Mahmuddin

Belajar dan Berbagi

Arsip untuk ‘Pembelajaran’ Kategori

Aktivasi Dini DNA Entrepreneurship melalui Pembelajaran Inovatif

Posted by Mahmuddin pada Oktober 19, 2010

Mengembangkan potensi anak melalui pembelajaran dapat dilakukan dengan melalui pendekatan yang dapat menstimulasi kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan prosedur yang sistematis. Pengalaman menyelesaikan berbagai masalah, dapat diartikan berkembangnya wawasan anak yang berimplikasi pada kreativitas. Kreatif merupakan karakter yang sangat mendasar untuk menjadi seorang enterpreneur. Menurut Antonius Tanan, benih-benih enterpreneurship dapat dikembangkan pada diri anak sejak kecil, yaitu dengan cara mengembangkan kreativitas. Dalam hal ini, pembelajaran harus memiliki pola orientasi yang mengembangkan kemampuan berpikir anak, sehingga dapat berimplikasi secara sistemik dalam kognitif anak untuk selanjutnya menjadi karakter.

Karakter penting dalam wirausaha adalah kreativitas dan komitmen untuk realisasi. Pendidikan kewirausahaan harus mencakup pola piker, pengembangan keterampilan dan pembekalan pengetahuan. Di samping itu, pendidikan wirausaha tidak selalu harus berkaitan dengan bisnis. Akan tetapi wirausaha juga berkaitan dengan bidang sosial. Menurut Dwi Larso (2010), orientasi lulusan sekolah menengah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sampai sekolah menengah atas (SMA), dan kejuruan (SMK) di Indoensia masih untuk mencari kerja bukan sebagai wirausaha. Sedangkan di perguruan tinggi, pendidikan kewirausahaan hanya diberikan dalam bentuk mata kuliah atau pendidikan ekstrakurikuler yang hanya dilakukan selama tiga tahun.  Situasi ini, sangat berat melahirkan wirausahawan secara instan. Pola pikir wirausaha harus dibentuk dengan jangka panjang. Oleh karena itu, pendidikan wirausaha seharusnya diberikan sejak dini untuk menanamkan pola pikir untuk berwirausaha. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pembelajaran, Pendidikan | Bertanda: , , , , | 3 Komentar »

Pelaksanaan Penilaian Keterampilan Proses Sains

Posted by Mahmuddin pada April 10, 2010

Bagian Ke-4 dari 4 seri artikel Penilaian Keterampilan Proses Sains:

  1. Pengantar
  2. Pentingnya penilaian keterampilan proses sains
  3. Komponen penilaian keterampilan proses sains
  4. Pelaksanaan penilaian keterampilan proses sains

4. Pelaksanaan Penilaian Keterampilan Proses Sains

Penilaian merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran. Penilaian dalam pembelajaran sains dapat dimaknai sebagai membawa konten, proses sains dan sikap ilmiah secara bersama-sama. Penilaian dilakukan terutama untuk menilai kemajuan siswa dalam pencapaian keterampilan proses sains.

Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:

  1. Pretes dan postes.  Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
  2. Diagnostik. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
  3. Penempatan kelas. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
  4. Pemilihan kompetisis siswa. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
  5. Bimbingan karir. Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pembelajaran | Bertanda: , , , , | 24 Komentar »

Komponen Penilaian Keterampilan Proses Sains

Posted by Mahmuddin pada April 10, 2010

Bagian Ke-3 dari 4 seri artikel Penilaian Keterampilan Proses Sains:

  1. Pengantar
  2. Pentingnya penilaian keterampilan proses sains
  3. Komponen penilaian keterampilan proses sains
  4. Pelaksanaan penilaian keterampilan proses sains

3. Komponen Penilaian Keterampilan Proses Sains

Metode ilmiah merupakan dasar dari pembentukan pengetahuan dalam sains. Metode ilmiah dapat diartikan sebagai cara untuk bertanya dan menjawab pertanyaan ilmiah dengan membuat obsevasi dan melakukan eksperimen. Menurut Hess (2007), terdapat enam langkah-langkah metode ilmiah, yaitu:

