Tampubolon Bengkulu.

  84. eri said

    assalamualaikum… mohon maaf boleh saya meminta tentang artikel tentang kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional untuk guru PKn.. mohon di dirim ke email er_orok@yahoo.com..
    terimaksih atas informasi-informasinya….

  85. khusnul said

    Pak Mahmud tlng donk saya juga dikirimi artikel seperti pak Kadir agar dapat jadi guru yang benar2 profesional trims

  86. Purwophobos said

    assalamualaikum wr.wb pak seblm nya salm kenal n salam maaf saya ikut merepotkan bapak juga saya juga ingin mendapatkan materi dan membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosiall dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya purwo.phobos@gmail.com
    terima kasih banyak semoga selalu bertambah manfaat amien.

  87. Rahmat Permana, S.Pd said

    Saya juga membutuhkan seperti yang diminta pak Kadir. Tolong kirim lewat email saya pak. Terima kasih ….

  88. Wahyu Budi Cahyono said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada. terimakasih

  89. ana said

    :) saya sedang mencari jurnal ataupun artikel tentang kompetensi guru.. jika ada tolong dikirim ke email saya :) ana_alfatih@yahoo.com
    terimakasih :)

  90. Saidy said

    Pak saya mohon dikirimi artikel penjelasan ttg kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru. Tak lupa saya sampaikan salam kenal dan terimakasih.

  91. agita tjatur wardono said

    Pak, salam kenal sebelumnya. Saya membutuhkan artikel tentang kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi sosial untuk persiapan uji kompetensi sergur Pak kalo ada juga beserta indikator dan contoh soal-soalnya, Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih. (mohon dikirim di email saya ya pak…)

  92. salam kenal…. terimakasih. tulisannya bagus. saya suka. saya menunggu karya-karya lainnya…

  93. sri andriyani said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.persiapan uji kompetensi sergur Pak kalo ada juga beserta indikator dan contoh soal-soalnya, Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih. (mohon dikirim di email saya ya pak…)

  94. mohon maaf,
    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada.
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via hadikhus@yahoo.co.id
    terimakasih

  95. ali Imran said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada. terimakasih

  96. susanta said

    Mohin maaf Pak, sayasangat membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornyabila berkenan mohon saya dikirimi via santo_237@yahoo.com
    terimakasih

  97. Yeni Mulyani said

    Salam kenal pa, apabila bapa tidak keberatan saya juga mohon dikirim artikel seperti teman-teman di atas mengenai materi empat kompetensi guru,ke email yeni.mulyani@50yahoo.co.id. Hatur nuhun pa sateacanna.

  98. Dewi Masithoh said

    Assalamu’alaykum…

    Salam kenal, bapak. Mohon kiranya bapak bersedia mengirimkan artikel mengenai Kompetensi Pedagogik. Mohon untuk dikirim di theywe.masithoh@hotmail.co.id. Jazakallooh khoyr atas bantuannya.

    Wassalamu’alaykum …

  99. Rahmat Permana said

    Tolong kirim pak file kompetensi pedagogik, kompetensi profesional kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial untuk tes sergur 2012 ke alamat email saya permana.rahmat 25@yahoo.com

  100. anastasia said

    Selamat pagi pak dan salam kenal, sayasangat membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornyabila berkenan mohon saya dikirimi via anastasia007@ymai.com
    terimakasih, Tuhan memberkati

  101. titik purwati said

    Selamat pagi pak, saya sangat membutuhkan artikel tentang standar kompetensi guru berdasarkan uu sisdikns tentang kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. jika bapak berkenan mohon saya dikirim artikel dan indikatornya untuk guru smk yang mengajar mapel produktif pemasaran ke alamat e-mail saya purwati.titik@rocketmil.com
    Terimakasih ………

  102. Anonymous said

    assalammualaikum …

    apabila bapak berkenan,saya sangat membutuhkan artikel kompetensi pedagogik,kompetensi profesional kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial untuk tes sergur 2012 ke email saya adin.refqi@gmail.com
    terimakasih

  103. risty said

    assalamualaikum .
    saya sangat membutuhkan indikator kompetensi pedagogik yang sesuai dengan 8 komponen yang ada di artikel anda. saya akan bersyukur bila anda berkenan mengirim ke email saya s.ristyana@yahoo.com
    terimakasih sebelumnya….

  104. assalamualaikum….
    pak saya sangat membutuhkan artikel kompetensi berdasarkan undang2 sisdiknas pasal 8 tentang 4 kompetensi seperti teman teman di atas

    kirimkan ke email saya…………………………….

  105. assalamualaikum……………..
    selamat siang pak saya membutuhkan tentang 4 kompetensi yang ada di uu sikdiknas pasal 8
    “terima kasih’
    tolong kirim ke email saya…………….

  106. assalamualaikum…………………….
    bpk saya membutuhkan tentang 4 kompetensi yang ada di undang-undang sikdiknas pasal 8
    “terima kasih”
    kirim ke email saya………………….

  107. Tri widya ningsih said

    Dear bapak….
    Tulisan bapak sangat bermanfaat untuk saya, saya juga mau dikirimkan tentang 4 kompetensi guru tersebut.
    Saat ini saya sangat membutuhkaannya. Mohon dikirimkan ke email saya, tri.widya10@yahoo.com
    Trimakasih sebelumnya.

  108. marta said

    saya juga ingin 4 kompetensi guru dan bagaimana jadi guru yang lebih baik lagi, tolong kirim ke email saya terima kasih banyak di pharmartacist@gmail.com

  109. Anonymous said

    assalamualaikum bpk, saya minta bantuan bpk untuk mengirimkan saya penjelasan tentang 4 kompetensi guru, trimakasih atas bantuannya

  110. najmuddin said

    assalamualaikum bpk,saya minta tolong aar kiranya bapak dapat mengirimkan saya penjelasan ttg 4 kompetensi guru melalui email saya. trima kasih atas bantuan bpk

  111. astia trinita said

    artikelnya sangat bagus dan bermanfaat sekali. maaf sekali bila saya merepotkan, saya minta dikirimkan lewat email saya,artikel tentang standar-standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8, tentang kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian,kompetensi sosial dan kompetensi profesional. terimakasih dan sukses untuk anda selalu.

  112. Lucy said

    Terima kasih pak mahmuddin, artikelnya bagus
    Apa saya bisa minta lebih lengkap lagi tentang kompetensi pedagogik beserta indikator dan instrumennya?
    saya dalam proses tesis mohon bantuan transfer ilmunya
    Jika berkenan kirim ke email saya lucia_sw@yahoo.co.id

  113. Risa Juanita said

    Mohon maaf,
    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via risajuanita@gmail.com

    terimakasih

  114. miratun said

    Assalamualaikum wr wb
    Pak, salam kenal sebelumnya, artikelnya sangat bagus dan bermanfaat sekali. maaf bila saya merepotkan, saya minta dikirimkan lewat email saya,artikel tentang standar-standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8, tentang kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian,kompetensi sosial dan kompetensi profesional. terimakasih dan sukses untuk anda selalu.

  115. helova panjaitan said

    Selamat pagi pak dan salam kenal, sayasangat membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornyabila berkenan mohon saya dikirimi via helova0586@gmail.com

  116. Selamat siang pak, salam kenal. Saya Supriyanto, mengajar di SMP N 1 Jiken, Kab. Blora Jawa Tengah. Bila bapak tidak keberatan, saya juga membutuhkan materi tentang pedagogik khususnya untuk smp. Bila bapak berkenan saya mohon dikirim lewat email saya : mys_bla@yahoo.co.id. Terima kasih sebelumnya atas kirimannya.

  117. Umi said

    A

  118. Umi said

    Sy butuh artikel kompetensi pedagogic

  119. Shinta Krishna Dewi, S.Pd said

    Salam kenal pak, trm ksh atas tulisannya..tlg pak materi2 untuk bahan test kompetensi sertifikasi lebih luas, spesial tuk peljrn bhs indonesia…

  120. ai nuraini said

    kalau tidak keberatan saya juga membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya: nuraini_bekasi1979@yahoo.co.id

    terima kasih

  121. erlan wijaya said

    Mohin maaf Pak, sayasangat membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornyabila berkenan mohon saya dikirimi via erlan.wijaya@yahoo.co.id

  122. erlan wijaya said

    Mohin maaf Pak, sayasangat membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornyabila berkenan mohon saya dikirimi via erlan.wijaya@yahoo.co.id
    terima kasih banyak atas bantuannya.

  123. NueNue said

    Mohon maaf Pak…Saya membutuhkan angket kuesioner mengenai 4 kompetensi guru. Bila Bapak berkenan Mohon dikrim via emal saya….. nueruel_hidayati_08@yahoo.co.id
    terima kasih atas bantuannya…

  124. Anonymous said

    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Pak, sya membutuhkan prediksi soal-soal uji kompetensi sertifikasi guru SD, tentang kompetensi paedagogi dan kompetensi profesional khususnya guru SD
    Bila Bapak berkenan mohon dikirim ke email saya
    rokhimahkhoeroh@gmail.com
    Atas perkenan bapak saya ucapkan banyak terimakasih
    Wassalamu’alaikum Wr Wb

  125. ssalamu’alaikum Wr Wb
    Pak, mhn sy dibantu untuk contoh soal-soal uji kompetensi sertifikasi guru SD, tentang kompetensi paedagogi dan kompetensi profesional khususnya guru SD
    Bila Bapak berkenan mohon dikirim ke email saya

  126. aminprajogo said

    untuk soal paedagogik dan profesi guru untuk plpg yang jelas agar dapat memberikan gambaran yg jelas bagi kami

  127. saya membutuhkan bentuk soal dalam sertifikasi kompetensi padagogik dan profisional please ya

  128. sandroe said

    assalamualaikum bapak,.,
    orang tua saya lagi membutuhkan artikel tentang UKA 2 kompetensi :
    1. kompetensi pedagogik
    a. mengenal kompetensi anak didik (SD)
    b. menguasai teori belajar dan prinsip pembeljaran yang mendidik
    c. pengembangan kurikulum
    d. permen no.41 tahun 2007
    * serta semua hal yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik.
    2. kompetensi profesional

    saya berharap bantuan dari bapak…
    kirim aja ke email saya ya pak.,
    Trim’s
    Wassalam

  129. Ritta Marganingrum said

    Ass. Wr Wb ……..

    Mohon dikirimkan pembahasan soal uji kompetensi pedagogik, uk kepribadian, uk pengembangan profesi dan uk sosial atau bila tdk ada saya mohon info bisa mendapatkan di mana ? termasuk teori / materi dari uk uk tsbt di atas. Email : rmarganingrum@yahoo.com
    Saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

    Wass. Wr Wb …….

  130. Tomy said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada. terimakasih

  131. Anonymous said

    Ass. Wr Wb ……..

    Mohon dikirimkan pembahasan soal uji kompetensi pedagogik, klo tidak ada mohon info di mana bisa saya dapatkan? termasuk teori / materi dari uk uk tsbt di atas. Email : mas.fanni.@yahoo.co.id Saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

    Wass. Wr Wb …….

  132. marta said

    Saya minta tolong dikirimkan pengetahuan dan pedagogis guru terima kasih

  133. Anonymous said

    Asslkm, Wr. Wb

    Saya mohon dikirimkan juga tentang standar-standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, beserta indikatornya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Email : niskala70@yahoo.com

    Wasslkm, Wr. Wb

  134. FREDI AHMAD M said

    Saya mohon dikirimkan juga tentang standar-standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, beserta indikatornya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Email : fredi_ahmad_m@yahoo.com

  135. FREDI AHMAD M said

    Maaf saya butuh pula soal-soal kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial. Terima kasih banyak. Email : fredi_ahmad_m@yahoo.com

  136. tongano said

    Asslkm, Wr. Wb

    Pak saya mohon ma’af kl bisa tolong kirimkan standar-standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, beserta indikatornya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Email : rahma_mina@yahoo.co.id

    Wasslkm, Wr. Wb
    Saya mohon dikirimkan juga tentang soal paedagogik dan profesi guru untuk plpg yang jelas agar dapat memberikan gambaran yg jelas bagi kami

  137. wahyudi said

    ass.
    salam sukses Pak, maaf pak sy butuh pnjelasan 4 standar kompetensi guru beserta penjelasannya

  138. Anonymous said

    Asslkm, Wr. Wb

    Pak saya mohon maaf kl bisa tolong kirimkan tentang kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, beserta indikatornya. antara kompetensi kepribadian dan kompetensi pedagogik kompetensi mana yang lebih berperan untuk sertifikasi guru. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Email : tiyas_yuli77@yahoo.co.id
    Wasslkm, Wr. Wb

  139. fuonk said

    pak tolong kirimin yang lebih jelas lagi..via email…saya butuh sebagai pembelajaran saya sebagai calon guru yang diharapkan mampu mengantarkan saya sebagai guru yang mempunyai kompetensi yang tidak diragukan…

  140. Ruth said

    Terimakasih postingannya pak..
    Jika berkenan, saya sangat membutuhkan informasi statistik tentang tingkat kompetensi guru di Indonesia saat ini..
    Selain itu apakah bapak mempunyai indikator/instrumen dalam penilaian kompetensi pedagogik guru PAUD/TK?
    Terimakasih sebelumnya pak..Ini untuk tesis saya pak..Mohon dibantu yah pak.. :)
    Ini alamat email saya : sayadankamu@gmail.com

    Ruth-Surabaya

    • Mahmuddin said

      Dear Ruth, saya tidak punya data kompetensi guru di indonesia. saya hanya bisa bantu tentang standar kompetensi guru via email. semoga bermanfaat.

    • Mahmuddin said

      Data Kompetensi Guru Indonesia:

      Hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) Guru Tahun 2012 yang dilaksanakan pada bulan Februari 2012 lalu akhirnya diumumkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, memaparkan pemaparan hasil UKA 2012 di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3) sore. Berikut beberapa pemaparan dari Hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) Guru Tahun 2012 :

      1. Nilai tertinggi nasional adalah 97,0, Nilai terendah adalah 1,0. Sehingga, rata-rata nasional nilai UKA 2012 ini adalah 42,25 dengan standar deviasi 12,72.

      2. 10 Provinsi dengan Nilai UKA tertinggi :

      Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan nilai rata-rata 50,1
      DKI Jakarta dengan nilai rata-rata 49,2
      Bali dengan nilai rata-rata 48,9
      Jawa Timur dengan nilai rata-rata 47,1
      Jawa Tengah dengan nilai rata-rata 45,2
      Jawa Barat dengan nilai rata-rata 44,0
      Kepulauan Riau dengan nilai rata-rata 43,8
      Sumatera Barat dengan nilai rata-rata 42,7
      Papua dengan nilai rata-rata 41,1
      Banten dengan nilai rata-rata 41,1

      3. 5 Propinsi dengan nilai rata-rata UKA terendah :

      Maluku dengan nilai rata-rata 34,5
      Maluku Utara dengan nilai rata-rata 34,8
      Kalimantan Barat dengan nilai rata-rata 35,40
      Kalimantan Tengah dengan nilai rata-rata 35,5
      Jambi dengan nilai rata-rata 35,7

      4. Guru yang mendaftar UKA sebanyak 285.884 orang. Guru yang mengikuti ujian hanya 281.016 orang. Sedangkan sisanya 4.868 orang guru tidak mengikuti ujian

      5. Guru yang mengikuti Uji Kompetensi Awal dilihat dari kualifikasi pendidikan. Guru lulusan S3 9 orang, Guru lulusan S1 211.858 orang, Guru lulusan D2 34.614 orang, Guru lulusan SMA 19.039 orang, dan sisa lainnya lulusan SMP, SMA, D1, D3, dan S2

      6. 10 Kabupaten/kota dengan nilai UKA tertinggi:

      Kota Blitar dengan nilai rata-rata sebesar 56,41
      Kota Sukabumi dengan nilai rata-rata sebesar 55, 88
      Kabupaten Gresik dengan nilai rata-rata 55,41
      Kota Malang dengan nilai rata-rata 53,71
      Kabupaten Jembrana dengan nilai rata-rata sebesar 53,63
      Kota Magelang dengan nilai rata-rata 53,62
      Kota Surakarta dengan nilai rata-rata sebesar 52,49
      Kota Pasuruan dengan nilai rata-rata 52,30
      Kota Denpasar dengan nilai rata-rata 52,23
      Kabupaten Banyumas dengan nilai rata-rata sebesar 52,23

      7. Guru TK yang mendapatkan nilai UKA tertinggi adalah Desi Dwi Jayanti dari TK Islam Nurul Iman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan nilai 90

      8. Guru S

      D yang mendapatkan nilai UKA tertinggi adalah Nurfatah dari SD 8 Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan dengan nilai 80

      9. Guru SMP yang mendapatkan nilai UKA tertinggi adalah Melany Wiwanty Parulian Mukuan dari SMP Advent Amurang, Kabupateng Minahasa Selatan, Sulawesi Utara dengan nilai 87,5

      10. Guru SMA yang mendapatkan nilai UKA tertinggi adalah Gatot Priadi dari SMAN 1 Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dengan nilai 90

      11. Sebanyak 606 peserta dari kategori jabatan pengawas memiliki rata-rata ujian paling rendah dari kategori peserta guru TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Rata-rata ujian pengawas adalah 32,58.

  141. devie said

    terimakasih atas artikel nya bgus dan bermanfaat sekali…

  142. Yuli said

    Pak, artikelnya bagus, saya boleh tidak minta file penjelasan mengenai materi kompetensi pedagogik guru. Krm ke email saya wannabe.firzan@gmail.com. Trims pak

  143. Anonymous said

    Artikelnya sangat bagus dan bermanfaat pak boleh tidak minta file mengenai materi 4 kompetensi guru beserta penjelasannya. kirim ke email saya widiastuti 0720@yahoo.co.id. Trims pak

  144. AGUSTAN S. said

    mohon maaf sebelumnya. sy agustan mau nanya kira-kira ada gak instrumen untuk mengetahui deskripsi guru yang memiliki gambaran guru yang memiliki kompetensi pedagogik guru? mohon bantuannya?

  145. Anonymous said

    tolong minta indikator kompetensi pedagogik dan instrumennya kalau ada yang berupa tes…email saya trusti_sari@yahoo.com trimakasih banyak

  146. momod said

    Mohon maaf Pak…Saya membutuhkan angket kuesioner mengenai 4 kompetensi guru. Bila Bapak berkenan Mohon dikrim via emal saya. Ini email saya: mudaguru@yahoo.com

  147. supratikno said

    trims atas artikelnya ya ………..amat bermanfaat dan tentunya semakin menambah wawasan ………dan bsa mengingat lagi sesuatu yang terlupakan semoga lebih bermanfaat untuk semangat pembelajaran saya dan untk bekal uji test kompetensi guru bersertifikasi.mendatang………semoga sukses.dan sekali lagi trims…….

  148. sutrisno said

    aya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya ctr_kukuh@yahoo.co.id.
    terimakasih

  149. zaenal said

    Mas, tolong sy dikirimjin artikel ttg kompetensi paedagogik dosen.. ada gak..

  150. pak mo tanya nich….
    khusus kemampuan mengembangkan materi pembelajaran termasuk kompetensi apa? kompetensi profesional atau kompetensi pedagogik?

    apa perbedaan antara kompetensi profesional dengan kompetensi pedagogik?

    sebelumnya terima kasih atas jawabnnya

  151. Ass saya diemailkan materi2/soaL Paedagogik profesionalis dsb.seperti teman2 untuk belajar persiapan Uk makasih

  152. jakariah said

    Guru itu harus lebih kretif dalam menyampaikan suatu gagasan dalam pembelajaran yang diajarkan sehingga menjadi situasi kondusif untuk memahami mata pelajaran dan dapat diserap oleh siswa .

  153. mohon maaf,
    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada.
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via dbieutha@yahoo.com
    terimakasih

  154. prayitno said

    Ass. Wr Wb ……..

    Mohon dikirimkan artikel tentang pedagogik serta pembahasan soal uji kompetensi pedagogik, uk kepribadian, uk pengembangan profesi dan uk sosial atau bila tdk ada saya mohon info bisa mendapatkan di mana ? termasuk teori / materi dari uk uk tsbt di atas. Email : prayitno.kasan@yahoo.co.id
    Saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

    Wass. Wr Wb …….

  155. sudarto gs said

    Ass..wr.wb.
    Mohon dikirim model-model pembelajaran dengan contoh-contohnya dan materi uji kompetensi pedagogik termasuk teori pembelajaran.
    email : sudartogs@gmail.com

    Wasalamualakikum wr.wb.

  156. Anonymous said

    tatang kurniawan

    Assalmkm wr wb
    bolehkah sy memiliki artikel tentang kompetensi guru pedagogi, pribadi, sosial dan profesional berdasarkan uu sisdiknas yang disertai dengan indikatornya masing2 ke alamat tatkurn@yahoo.com terima kasih atas bantuannya

    wassalam wr wb

  157. Wahyu D Y said

    Thanks y pak atas artikelnya

  158. ismael said

    Pak Mahmudin, saya juga minta artikelnya dong, Trimakasih

  159. Wahyu D Y said

    Pak maaf, jika berkenan saya mohon untuk dikirimi artikel lewat email :wahyu1@mail.com ttg kompetensi pedagogik dan kompetensi lain yg termasuk Catur Tunggal. Terimakasih atas perhatianya.

  160. Anonymous said

    Pak, saya juga mohon kirimkan artikel ttg kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional ke email:yogaputrabarito@ymail.com. Terima kasih banyak ya Pak.

  161. jauzak said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada.
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via i_radclife@yahoo.com

  162. Anonymous said

    saya membutuhkan aspek kompetensi guru beserta indikatornya mohon bantuannya ke email: tatkurn78@gmail.com
    terima kasih

  163. Anonymous said

    selamat menjalankan ibada puasa bagi orang islam moh.maaf tolong kirim artikelx sol2 paedagogik berdasarkan uu psl 8 trens yg akses kirim ke email darwis hogga@yahoo co id

  164. MAHMUDDIH said

    selamat menjalankan ibada puasa bagi orang islam moh.maaf tolong kirim artikelx sol2 paedagogik berdasarkan uu psl 8 trens yg akses kirim ke email darwis hogga@yahoo co id

  165. Sriyono said

    Assallamu’allaikum
    saya juga menginginkan dikirim artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada.
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via sriyonosmanjo@yahoo.com
    terimakasih
    wassallam

    • Sriyono said

      terimakasih , semoga bermanfaat kirimannya buat saya
      dan semoga Pak Mahmuddin diberikan pahala yang sebesar-besarnya atas kebaikannya, amiin.