  1. Mengajukan pertanyaan atau merumuskan masalah
  2. Membuat latar belakang penelitian atau melakukan observasi
  3. Menyusun hipotesis
  4. Menguji hipotesis melalui percobaan
  5. Menganalisa data dan membuat kesimpulan
  6. Mengkomunikasikan hasil Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pembelajaran | Bertanda: , , , , | 6 Komentar »

Pentingnya Penilaian Keterampilan Proses Sains

Posted by Mahmuddin pada April 10, 2010

Bagian Ke-2 dari 4 seri artikel Penilaian Keterampilan Proses Sains:

  1. Pengantar
  2. Pentingnya penilaian keterampilan proses sains
  3. Komponen penilaian keterampilan proses sains
  4. Pelaksanaan penilaian keterampilan proses sains

2. Pentingnya Penilaian Keterampilan Proses Sains

Salah satu komponen penting dalam sistem pembelajaran adalah penilaian atau evaluasi. Oleh karena itu, perangkat penilaian merupakan bagian integral yang dikembangkan berdasarkan tuntutan tujuan pendidikan. Menurut Arikunto (2009), penilaian dalam pendidikan merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan ketercapaian tujuan pendidikan, bahkan aktivitas penilaian dapat pula digunakan untuk mengambil keputusan. Penilaian dilakukan dengan berbagai cara dan menggunakan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang kemajuan atau pencapaian kompetensi siswa.

Dalam konteks pembelajaran di kelas, penilaian dilakukan oleh guru untuk mengukur perkembangan hasil belajar siswa sebagaimana yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Selain itu, penilaian juga dilakukan untuk mendiagnosis kesulitan belajar dan memberikan umpan balik kepada siswa. Dengan demikian, penilaian dilakukan secara terus menerus guna memastikan terjadinya kemajuan dalam belajar siswa. Hasil penilaian yang diperoleh, dapat dijadikan sebagai dasar menentukan keputusan tentang upaya perbaikan pembelajaran. Dalam hal ini upaya bimbingan terhadap siswa, yang diperlukan untuk memperbaiki hasil pembelajaran. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pembelajaran | Bertanda: , , , , | 2 Komentar »

Pengantar Penilaian Keterampilan Proses Sains

Posted by Mahmuddin pada April 10, 2010

Bagian Ke-1 dari 4 seri artikel Penilaian Keterampilan Proses Sains:

  1. Pengantar
  2. Pentingnya penilaian keterampilan proses sains
  3. Komponen penilaian keterampilan proses sains
  4. Pelaksanaan penilaian keterampilan proses sains

1. Pengantar

Perkembangan ilmu pengetahuan sains saat ini, menunjukkan bahwa ilmu sains memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Berkembangnya teknologi rekayasa baik pada aspek fisik maupun aspek biologi kehidupan, semakin mempertegas peran ilmu sains dalam meningkatkan kesejahteraan manusia, baik dalam bidang pangan dan kesehatan maupun dalam kebutuhan sandang. Seiring dengan tren kemajuan peradaban yang dicapai manusia dalam generasi ini, peran pendidikan di sekolah tak dapat disangkal. Oleh karena itu, penyelenggaran pendidikan harus dapat menjamin terjadinya kesesuaian dengan kebutuhan manusia dalam kehidupan di masa depan.

Menyiapkan anak untuk hidup di masa yang depan, harus dapat dibekali dengan modalitas belajar yang berdasar pada kemampuan berpikir. Menurut Blosser (1973), proses pembelajaran sains cenderung menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi dan menumbuhkan kemampuan berfikir. Pembentukan sikap ilmiah seperti ditunjukan oleh para ilmuawan sains dapat dikembangkan melalui keterampilan-keterampilan proses sains. Sehingga keterampilan proses sains, dapat digunakan sebagai pendekatan dalam pembelajaran. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pembelajaran | Bertanda: , , , | 3 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.