  166. firman said

    artikelnya bagus pak saya mohon dikirim via email 4 jenis kompetensi guru beserta indikatornya. firmanmustafa@yahoo.com

  167. terima kasih atas sumbangsih anda semoga Tuhan Yang Maha Pemurah Memberikan anda Pengetahuan yang lebih dan bermanfaat….

  168. jika ada artikel-artikel padegogik dan profesionalitas guru dan modelmodel pembelajaran

  169. ini mudahan bermanfaat:ﺒﺴﻡﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﺤﻴﻡ

    I. PENDAHULUAN

    Proses pembelajaran adalah inti dari kegiatan pendidikan. Sebagai inti dari dari kegiatan pendidikan, proses pembelajaran adalah suatu upaya untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yaitu Tujuan Pendidikan Nasional yang memuat standar Nasional Pendidikan yaitu standar isi (Kepmendiknas no. 22 tahun tahun 2006 tanggal 23 Maret 2006) dan standar kompetensi kelulusan (Kepmendiknas no. 23 tahun tahun 2006 tanggal 23 Maret 2006) yang merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan. Acuannya adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005. Untuk mencapai tujuan pendidikan maka proses pembelajaran harus berlangsung secara kontinu dan maksimal. Dalam proses pembelajaran yang terlibat langsung adalah guru dan siswa. Oleh karena itu peranan guru diperlukan bagaimana menciptakan pembelajaran yang kondusif. Untuk itu guru perlu memahami ciri-ciri pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
    Pemahaman seorang guru terhadap pembelajaran belumlah cukup tanpa adanya kemampuan untuk mengaplikasikan ke dalam proses pembelajaran tersebut. Di sini diperlukan kompetensi guru dalam mempersiapkan tahapan-tahapan kegiatan. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah tahap persiapan/perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penilaian. Tahapan-tahapan ini harus dibuat sedemikian rupa agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai ketuntasan belajar, sebagai tolak ukur harus sesuai dengan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran. Dalam penyusunan strategi pembelajaran erat kaitannya dengan kompetensi guru. Paling tidak guru memiliki dua modal dasar, yakni kemampuan mendesain program dan keterampilan mengkomunikasikan program itu kepada siswa.
    Masalah kompetensi guru bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yakni latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar. Karena kompetensi guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, maka kualitas kompetensi guru mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Kehadiran kompetensi guru dalam proses pembelajaran tidak lebih dari sebagai alat motivasi ekstrinsik guna memberikan dorongan dari luar diri setiap siswa.
    Dalam pengelolaan proses pembelajaran,guru harus menyadari bahwa pendidikan tidak hanya dirumuskan dari sudut normatif. Pelaksanaan proses pembelajaran adalah untuk menanamkan suatu nilai kedalam diri siswa sehingga tercapai tujuan yang diinginkan yaitu tercapainya kreteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sesuai dengan kompetensi dasar. Untuk memahami perubahan- perubahan yang terjadi pada siswa dapat dilihat dari jangkauan kemampuan pemahaman konsep(kognitif), terjadinya perubahan sikap (afektif) dan kemampuan pengoperasian/praktik (psikomotor). Penanaman nilai-nilai inilah yang menjadi tujuan sentral proses pembelajaran.
    Sebaimana teruraikan di atas dalam mecapai tujuan kompetensi dasar pengajarn tidaklah hanya bergantung kepada kompetensi guru semata melainkan juga tergantung kepada minat, bakat dan kemampuan siswa itu sendiri, karma proses pembelajaran terjadi apabila terlaksananya intraksi antara guru dengan siswa. Oleh sebab itu seorang guru juga harus mengenal karakteristik/hakekat siswa dan bergantung kepada kondisi lingkungan tempat tingkat satuan pendidikan itu berada dalam arti lingkungan pendidikan baik dalam lingkup sekolah maupun masyarakat.
    Dalam hal inilah sehingga seorang guru dalam proses pembelajaran harus memiliki strategi pembelajaran (strategi belajar mengajar) yang mapan dalam arti juga menguasai metode-metode atau model model pembelajaran disamping kemampuan dalam pengelolaan proses pembelajaran tersebut. Apalagi seorang guru yang memegang mata pelajaran matematika yang pada prinsipnya adalah ilmu pasti. Karena sifat kepastian ini seorang guru matematika harus memahami beberapa hal dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika yaitu, fakta, konsep, prinsif dan keterampilan/skill.

    II. PEMAHAMAN KOPETENSI GURU, TUGAS DAN PERANNYA
    A. Pemahaman Kompetensi Guru
    a. Pengertian
    Dalam proses pembelajaran guru adalah orang yang memberikan dan mengarahkan pelajaran dan siswa adalah yang menerima pelajaran. Dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa diperlukan pengetahuan kecakapan dan keyerampilan, tanpa semua ini tidak mungkin proses pembelajaran dapat berjalan secara kondusif. Disinilah kompetensi dalam arti kemampuan mutlak diperlukan oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Beranjak dari pengertian inilah kompetensi merupakan hal yang tidak bias dipisahkan dari kegiatan pendidikan dan pengajaran. Agar memiliki pengertian yang jelas maka perlu kita pahami makna kompetensi. Kompetensi berasal dari bahasa inggris competency yang artinya kemampuan atau kecakapan. Menurut kamus besar Indonesia (WJS. Purwadarmita) kompetensi berarti kewenangan(kekuasaan). Sehingga pengertian kompetensi dikemukakan oleh beberapa pakar antara lain.
    (i). “competence”ordinarily is defined as “adequacy for a task” or as “possession of require knowledge, skill and abilities.” (W.Robert Houston) seperti dikutip oleh Drs. Abdul Kadir Munsyi Dip.Ad.Ed disini dapat diartikan bahwa kompetensi sebagai suatu tugas yang memadai atau pemilikan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang.
    (ii). “Descriftive of qualitative nature or teacher behavior appears to be entirely meaningful”(Broke and stone). Kompetensi merupakan gambaran hakikat kualitatif dari perilaku guru yang tampak sangat berarti.
    (iii).”Competency as a rational ferformance wich satisfactorily meets the objective for a desired condition”.(Charles E. Johnson). Kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipesyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.
    (iv).”The state of legally competent or qualified”.(Mc. Leod). Keadaan berwenang atau memenuhi syarat menurut ketentuan hokum.
    Adapun kompetensi guru (teacher competency) “the ability of a teacher to responsibility perform has or duties appropriately”. Kompetensi guru merupakan kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggungjawab dan layak.
    Oleh sebab itu guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggungjawab terhadap pendidikan murid-murid, baik secara individu ataupun klasikal, baik di sekolah maupun di luar sekolah, (N.A. Ametembun). Ini berarti seorang guru minimal memiliki dasar-dasar kompetensi sebagai wewenang dan kemampuan dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu seorang guru harus memiliki keperibadian, menguasai bahan pelajaran dan menguasai cara-cara mengajar sebagai dasar kompetensi,dalam arti seorang guru harus professional.
    Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan dan wewenang guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Disini jelas bahwa setiap guru bersifat professional dalam arti memiliki beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Sehingga dapat dikatakan bahwa, pekerjaan yang bersifat professional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk pekerjaan tersebut dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Dr. Nana Sudjana).

    b. Persyaratan Profesi
    Menginat tugas dan tanggungjawab guru yang begitu kompleks maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus antara lain sebagai berikut.
    1. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam
    2. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya
    3. Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai.
    4. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan.
    5. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. (Drs. Moh Ali)
    Selai diatas juga ada hal penting menurut hemat Drs. Moh. Uzer Usman antara lain :
    a. Memiliki kode etik, sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
    b. Memiliki klien/objek layanan tetap, seperti dokter dengan fasien, guru dengan muridnya
    c. Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya.

    c. Jenis-Jenis Kompetensi
    1. Kompetensi Pribadi
    1.1. Mengembangkan kepribadian
    1.1.1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
    1.1.2. Berperan dalam masyarakat sebagai warga Negara yang berjiwa Pancasilais
    1.1.3. Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru.
    1.2. Berintraksi dan berkomunikasi
    1.2.1. Berintraksi dengan sejawat untuk meningkatkan kemampuan professional.
    1.2.2. Berintraksi dengan masyarakat untuk penunaian misi pendidikan.
    1.3. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan
    1.3.1. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar.
    1.3.2. Membimbing murid yang berkelainan dan berbakat khusus.
    1.4. Melaksanakan administrasi sekolah
    1.4.1. Mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah.
    1.4.2. Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah
    1.5. Melaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.
    1.5.1. Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah
    1.5.2. Melaksanakan penelitian sederhana.
    2. Kompetensi professional (kemampuan profisional) meliputi hal-hal sebagai berikut.
    2.1. Menguasai landasan-landasan kependidikan
    2.1.1. Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional
    2.1.2. Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat.
    2.1.3. Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar-mengajar
    2.2. Menguasai bahan pengajaran
    2.2.1. Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dan menengah.
    2.2.2. Munguasai bahan pengayaan.
    2.3. Menyusun program pengajaran.
    2.3.1. Mendapat tujuan pembelajaran
    2.3.2. Memiliki dan mengembangkan bahan pembelalajaran.
    2.3.3. Memiliki dan mengembangkan strategi belajar mengejar.
    2.3.4. Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai.
    2.3.5. Memilih dan memanfaatkan sumber belajar.
    2.4. Melaksanakan program pengajaran.
    2.4.1. Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat.
    2.4.2. Mengatur ruangan belajar.
    2.4.3. Mengelola intraksi belajar mengajar.
    2.5. Memiliki hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.
    2.5.1. Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran.
    2.5.2. Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.

    B. Tugas Guru
    Tugas guru adalah pengabdian baik yang terikat oleh tugas dinas atau di luar dinasnya, dan apabila kita kita kelompokan ada tiga jenis, yakni tugas dalam profesi, tugas kemanusiaan, dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.
    Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Jenis pekerjaan ini tidak bias dikerjakan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan walaupun kenyataannya masih dilakukan orang di luar kependidikan. Itulah sebabnya jenis profesi ini paling mudah terkena pencemaran.
    Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti mene-ruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup (afektif/sikap). Mengajar bearti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Kognitif). Sedangkan melatih bearti mengembang-kan keterampilan-keterampilan pada siswa (ps ikomotor).
    Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswanya. Pelajaran apapun yang diberikan hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar.
    Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat di lingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Ini berarti bahwa guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berdasarkan pancasila.
    Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cendrung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamika untuk dapat mengadaptasikan diri. Oleh sebab itu semakin akurat para guru melaksanakan fungsinya semakin terjamin terciptanya dan terbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan. Dengan kata lain potret dan wajah diri bangsa di masa depan tercermin dari potret diri para guru masa kini, dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengan citra para guru di tengah-tengah masyarakat. Sehingga seorang guru memberi suri teladan ditengah –tengah membangun, dan dibelakang memberi dorongan dan motivasi. Dengan demikian penghargaan ini sekaligus membawa tantangan bagi guru yang menuntut prestasi yang senantia terpuji dan teruji dari setiap guru, bukan saja di kelas, di batas pagar sekolah tetapi juga di tengah-tengah masyarakat.

    Bagan Tugas Guru

    C. Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran
    Sebagai perkembangan terhadap proses pembelajaran membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya karena proses pembelajaran dan hasil belajar siswa ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru.
    Peranan dan kompetensi guru dalam proses pembelajaran meliputi beberapa hal sebagai mana dikemukakan oleh Adam & Decey dalam basic principles of student teaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motiva-tor, konselor, mediator dan pasilitator. Adapun yang akan kita bahas adalah yang dianggap paling dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut:
    1. Guru Sebagai Demonstrator
    Sebagai demonstrator, lecturer atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dan senantiasa mengembangkan dalam arti meningkatkan ke-mampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Sebagai guru harus terus belajar untuk memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator se-hingga mampu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis dengan harapan apa yang disampai-kan betul-betul dimiliki oleh siswa.
    Di samping di atas guru juga mampu dan trampil dalam memahami kurikulum, mengembang-kan silabus, menelaah materi pembelajaran, merancang kegiatan pembelajaran, merumuskan indikator, menentukan bentuk penilaian (jenis tagihan dan bentuk instrument), dan menentukan sumber belajar. Guru sebagai sumber belajar trampil dalam memberikan informasi kepada kelas, dan sebagai pengajar ia pun harus membantu perkembangan siswa untuk dapat menerima, memahami dan menguasai ilmu pengetahuan. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dalam berbegai kesempatan.
    2. Guru Sebagai Pengelola Kelas
    Sebagai pengelola kelas (learning manager), guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi, sehingga lingkungan belajar tersebut menjadi baik. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang besifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan.
    Kualitas dan kuantitas belajar siswa di dalam kelas bergantung pada benyak faktor, antara lain ialah guru, hubungan pribadi antar siswa di dalam kelas, serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas. Adapun tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fassilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Dan tujuan khususnya ialah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyedia-kan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk mem-peroleh hasil yang diharapkan.
    Sebagai manajer guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fisik kelasnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing proses-proses intelektual dan sosial di dalam kelasnya. Dengan demikian guru tidak hanya memungkinkan siswa belajar, tetapi juga mengembangkan kebiasaan bekerja dan belajar secara efektif di kalangan siswa itu sendiri.
    Tanggung jawab yang lain dari seorang guru sebagai manajer ialah membimbing pengalaman siswa sehari-hari kearah self directed behavior. Salah satu menejemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi kebergantungannya pada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri, dalam arti siswa harus belajar melakukan self control dan self activity melalui proses bertahap. Sebagai manajer guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta epesien dengan hasil optimul.
    Sebagai manajer lingkungn belajar guru hendkanya mampu mempergunakan pengetahuan tentang teori belajar-mengajar dan teori perkembangan sehingga kemungkinan untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang menimbulkan kegiatan belajar pada siswa akan mudah dilaksanakan dan sekaligus memudahkan pencapaian tujuan yang diharapkan.
    3. Guru Sebagai Mediator Dan Fasilitator.
    Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses pembelajaran. dengan demikian media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Disamping guru memiliki pengetahuan tentang pengetahuan tentang media pendidikan tetapi harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta mengusahakan media itu dengan baik, sehingga guru perlu latihan-latihan praktik secara kontinu dan sistimatis, baik melalui pre-service maupun melalui inservice training. Dalam pemilihan dan penggunaan media pendidikan harys sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi, dan kemampuan guru serta minat dan kemapuan siswa.
    Sebagai mediator guru harus mampu menjadi perantara untuk itu guru harus trampil mempergunakan pengetahuan tentang bagaimana orang berinteraksi dan berkomunikasi. Tujuannya agar guru dapat menciptakan secara maksimal kualitas lingkungan yang intraktif. Dalam hal ini ada tiga macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru yaitu, mendorong berlangsungnya tingkah laku sosial yang baik, mengembangkan gaya intraksi pribadi, dan menumbuhkan hubungan yang positif dengan para siswa.
    Sebagai pasilitator guru harus mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar, baik yang berupa nara sumber, buku teks, majalah, surat kabar atau media lainnya sesuai dengan perkembangan alat pembelajaran. dan guru sebagai pasilitator adalah merupakan ciri pengajaran kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai mana bagan paradigma pendidikan di bawah ini.

    PARADIGMA PENDIDIKAN

    Siswa
    Obyek Subyek

    Fasilitator Desentralisasi

    Peran Guru Menejemen

    Indoktrinator Sentralistik

    Teks book oriented Realitas oriented
    PBM

    4. Guru Sebagai Evaluator
    Sebagai seorang evaluator maka guru hendaknya mengadakan evaluasi terhadap perkembangan hasil pengajaran yang telah dicapainya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan pengajaran yang telah direncanakan telah tercapai, apakah materi yang diajarkan sudah mampu dikuasai oleh siswa, apakah metode/pendekatan yang digunakan sudah tepat, dan berbagai kegiatan guru dalam proses pembelajaran yang lakukan sudah cukup efektif dalam mencapai hasil yang baik, memuaskan atau sebalaiknya baik dia sebaqgai pendidik atau pengajar, semua pertanyaan ini akan terjawab apabila guru telah mampu dan trampil mengadakan evaluasi atau penilaian.
    Disamping itu tujuan lain dari evaluasi adalah untuk mengetahuai prestasi yang dicapai oleh siswa setelah proses pembelajaran, sehingga guru mengetahui kedudukan siswa di dalam kelasnya atau kelompoknya, dengan maksud guru dapat mengelompokkan siswa-siswanya dalam kelompok pencapaian yang sangat baik, baik, cukup, dan kurang. Sehingga seorang guru hendaknya secara terus menerus mengikuti hasil belajar siswa dari setiap saat, karena informasi dari hasil evaluasi ini merupakan umpan balik(feedback) terhadap proses pembelajaran sehingga dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran berikutnya. Dengan demikian proses pembelajaran akan terus dapat ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal.

    D. Peran Guru Dalam Pengadministrasian
    Dalam hubungan dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai berikut.
    a. Pengambilan inisiatif, pengarah, dan penilaian kegiatan-kegiatan pendidikan, dalam arti guru turut serta memikirkan kegiatan-kegiatan pendidikan yang direncanakan serta nilainya.
    b. Wakil masyarakat yang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota suatu masyarakat. Guru harus mencerminkan suasana dan kemauan masyarakat dalam arti yang positif.
    c. Orang ahli dalam mata pelajaran. Guru bertanggung jawab untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi muda berupa ilmu pengetahuan.
    d. Penegak disiplin, guru harus menjaga agar tercapai sustu disiplin.
    e. Pelaksana administrasi pendidikan, disamping menjadi pengajar gurupun bertanggung jawab akan kelancaran jalannya pendidikan dan ia harus mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan administrasi.
    f. Pemimpin generasi muda, masa depan generasi muda terletak di tangan guru. Guru berperan sebagai pemimpin mereka dalam mempersiapkan diri untuk anggota masyarakat yang dewasa.
    g. Penerjemah kepada masyarakat, artunya guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya masalah-masalah pendidikan.

    E. Peran Guru Secara Pribadi
    Dilihat dari segi dirinya sendiri (self oriented), seorang guru harus berperan sebagai berikut.
    a. Petugas social, yaitu seorang yang membantu untuk kepentingan masyarakat. Dalam kegiatan-kegiatan masyarakat guru senantiasa merupakan petugas-petugas yang dapat dipercaya untuk berpartisipasi di dlamnya.
    b. Pelajar dan ilmuawan, yaitu senantiasa terus menerus menuntut ilmu pengetahuan. Dengan berbagai cara setiap saat guru senantiasa belajar untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
    c. Orang tua, yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam pendidikan anaknya. Sekolah merupakan lembaga pendidikan sesudah keluarga, sehingga dalam arti luas sekolah merupakan keluarga, guru berperan sebagai orang tua bagi murid-muridnya.
    d. Pencari teladan, yaitu yang senantiasa mencari teladan yang baik bagi siswa bukan untuk seluruh masyarakat. Guru menjadi ukuran bagi norma-norma tingkah laku.
    e. Pencari keamanan, yaitu yang senantiasa mencari rasa aman bagi siswa. Guru menjadi tempat perlindungan bagi siswa-siswa untuk memperoleh rasa aman dan puas di dalamnya.

    F. Peran Guru Secara Psikologis
    Peran guru secara psikologis, guru dipandang sebagai berikut.
    a. Ahli psikologi pendidikan, yaitu petugas psikologi dalam pendidikan, yang melaksanakan tuganya atas dasar prinsip-prinsip psikologi.
    b. Seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relation), yaitu orang yang mampu membuat hubungan antar manusia untuk tujuan tertentu, dengan mengguanakan teknik tertentu, khususnya dalam kegiatan pendidikan.
    c. Pembentuk kolompok sebagai jalan atau alat dalam pendidikan.
    d. atalytic agent, yaitu orang yang mempunyai pengaruh dalam menimbulkan pembeharuan. Sering pula peranan ini disebut sebagai innovator (pembaharu).
    e. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), yaitu yang bertanggung jawab terhadaap pembinaan kesehatan mental siswa (Dr. Moh. Surya, Dr. Rochman Natawidjaja, 1994: 6-7)

    III. TEORI BELAJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA
    Dalam pembahasan pada bab sebelumnya seorang guru adalah sebagai demonstrator, lecturer atau pengajar, sebagai pengelola kelas (learning manager), sebagai mediator, sebagai pasilitator, dan sebagai seorang evaluator, maka untuk menunjang hal tersebut perlu kiranya kita membahas beberapa teori belajar dalam proses pembelajaran, khususnya bagi mahasiswa program studi matematika akan mempelajari teori belajar dalam proses pembelajaran matematika. Adapun teori belajar yang dibahas antara lain teori belajar menurut Bruner, Thorndike, Brownell, Dienes, Skinner, dan Van Hiele.
    A. Teri Belajar Menurut Bruner
    Jarome Bruner dalam teorinya menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan struktur-struktur yang termuat dalam materi pokok atau materi pembelajaran disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur.
    Bruner dalam teorinya mengungkapkan bahwa dalam proses pembelajaran siswa sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda (alat peraga). Dengan alat peraga tersebut, siswa dapat melihat langsung bagaimana keteraturan serta pola yang terdapat ddalam benda yang sedang diperhatikannya. Keteratruan tersebut kemudian oleh siswa dihubungkan keteraturan intuitif yang telah melekat pada dirinya. Disini nampaklah, bahwa Bruner sangat menyarankan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran secara penuh. Lebih-lebih tempatnya agak khusus yang dilengkapi oleh benda-benda/objek-objek untuk dimanipulasi. Ada 3 tahapan dalam proses pembelajaran menurut Bruner antara lain :
    a. Tahap enaktif, yaitu siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek
    b. Tahap ikonik, yaitu kegiatan yang dilakukan siswa berhubungan dengan mental, yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya. Siswa tidak langsung memanipulasi objek seperti pada tahap enaktif.
    c. Tahap simbolik, yaitu siswa memanipulasi symbol-simbol atau lambing-lambang objek tertentu. Siswa tidak lagi terikat dengan objek-objek pada tahap sebelumnya, dalam arti siswa sudah mampu menggunakan notasi atau lambing tanpa ketergantungan terhadap objek real.
    Dari pengamatan Bruner dilapangan diperoleh beberapa kesimpulan yang melahirkan dalili-dalil. Daiantaranya dalil penyusunan (construction theorem), dalil notasi (notation theorem), dalil kekontrasan dan dalil keanekaragaman (contras and variation theorem) dan dalil pengaitan (connectivity theorem). Jelasnya sebagai berikut.
    1. Dalil Penyusunan
    Dalil ini menyatakan bahwa, siswa selalu ingin mempunyai kemampuan dalam hal menguasai konsep, teorema, definisi dan semacamnya, untuk itu siswa harus dilatih melakukan penyusunan representasinya. Untuk melekatkan ide dan definisi tertentu dalam pikiran siswa, harus menguasai konsep dengan mencobanya dan melakukan sendiri. Dengan demikian konsep yang dilakukan dengan jalan memperlihatkan representasi konsep tersebut, maka siswa akan lebih memahaminya.
    Apabila dalam proses perumusan dan penyusunan ide-ide tersebut disertai bantuan benda-benda kongkret, maka siswa akan lebih mudah mengingat ide-ide yang dipelajari. Dalam tahap ini siswa akan memperoleh penguatan yang diakibatkan interaksinya dengan benda-benda kongkret yang dimanipulasi. Dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya dalam tahap awal pemahaman konsep diperlukan aktivitas-aktivitas kongkret yang mengantar siswa kepada pengertian konsep. Sebagai contoh pelaksanaannya misalnya dalam pengalian 3 x 5 dengan menggunakan garis bilangan yaitu dengan meloncat sebanyak 3 kali dan setiap loncatan nilainya 5 satuan.
    2. Dalil Notasi
    Dalil ini mengungkapkan bahwa dalam penyajian konsep notasi memegang peranan penting. Notasi yang digunakan dalam menyatakan sebuah konsep tertentu harus disesuikan dengan tahap perkembangan mental siswa. Notasi yang diberikan tahap demi tahap ini sifatnya berurutan dari yang paling sederhana sampai yng paling sulit. Penyajian ini dalam matematika merupakan pendekatan spiral. Dalam pendekatan spiral setiap ide matematika disajikan secara sistematis dengan menggunakan notasi-notasi yang bertingkat. Pada tahap awal diberikan notasi sederhana, diikuti dengan notasi yang lebih kompleks. Notasi yang terakhir, yang mungkin belum dikenal sebelumnya oleh siswa, umumnya merupakan notasi yang akan banyak digunakan dlam pengembangan konsep matematika untuk tingka-tingkat selanjutnya.
    3. Dalil Pengkontrasan dan Keanekaragaman
    Dalam dalil ini dinyatakan bahwa pengontrasan dan keanekaragaman sangat penting dalam melakukan pengubahan konsep matematika dari konsep kongkret ke konsep yang lebih abstrak. Diperlukan contoh contoh yang banyak, sehingga siswa mampu mengetahui karakteristik konsep tersebut. Contoh yang diberikan harus sesuai dengan rumusan atau teorema yang diberikan. Tetapi tidak tertutup kemungkinan jika kita memberikan juga contoh-contoh yang tidak memenuhi rumusan, sifat atau teorema dengan harapan agar siswa tidak mengalami salah pengertian terhadap konsep yang sedang dipelajarinya. Adapun maksud memberikan konsep yang diterangkan sesuaai dengan contoh yang sesuai dengan rumusan dan bukan adalah salah satu cara pengkontrasan. Melalui cara ini siswa akan mudah memahami arti dan karakteristik konsep yang diberikan tersebut. Missal untuk menjelaskan persegi panjang diberikan juga jajar genjang dan segi empat lainnya. Dengan demikian siswa dapat membedakan apakah segi empat yang diberikan paadanya termasuk persegi panjang atau tidak.
    4. Dalil Pengaitan
    Dalam dalil ini dinyatakan bahwa dalam matematika antara satu konsep dengan konsep lainnya terdapat hubungan yang erat, bukan saja dari segi isi, namun juga dari segi rumus-rumus yang digunakan. Materi yang satu mungkin merupakan prasyarat bagi yang lainnya, atau suatu konsep tertentu diperlukan untuk menjelaskan konsep lainnya. Misalnya konsep dalil Pythagoras diperlukan untuk menentukan tripel Pythagoras atau pembuktian rumus kuadratis dalam trigonometri. Guru harus menjelaskan bagaimana hubungan antara sesuatu yang sedang dijelaskan dengan objek atau rumus lain. Apakah hubungan itu dalam kesamaan rumus yang digunakan, dama-dama dapat digunakan dalam bidang aplikasi atau dalam hal-hal lainnya. Melalui cara ini siswa akan mengetahui pentingnya konsep yang sedang dipelajari dan mengetahui bagaimana kedudukan rumus atau ide yang sedang dipelajarinya dalam matematika. Siswa perlu menyadari bagaimana hubungan tersebut, karena antara sebuah bahasan dengan bahasan lainnya saling berkaitan.

    B. Teori Belajar Menurut Thorndike
    Edward L. Thorndike (1874-1949) mengemukakan beberapa hokum belajar yang dikenal dengan sebutan Law Of Effect. Menurut hokum ini belajar akan lebih berhasil bila respon siswa terhadap suatu stimulus segera diikuti dengan rasa senang atau kepuasan. Rasa senang dan kepuasan ini bias timbul akibat siswa mendapat pujian atau ganjaran lainnya. Stimulus ini termasuk reinforcement. Setelah siswa berhasil melaksanakan tugasnya dengan tepat dan cepat pada siswa muncul kepuasan diri sebagai akibat sukses yang diraihnya. Siswa yang mendapat suatu kesuksesan yang pada giliranya akan mengantarkan dirinya ke jenjang kesuksesan berikut.
    Teori belajar stimulus-respon yang dikemukakan oleh Thorndike disebut teori koneksionisme. Teori ini menyatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon. Terdapat beberapa dalil atau hukum yang dikemukakan Thorndike, yang mengakibatkan munculnya stimulus-respon ini, yaitu hukum kesiapan (law of readiness), hukum latihan (law of exercise), dan hukum akibat (law of effect).
    1. Hukum Kesiapan (law of readiness)
    Hukum kesiapan menerangkan bagaimana kesiapan seorang siswa dalam melakuakan suatu kegiatan. Seorang siswa yang mempunyai kecendrungan untuk bertindak atau melakukan kegiatan tertentu dan kemudian dia benar melakukan tersebut, maka tindakannya akan melahirkan kepuasan bagi dirinya. Tindakan-tindakan lain yang dia lakukan tidak menimbulkan kepuasan bagi dirinya.
    Seorang siswa yang tidak mempunyai kecenderungan untuk bertindak atau melakukan kegiatan tertentu, sedangkan orang tersebut ternyata melakukan tindakan, maka apa yang dilakukan itu akan menimbulkan rasa tidak puas bagi dirinya. Dia akan melakukan tindakan lain untuk menghilangkan ketidakpuasan tersebut.
    Dari ciri tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa seorang siswa akan lebih berhasil belajarnya, jika ia telah siap untuk melakukan kegiatan belajar.
    2. Hukum Latihan (law of exercise)
    Hukum latihan pada dasarnya mengungkapkan bahwa stimulus dan respon akan memiliki hubungan satu sama lain secara kuat, jika proses pengulangan sering terjadi. Makin banyak kegiatan ini dilakukan maka hubungan yang terjadi akan bersifat otomatis. Siswa yang dihadapkan pada suatu persoalan yang sering ditemuinya akan segera melakukan tanggapan secara cepat sesuai dengan pengalaman pada waktu sebelumnya. Namun pada kenyataan menunjukan bahwa pengulangan yang akan memberikan dampak positif adalah pengulangan yang frekuensinya teratur, bentuknya tidak membosankan dan disajikan dengan cara menarik.
    Sebagai contoh untuk mengajarkan konsep pemetaan, guru menjelaskan pengertian pemetaan yang diikuti dengan contoh-contoh relasi. Guru menguji apakah siswa sudah benar-benar menguasai kosep pemetaan. Untuk itu guru menayakan apakah semua relasi yang diperlihatkan itu termasuk pemetaan atau tidak, sertai mintai mereka alasan atau sebab-sebab kreteria pemetaan. Penguatan konsep seperti ini dilakukan dengan pengulangan. Namun perlu dicatat pengulangan yang dilakukan harus pariatif dalam arti sudah dimodifikasi agar siswa tidak jenuh.
    3. Hukum Akibat (law of effect)
    Thorndike mengemukakan bahwa suatu tindakan akan menimbulkan pengaruh bagi tindakan yang serupa. Ini memberikan gambaran bahwa jika tindakan yang dilakukan siswa menimbulkan hal-hal yang mengakibatkan kebaikan bagi dirinya cendrung akan diulangi, sedangkan tindakan yang mengecewakan dirinya cendrung dihindari. Dilihat dari cirri-cirinya hukum akibat lebih mendekati ganjaran dan hukuman. Dari hukum akibat ini dapat disimpulkan bahwa kepuasan yang terlahir dengan adanya ganjaran dari guru sperti mengatakan kata-kata “bagus”, “hebat”, dan lain-lainya yang menyenangkan siswa akan memberikan kepuasan bagi siswa, dan cenderung untuk berusaha melakukan atau meningkatkan apa yang telah dicapainya.
    Dengan demikian guru harus tanggap terhadap respon siswa yang salah, karena jika kesalahan dibiarkan kemungkinan siswa menganggab benar. Sehingga setiap tugas, pekerjaan rumah, dan ulangan harus dikoreksi dan dikomentari oleh guru agar tidak terjadi kesalahan yang berulang bagi siswa.
    Dari hukum akibat ini dapat disimpulkan bahwa jika terdapat asosiasi yang kuat antara pertanyaan dan jawaban, maka bahan yang disajikan akan tertanam lebih lama dalam ingatan siswa. Selain itu banyak pengulangan akan sangat menentukan lebih bertahannya konsep tersebut adalam ingatan siswa.

    C. Teori Belajar Menurut W. Brownell
    W. Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan pengertian. Bila kita perhatikan teori yang dikemukakan oleh W. Brownell ini sesuai dengan teori belajar-mengajar gestalt, yang muncul dipertengahan tahun 1930. Menurut teori gestalt, latihan hafal atau yang dikenal dengan sebutan drill adalah sangat penting dalam kegiatan pengajaran, cara ini diterapkan setelah tertanamnya pengertian. Misal dalam pengajaran aritmatika atau berhitung pada siswa SD masa lalu dititikberatkan kepada hapalan dan mengasah otak, sedangkan aplikasi dari bahan diajarkan dan kaitannya dengan materi atau pelajaran lain sedikit sekali dibahas. Menurut W. Brownell siswa yang belajar cara ini memiliki kamampuan berhitung yang jauh melebihi siswa yang sistem belajarnya seperti saat ini. Banyak latihan yang diterapkan pada siswa dan latihan mengasah otak dengan soal-soal yang panjang dan sangat rumit merupakan pengaruh doktrin disiplin formal.
    Terdapat perkembangan yang menunjukan bahwa doktrin disiplin formal memiliki kekliruan yang sangat besar. Hasil penelitian yang dilakuakn pada abad ke- 19 menunjukan bahwa belajar tidak melalui latihan hafalan dan mengasah otak, namun cara belajar siswa melalui perbuatan, berpikir memperoleh persepsi dan sejenisnya lebih baik. Ini menandakan bahwa setiap yang diberikan, dipelajari siswa harus berfungsi dan jelas kegunaanya bagi siswa. Jadi dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa materi-materi yang diajarkan perlu ditinjau kembali. Materimateri yang dipilih harus berdasarkan prinsip bahwa materi tersebut benar-benar jelas kegunaanya.

    D. Teori Belajar Menurut Dienes
    Zoltan P. Dienes memiliki dasar teori dari pada teori Piaget, yang pengembangannya diorientasikan pada siswa-siswa, sedemikian rupa sehingga sistem yang dikembangkannya menarik bagi siswa yang mempelajarinya.
    Dienes berpendapat bahwa pada dasarnya matemaika dapat dianggap sebagai studi tentang struktur, memisah-misahkan hubungan diantara struktur-struktur dan mengkatagorikan hubungan-hubungan diantara struktur-struktur. Dienes mengemukakan bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk konkret akan dapat dipahami dengan baik. Ini berarti bahwa jika benda-benda atau objek-objek dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika, dan Dienes mengatakan konsep-konsep matematika akan berhasil bila dipelajari dalam tahap-tahap tertentu antara lain, permainan bebas (free play), permainan yang disertai aturan (games), permainan kesamaan sifat (searching for communities), representasi (representation), simbolisasi (symbolization), dan formalisasi (formalization) . untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
    1. Permainan bebas (free play) yaitu, merupakan tahap belajar konsep yang aktifitasnya tidak bersetruktur dan tidak diarahkan. Hal ini memungkinkan siswa mengadakan percobaan dan mengutak-atik (memanipulasi) benda-benda kongkret dan abstrak dari unsure-unsur yang sedang dipelajari. Dalam tahap ini siswa berhadapan dengan unsur-unsur dalam intraksinya dengan lingkungan belajarnya danatau alam sekitar. Sehingga dalam proses ini tidak saja belajar untuk membentuk struktur mental namun juga belajar membentuk struktur sikap dalam pemahaman konsep
    2. Permainan yang disertai aturan (games) yaitu, siswa sudah mulai meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat dalam konsep tertentu. Jadi siswa sudah memahami aturan-aturan siswa diajak untuk mulai mengnal dan memikirkan bagaimana struktur matematika itu. Semakin banyak bentuk-bentuk berlainan yang diberikan dalam konsep tertentu, akan semakin jelas konsep yang dipahami siswa, karena akan memperoleh hak-hak yang bersifat logis dan matematis dalam konsep yang dipelajari itu.
    3. Permainan kesamaan sifat (searching for communities) yaitu, siswa mulai diarahkan dalam kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti. Untuk melatih dan mencari kesamaan sifat-sifat, guru perlu mengarahkan mereka dengan menstran slasikan kesamaan struktur dari bentuk permainan lain dengan tidak merubah sifat-sifat abstrak yang ada dalam permainan semula.
    4. Representasi (representation) yaitu, tahap pengambilan kesamaan sifat dari beberapa stimulus yang sejenis. Para siswa menentukan representasi dari konsep-konsep tertentu. Setelah mereka berhasil menyimpulkan kesamaan kesamaan sifat yang terdapat dalam situasi-situasi yang dihadapinya, tentu representasi yang diperoleh ini bersifat absterak. Dengan demikian telah mengarah pada pengertian struktur matematika yang sifatnya abstrak yang terdapat dalam konsep yang sedang dipelajari.
    5. Simbolisasi (symbolization) yaitu, tahap belajar konsep yang membutuhkan kemampuan merumuskan kemampuan merumuskan representasi dari setiap konsep-konsep dengan menggunakann simbul matematika atau melalui perumusan verbal.
    6. Formalisasi (formalization) yaitu, tahap belajar siswa dituntut untuk mengurutkan sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru konsep tersebut, sebagai contoh siswa yang telah mengenal dasar-dasar dalam struktur matematika seperti aksioma, harus mampu merumuskan teorema dalam arti membuktikan teorema tersebut.

    E. Teori Belajar Menurut Skinner
    Burrhus Frederic Skinner menyatakan bahwa ganjaran atau pengatan mempunyai peranan yang amat penting dalam proses pembelajaran. dalam arti ganjaran dan penguatan tersebut memiliki perbedaan. Ganjaran merupakan respon yang bersifat menggembirakan dan merupakan tingkah laku yang sifatnya subyektif, sedangkan penguatan merupakan sesuatu yang mengakibatkan meningkatnya kemungkinan suatu respon dan lebih mengarah kepada hal-hal yang sifatnya dapat diamati dan diukur.
    Dalam teori Skinner mengatakan bahwa penguatan tersebut ada yang positif dan ada yang negatif. Penguatan dapat dianggap sebagai stimulus positif, jika penguatan tersebut seiring dengan meningkatnya prilaku siswa dalam melakukan pengulangan perilakunya, yaitu penguatan yang diberikan kepada siswa memperkuat tindakan siswa, sehingga siswa semakin sering melakukannya. Sebagai contoh pujian yang diberikan guru, dan sikap guru bergembira pada saat siswa menjawab pertanyaan.
    Satu hal yang sangat penting dilakukan oleh seorang guru adalah merubah tingkah laku siswa yang negatif ke arah tingkah laku yang positif, karena guru di dalam kelas mempunyai tugas untuk mengarahkan siswa dalam aktivitas belajar di karnakan pada saat tersebut control berada pada guru dalam arti guru berwenang memberi instruksi ataupun larangan pada siswanya. Ada hal penguatan yang dilakukan oleh guru kepada siswanya ialah, jika siswa mendapat pujian setelah berhasil menyelesaikan tugas atau menjawab prtanyaan biasanya akan berusaha memenuhi tugas berikutnya dengan penuh semangat. Disebabkan penguatan yang berbentuk hadiah atau pujian akan memotivasi siswa untuk lebih rajin belajar dan mempertahan kan prestasi yang diraihnya. Penguatan diberikan tentu kepada respon siswa yang benar, janganlah memberikan penguatan jika respon itu sebenarnya tidak diperlukan.

    F. Teori Belajar Menurut Van Hiele
    Van Hiele adalah seorang guru bangsa belanda yang mengadakan penelitian dalam pengajaran geometri, jadi teori belajar yang dikemukan oleh Van Hiele adalah teori belajar khusus pada bidang geometri. Menurut Van Hiele ada tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu, materi pengajara, dan metode pengajaran. disamping unsur tadi Van Hiele juga menyatakan ada 5 tahapan dalam belajar siswa dalam mempelajari geometri , yaitu :
    1. Tahap pengenalan yaitu, siswa mulai belajar mengenal bentuk geometri secara keseluruhan, namun belum mampu mengetahui sifat-sifat dan keteraturan dari bentuk geometri yang dilihatnya, misalnya jika dia melihat sebuah kubus, maka dia belum mampu mengetahui kubus sisinya berbentuk persegi sebanyak 6 buah, rusuknya ada 12 dan lain sebagainya.
    2. Tahap analisis yaitu, siswa sudah mulai mengenal sifat-sifat yang dimiliki benda geometri yang diamati. Dalam arti ia sudah mampu menyebut keteraturan yang terdapat pada benda geometri yang diamati. Namun belum mampu mengetahui hubungan yang terkait antara suatu benda geometri dengan benda geometri lainnya, misalnya siswa belum mengetahui bahwa persegi itu adalah persegi panjang, bahwa persegi itu adalah belah ketupat.
    3. Tahap pengurutan yaitu, siswa sudah mulai mampu melakukan penarikan kesimpulan, yang kita kenal dengan sebutan berfikir deduktif. Namun belum berkembang secara penuh tapi siswa sudah mulai mampu mengurutkan, misalnya ia sudah mengenal bahwa persegi itu adalah persegi panjang yang memiliki kekhususan, atau kubus adalah balok juga yang memiliki keistimewaan yaitu sisinya berbentuk persegi, namun siswa belum mampu menerangkan mengapa diagonal persegi panjang sama panjang, atau belum mampu memahami bahwa belah ketupat dapat dibentuk dari dua segitiga yang kongruen dan contoh lain sebagainya.
    4. Tahap deduksi yaitu, siswa sudah mampu menarik kesimpulan secara deduktif (penarikan kesimpulan dari sifat yang umum ke sifat yang khusus). Demikian pula ia telah mengerti betapa pentingnya peranan unsure-unsur yang tidak didefinisikan di samping unsure-unsur yang didefinisikan. Dalam hal ini siswa sudah mulai memahami perlunya aksioma, asumsi, definisi, teorema, bukti dan dalil. Selain itu siswa sudah mulai mampu menggunakan aksioma atau postulat yang digunakan dalam pembuktian. Misalnya postulat dalam pembuktian segitiga yang sama dan sebangun, seperti sudut-sudut, sisi-sisi atau sudut-sisi-sudut dapat dipahami, namun belum mengerti mengapa postulat tersebut benar dan mengapa dapat dijadikan sebagai postulat dalam cara-cara pembuktian dua segitiga sebagai postulat dalam cara-cara pembuktian dua segitiga yang sama dan sebangun (kongruen).
    5. Tahap akurasi yaitu, siswa sudah menyadari betapa pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian. Dlam hal ini ia mengetahui betapa pentingnya aksioma-aksioma atau postulat-postulat dari geometri Euclid. Tahap akurasi adalah tahap berpikir tinggi, rumit dan kompleks. Oleh karena itu tidak mengherankan jika jika tidak semua siswa yang duduk dibangku sekolah lanjutan atas masih belum sampai pada tahap berpikir akurasi ini.

    IV. BEBERAPA KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

    Keterampilan mangajar (teaching skills) sangat penting bagi seorang guru, karena itu perlu pelatihan mengajar berupa micro-teaching sebelum terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk melaksanakan PPL (Praktik Pengalaman Belajar). Adapun keterampilan mengajar yang perlu dikuasai antara lain
    1. Keterampilan bertanya (questioning skills)
    yaitu suatu teknik dalam mengajar yang bertujuan untuk memberi dampak positif bagi siswa, antara lain
    a. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
    b. Membangkitkan minat/rasa ingin tahu siswa terhadap masalah yang sedang dibicarakan.
    c. Mengembang pola dan cara belajar aktifdari siswa
    d. Menuntun proses berfikir siswa.
    e. Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas.
    Keterampilan dan kelancaran bertanya dari calon guru atau guru itu perlu dilatih dan ditingkatkan baik isi maupun tekniknya. Untuk mencapai hal tersebut perlu diperhatikan antara lain
    a. Dasar-dasar pertanyaan yang baik
    Adapun dasar-dasar pertanyaan yang baik antara lain
    1. Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa
    2. Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan.
    3. Difokuskan kepada satu masalah atau tugas tertentu
    4. Berikan waktu yang cuku kepada siswa untuk berfikir sebelum menjawab pertanyaan.
    5. Bagikanlah semua pertanyaan kepada siswa secara merata
    6. Berikan respons yang ramah sehingga timbul keberanian siswa untuk menjawab atau bertanya
    7. Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.
    b. Jenis-jenis pertanyaan yang baik
    1. Jenis pertanyaan menurut maksudnya
    a. Pertanyaan permintaan (compliance question), yaitu pertanyaan yang mengharapkan siswa mematuhi perintah yang diucapakan dalam bentuk pertanyaan.
    b. Pertanyaan retoris (rhetorical question), yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban, tetapi dijawab sendiri oleh guru.
    c. Pertanyaan mengarah atau menuntun (prompting question), yaitu pertanyaan yang diajukan untuk memberi arah kepada murid dalam proses berfikirnya.
    d. Pertanyaan menggali (probing question), yaitu pertanyaan lanjutan yang akan mendorong siswa untuk lebih mendalami jawabannya terhadap pertanyaan pertama.
    2. Pertanyaan Menurut Taksonomi Bloom
    a. Pertanyaan pengetahuan (recoll question atau knowledge question),atau ingatan dengan menggunakan kata-kata apa, dimana, kapan, dan sebutkan.
    b. Pertanyaan pemahaman (comprehensionquestion), yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban yang bersifat pemahaman dengan kata-kata sendiri, biasa menggunakan kata jelaskan, uraikan atau bandingkan.
    c. Pertanyaan penerapan (application question), yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban untuk menerapkan pengetahuan atau informasi yang diterima. Biasanya tentang kesimpulan.
    d. Pertanyaan sintesis (synthesis question), yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban yang benar, tetapi lebih dari satu jawaban, dan menuntuk siswa untuk membuat prediksi, memcahkan masalah, mencari komunikasi. Misalnya “ Apa yang anda lakukan jika siswa anda tidak mau memperhatian pelajaran”.
    e. Pertanyaan evaluasi (evaluation question), yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban dengan cara memberikan penilaian atau pendapat terhadap suatu isyu yang ditampilkan. Misalnya “Bagaimana pendapat anda tentang transmigrasi

    c. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Memberikan Pertayaan
    1. Kehangatan dan Keantusiasan
    Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, guru perlu menunjukan sikap yang baik pada saat mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Sikap dan cara guru termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan menampakkan ada-tidaknya kehangatan dan keantusiasannya.
    2. Kebiasaan yang perlu dihindari
    a. Jangan mengulang-ulang pertanyaan jika siswa tidak mampu menjawabnya, sebab dapat menurunya perhatian dan partisipasi siswa
    b. Jangan mengulang-ulang jawaban siswa, sebab akan membuang waktu, siswa tidak memperhatikan jawaban temannya karena menunggu komenter dari guru
    c. Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawabnya, sebab membuat siswa prustrasi dan mungkin ia tidak mengikuti pelajaran dengan baik.
    d. Usahakan agar siswa tidak menjawab pertanyaan secara serempak karena guru tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang jawabannya benar atau salah serta menutup kemungkinan berintraksi selanjutnya.
    e. Jangan menentukan siswa yang menjawab pertanyaan sebelum mengajukan pertanyaan sebab siswa yang tidak ditunjuk untuk menjawab tidak memikirkan jawaban pertanyaan.
    f. Jangan menyampaikan pertanyaan yang bersifat ganda, misalnya apa yang menyebabkan turun huja dan bagaimana akibatnya jika turun hujan?
    d. Komponen-Komponen Keterampilan bertanya dasar
    1. Penggunaan pertanyaan secara jelas dan singkat
    Pertanyaan guru harus diungkapkan secara jelas dan singkat dengan menggunakan kata-kata yang dapat dipahami oleh siswa sesuai dengan taraf perkembangannya.
    2. Pemberian acuan
    Guru dalam memberikan pertanyaan seyogyanyalah memberikan acuan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa.
    3. Pemindahan giliran
    Jika jawaban siswa belum memadai pada satu pertanyaan, maka perlu dijawab oleh lebih dari seorang siswa.
    4. Penyebaran
    Untuk melibatkan siswa sebanyak-banyaknya di dalam pembelajaran, guru perlu menyebarkan giliran menjawab pertanyaan secara acak. Hal ini berbeda dengan pemindahan giliran, karena pemindahan giliran adalah beberapa siswa secara bergiliran diminta menjawab pertanyaan yang sama, sedangkan pada penyebaran, beberapa pertanyaan berbeda, disebarkan giliran menjawabnya kepada siswa yang berbeda pula.
    5. Pemberian waktu berfikir
    Sebaiknya guru memberikan beberapa waktu untuk berfikir siswa setelah guru memberikan pertanyaan (jika mungkin menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan)
    6. Pemberian tuntunan
    Jika siswa menjawab keliru/salah atau tidak bias menjawab, guru hendaknya mengarahkan atau menuntun siswa agar ia menemukan sendiri jawaban yang benar, tidak diberikan jawaban oleh guru.
    e. Komponen-Komponen Keterampilan Bertanya Lanjutan
    1. Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan
    Pertanyaan yang dikemukakan guru dapat mengandung proses mental yang rendah sampai proses mental yang tinggi. Oleh karena itu, guru dalam mengajukan pertanyaan hendaknya berusaha mengubah tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab dalam menjawab pertanyaan dari tingkat mengikat kembali ke fakta-fakta ke berbagai tingkat kognitif lainya yang lebih tinggi seperti pemahaman,penerapan,analisis, sintesis, dan evaluasi. Guru dapat juga mengajukan pertanyaan pelacak (probing).
    2. Pengaturan urutan pertanyaan
    Guru hendaknya mengatur urutan pertanyaan kepada siswa dari tingkat ingatan, ke tingkat pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi, dan dibolak balik.
    3. Penggunaan pertanyaan pelacak
    Jika jawaban yang diberikan siswa dinilai benar, dan masih bias ditingkatkan menjadi lebih sempurna, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan pelacak. Berikut ini beberapa teknik pertanyaan pelacak yang dapat digunakan:
    a. Klasifikasi: Jika jawaban kurang tepat guru dapat memberikan pertanyaan yang meminta siswa tersebut untuk menjelaskan dengan kata-kata yang lain sehingga jawabannya menjadi lebih baik.
    b. Argumen: siswa diminta memberikan alas an yang menunjang kebenaran jawabannya.
    c. Meminta kesempatan pandangan: guru memberikan kesempatan kepada siswa lainnya untuk menyatakan persetujuannya atau penolakannya beserta alasannnya terhadap jawaban temannya, agar diperoleh pandangan yang dapat diterima oleh semua pihak.
    d. Meminta kesempatan jawaban: guru dapat meminta siswa untuk meninjau kembali jawaban yang diberikannya bila dianggap kurang tepat.
    e. Meminta jawaban yang lebih relevan: jawaban siswa diarahkan ke yang benar atau lebih relevan jika jawaban belum relevan.
    f. Meminta contoh: Jika jawaban siswa masih samara-samar maka siswa dituntut untuk memberikan contoh kongkrit/ilustrasi.
    g. Meminta jawaban yang lebih kompleks: Guru meminta siswa memberi penjelasan atau ide-ide penting lainnya sehingga jawaban yang diberikannya menjadi lebih kompleks.
    4. Peningkatan terjadinya interaksi
    Guru hendaknya mengurangi peran sebagai penanya, hendaknya tidak menjawab langsung pertanyaan siswa, tapi dilontarkan kepada siswa lainnya, agar siswa lebih terlibat secara pribadi dan lebih bertanggung jawab atas kemajuan dan hasil diskusi.
    2. Keterampilan memberi penguatan (reinforcement skills)
    Adalah segala bentuk respons (tanggapan), apakah besifat verbal ataupun nonverbal yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi si penerima (siswa) atau perbuatannya sebagai suatu tindak dorongan ataupun koreksi. Penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut bermaksud untuk mengajar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi pembelajaran.
    a. Tujuan Pemberian Pengatan
    Penguatan mempunyai pengaruh yang berupa sikap positif terhadap proses pembelajaran siswa dan bertujuan sebagai berikut:
    1. Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran
    2. Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar
    3. Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif.
    b. Jenis-Jenis Penguatan
    1. Penguatan verbal
    Biasanya diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dan sebagainya, misalnya “bagus”,”bagus sekali”,”betul”,”pintar”,”ya”, dan seratus untuk kamu.
    2. Penguatan nonverbal
    a. Penguatan gerak isyarat, misalnya gerakan kepala(anggukan/gelengan),acungan jempol, wajah (cerah/mendung/seyuman/kerut kening), dan sorotan mata (sejuk/tajam)
    b. Penguatan pendekatan: Guru mendekati siswa untuk menyatakan perhatian dan kesenangan-nya terhadap pelajaran, tingkah laku, atau penampilan siswa. Misalnya guru berdiri disamping siswa, menuju siswa, berjalan di samping siswa duduk dekat siswa atau sekelompok siswa. Penguatan ini berfungsi menambah penguatan verbal.
    c. Penguatan dengan sentuhan (contact): Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap usaha dan penampilansiswa dengan cara menepuk-nepuk pundak siswa, berjabat tangan, mengangkat siswa yang menang dan pertandingan. Penggunaan harus dipertimbangkan dengan saksama agar sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan latar belakang kebudayaan setempat.
    d. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan: Guru dapat menggunakan kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang disenangi oleh siswa sebagai penguatan. Misalnya siswa yang menunjukan kemajuan dalam pelajaran matematika diminta untuk memimpin kelompoknya dalam pembahasan soal-soal olimpiade.
    e. Penguatan berupa simbol atau benda: Penguatan ini dilakukan dengan cara menggunakan berbagai simbol berupa benda seperti kartu bergambar, atau komentar tertulis pada buku siswa. Hal ini jangan terlalu sering digunakan agar tidak sampai terjadi kebiasaan siswa mengharap sesuatu sebagai imbalan.
    f. Jika siswa memberikan jawaban sebagian saja benar, guru hendaknya jangan langsung menyalahkan siswa. Dalam keadaan seperti ini guru sebaiknya menggunakan atau memberikan penguatan tak penuh (partikel). Umpan yang guru berikan “ya jawabanmu sudah baik tetapi perlu disempurnakan”. Sehingga siswa tahu kalau jawabannya tidak semuanya salah, dan ia mendapat motivasi untuk menyempurnakan jawabannya.
    c. Prinsip Penggunaan-Penguatan
    1. Kehangatan dan keantusiasan.
    Sikap dan gaya guru, termasuk suara, mimik, dan gerak badan akan menunjukan adanya kehangatan dan keantusiasan dalam memberikan penguatan. Dengan demikian tidak terjadi kesan bahwa guru tidak ikhlas dalam memberi penguatan karena tidak disertai keha gatan dan keantusiasan.
    2. Kebermaknaan
    Penguatan hendaknya diberikan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan siswa sehingga ia mengerti dan yakin bahwa ia patut diberi penguatan. Dengan demikian penguatan itu bermakna baginya. Yang jelas jangan sampai terjadi sebaliknya.
    3. Menghindari penguatan respons yang negatif
    Walaupun teguran dan hukuman masih bisa digunakan, respons negatif yang diberikan guru berupa komentar, bercanda hinaan, ejekanyang kasar perlu dihindari karena akan mematahkan semangat siswa untuk mengembangkan diri. Misalnya siswa memberikan jawaban yang salah jangan guru langsung menyalahkannya, tetapi bisa dilontarkan kepata siswa lain pertayaaan tersebut.
    d. Cara Menggunakan Penguatan
    1. Penggunaan kepada pribadi tertentu
    Penguatan harus jelas kepada siapa ditujukan sebab bila tidak akan kurang efektif. Oleh sebab itu sebelum memberi penguatan guru terlebih dahulu menyebut nama siswa yang bersangkutan sambil menatap kepadanya.
    2. Penguatan kepada kelompok
    Pengatan dapat pula diberikan kepada sekelompok siswa, misalnya apabila satu kelompok sudah menyelesaikan tugas maka guru memberikan ia permainan yang menarik.
    3. Pemberian penguatan dengan segera
    Penguatan seharusnya diberikan segera setelah muncul tingkah laku atau respons siswa yang diharapkan. Penguatan yang ditunda pemberiannya cendrung kurang efektif.
    4. Variasi dalam penggunaan
    Hendaknya penguatan diberikan bervariasi, agar tidak terjadi kebosanan pada siswa.

    3. Keterampilan mengadakan variasi (variation skills)
    a. Pengertian
    variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses intraksi belajar-mengajar yang ditunjukan untuk mengatasi kebosanan murid sehingga, murid senantiasa menunjukan ketekunan, dalam situasi belajar-mengajar, murid senantiasa menunjukan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi. Untuk itu anda sebagai calon guru perlu melatih diri agar menguasai keterampilan tersebut.
    b. Tujuan dan Manfaat
    1. Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar-mengajar yang relevan.
    2. Untuk memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat ingin mengetahui dan menyelidiki pada siswa tentang hal-hal yang baru.
    3. Untuk memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
    4. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenangi
    c. Prinsip Penggunaan
    1. Variasai hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai
    2. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu pelajaran.
    3. direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicsntumksn dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran.
    d. Komponen-Komponen Keterampilan Mengadakan Variasi
    1. Variasi dalam cara mengajar guru
    a. Penggunaan variasi suara (teacher voice): adalah perubahan suara dari keras menjadi lembut, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat atau pada suatu saat memberi tekanan pada kata-kata tertentu.
    b. Pemusatan perhatian siswa (focusing): adalah memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting.
    c. Kesenyapan/kebisuan guru (teacher silence) adalah selingan diam yang tiba-tiba atau disengaja selagi guru menerangkan sesuatu, hal ini alat untuk menarik perhatian siswa.
    d. Mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement): bila guru sedang menyampaikan materi atau berintraksi sebaiknya pandangan menjelajahi kelas dan melihat ke mata murid untuk menunjukkan adanya hubungan yang intim dengan mereka.
    e. Gerakan badan mimik: Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala dan gerakan badan adalah aspek penting dalam berkomunikasi. Gunanya untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan.
    f. Pergantian posisi/gerak guru dalam kelas (teacher movement): dalam melakukan pergantian posisi/gerak untuk mempertahankan perhatian siswa. Untuk hal ini ada hal yang perlu diperhatikan :
    - Biasakan bergerak bebas di dalam kelas dengan tujuan menanamkan rasa dekat kepada siswa sambil mengontrol prilaku siswa
    - Jangan biasakan menerangkan sambil menulis ke papan tulis dan membelakangi siswa.
    - Jangan biasakan menerangkan tidak memperhatikan siswa (menghadap lain-lain)
    - Bila diinginkan untuk mengobservasi seluruh kelas, bergeraklah perlahan lahan dari belakang kearah depan untuk mengetahui prilaku siswa.
    2. Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran.
    Setiap siswa memiliki perbedaan kemampuan dalam penggunaan alat indra, sehingga setiap siswa harus menyesuaikan alat indranya agar dapat mempertinggi perhatiannya. Penggunaan alat multimedia dan relepan dengan tujuan pengajaran dapat meningkatkan hasil belajar yang lebih bermakna dan tahan lama.
    Adapun variasi penggunaan alat antara lain:
    a. Variasi alat/bahan yang dapat dilihat (visual aids) adalah alat/bahan yang dapat dilaihat misalnya, grafik, bagan, poster, diorama, gambar, film, dan slide dan lainnya.
    b. Variasi alat yang dapat didengar (auditif aids) adalah alat yang dapat didengar misalnya, suara guru, rekaman suara, radio, musik, deklamasi puisi, sosiodrama dan lainnya.
    c. Variasi alat yang dapat diraba, dimanipulasi, dan digerakkan (motorik) adalah alat yang dapat digunakan secara individu atau kelompok misalnya, peragaan yang dilakukan oleh guru atau siswa, patung, spesimen, patung dan lainnya.
    d. Variasi alat yang dapat didengar, diliahat, dan diraba (audiovisual aids) adalah penggunaan alat yang paling tinggi karena melibatkan semua indra, hal ini sangat dianjurkan dalam proses belajar-mengajar.misalya film, televisi, slide projector yang diiringi penjelasan guru.
    3. Variasi pola intraksi dan kegiatan
    Variasi pola intraksi dalam kegiatan belajar-mengajar beraneka ragamnya antara lain:
    a. pola guru – murid: komunikasi sebagai aksi satu arah (dari guru ke siswa)
    b. pola guru – murid – guru: ada balikan bagi guru, tidak ada intraksi antarsiswa
    c. pola guru – murid – murid: ada balikan dari guru, siswa saling belajar satu sama lain.
    d. Pola guru – murid, murid – guru, murid – murid: intraksi optimal antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid (komunikasi sebagai transaksi, multiarah)
    e. Pola melingkar: setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan jawaban tidak diperkenankan bicara dua kali apabila setiap sisiwa belum mendapat giliran.
    Sketsa variasi pola intraksi dan kegiatan belajar-mengajar
    a) G

    M M M
    b) G

    M M M c) G

    M M M
    d) G

    M M
    M M
    d) G
    M M
    M M
    M

    4. Keterampilan menjelaskan (explaning skills)
    Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematik untuk menunjukan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh, atau dengan sesuatu yang belum diketahui. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama yang amat penting dari kegiatan guru dalam intraksinya dengan siswa di dalam kelas. Misalnya, fakta, ide, ataupun pendapat.
    a. Tujuan Memberikan Penjelasan
    1. Membimbing murid untuk mendapat dan memeahami hukum, dalil, fakta, definisi, dan prinsip secara objektif dan bernalar.
    2. Melibatkan murid untuk berfikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan
    3. Untuk mendapat balikan dari murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalah pahaman mereka.
    4. Membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah.

    b. Alasan Perlunya Keterampilan Menjelaskan dikuasai oleh Guru
    1. Meningkatkan keefektifan pembicaraan agar ben

  170. Apa metode padagogik bisa di padakan dg metode yg dianggap lebh baik?

  171. metode yang terbaik adalah metode yang sesuai dengan kondisi dan keadaan baik waktu, tempat, dan situasi
    contoh: metode yang siswa di lingkungan desa tentu tidak sama dengan metode siswa yang ada di pedesaan lebih-lebih di daerah terpencil, demikian juga halnya dengan kondisi PBM waktu pagi tentu tidak sama dengankondisi PBM waktu siang, juga situasi lingkungan bising dengan situasi tenang, kondisi guru lagi sehat dengan kondisi guru yang lagi segar, jadi metode itu baik bersifat relatif

  172. Anonymous said

    Pak Mahmud klw bisa minta tolong artikelx dikirim ke email saya untuk manambah file tentang kompetensi guru, makasih. “rahmawati1985111@yahoo.co.id”

  173. Yunarti said

    Pak, untuk menambah pengetahuan, saya dikirimi artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, serta latihan soal-soal jika ada.kirim ke yunasensei20@gmail.com
    Terima kasih.

  174. [...] : Mahmuddin “Belajar jadi Manusia” 2008 “Kompetensi Pedagogik Guru Indonesia”(Oneline) http://mahmuddin.wordpress.com/2008/03/19/ [...]

  175. [...] :Mahmuddin“Belajar jadi Manusia” 2008 “Kompetensi Pedagogik Guru Indonesia”(Oneline) http://mahmuddin.wordpress.com/2008/03/19/ [...]

  176. Ummul said

    sangat bermanfaat pak,, saya juga minta tolong kirimkan artikel yang terkait dengan Kompetensi Pedagogik guru ini..
    sebagai tambahan pada tesis saya…
    ini email saya yaumulchairiahningsih@yahoo.co.id
    atau cinta_machy@yahoo.com
    Terima kasih sebelumnya ^_^

  177. sanun said

    assalamualaikum , pak saya juga ingin pembhasan kompentensi pedadogik. kompetensi kpribadian sosial dan profesional beserta contoh-contohnya , terimakasih ,,

  178. silvia said

    mohon bantuanya saya membutuhkan teori2 dari para ahli tentang definisi kompetensi pedagogik, silahkan di kirim di e-mail sy : silvia_putri22@yahoo.com

  179. awan Jun said

    mohon maaf,
    kami dari daerah terpencil membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
    bila berkenan mohon saya dikirim artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada.
    dan kalau ada tes tulisnya mohon saya dikirimi via wawan_jun@ymail.com.
    terimakasih banyak

  180. Mardhotillah said

    Teori bisa, praktek…… Dikit diajarin, orang tua bawa parang,guru di ancam.

  181. Anonymous said

    saya minta tolong jika ada dikirimkan “kompetensi pedagogik” indikator dan instrumennya serta contoh soalnya untuk guru TK ke email saya
    adefitriaade@yahoo.co.id terima kasih banyak
    atas kebaikannya

  182. suardi said

    afwan,..ana mu nanya ada ndak artikel tentang kteladanan

  183. Anonymous said

    aslkum,pak tolong krimkan contoh soal UKA untuk SD tlong pak kta krim fitfitri29@yahoo.com

  184. syari fatimah said

    Jadi. Guru memang gak boleh berhenti belajar, tiap detik ilmu selalu berkembang, jangan sampai guru diketawaain siswa ketika lg ngajar…eee gurunya lelelet..maju terus pendidik n pendidikan indonesia

  185. Anonymous said

    assalamualaikum wr.wb
    To the point aja, mohon dibalas, saya membutuhkan meningkatkan kompetensi paedagogik guru melalui keterampilan bertanya beserta referensinya.

    Terimakasih..

  186. Anonymous said

    klu blh minta soal2 dan pembahansan tentang paedagogik pak klu bisa di kirim ke email sy mahadewi_10@yahoo.com

  187. jdm rides said

    But there are many advanced features set so as to offer maximum shock absorption so as to cater the demands of the
    latest toyota dch information. Parts That Do Not Meet Standards Get Replacedtoyota
    dch sets one of the movie scene in Casablanca when Renault declares,” I’m shocked, shocked to find something else, on my leg. There’s performance to spare though, because the radio code. Can American cars ever catch up to Ford as its growth slows.

  188. Anonymous said

    saya membutuhkan artikel yang menjelaskan tentang standar- standar kompetensi guru berdasarkan UU SISDIKNAS pasal 8 tentang komptensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. adakah artikel yang membahas tentang 4 kompetensi ini, beserta indikatornya jika ada serta Pengertian,Tujuan, landasan,prinsip dan peran profesi pendidikan dibidang layanan Intruksional ( Kompetensi Guru, Pedagogik) kepribadian, kompetensi sosil dan Profesional.
    kalau ada agar dikirimkan ke alamat E-mail saya yenienovi@yahoo.com
    terima kasih

  189. EzzahChoi Kimpochyu said

    sama seperti teman – teman di atas , saya membutuhkan arikel tentang 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru : 1. pedagogik, 2. kepribadian, 3. sosial. 4. profesional , keempatnya dengan pembahasan yang lebih detail, mohon bantuannya pak :) ,…….. april25juny04@gmail.com

    sebelumnya , artikel di atas sangat membantu ,

  190. Indriyani said

    Saya skrg lagi menyusun skripsi tentang kompetensi pedagogik. mhon bantuanya pak untuk dikirimkan artikel yg lebh detail berkaitan dgn kompetensi pedagogik ke emailnya saya. indritolinggi@gmail.com

    terimaksih atas bantuanya

  191. huurun in said

    Assalamu’alaikum,, pak, sya jga membutuhkan artikel tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yakni pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional,,. dan juga saya butuh artikel tentang apa yang dimaksud dengan “pedagogik kontinulin”, mohon dg sejelas-jelasnya pak, mohon dibantu ya pak dan mohon dikirim via email ien.huurun@yahoo.com
    terimakasih banyak pak :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: